Tak Dukung PPKM Darurat, KAHMI Minta Najamudin Diproses

GIRI MENANG – Adu mulut antara anggota DPRD Provinsi NTB, H. Najamudin Mustafa, dengan aparat kepolisian saat penyekatan PPKM Darurat di jalan perbatasan Lobar dengan Mataram (pos Gerimax) yang videonya viral beberapa waktu lalu mendapat sorotan luas. Anggota dewan dari PAN ini dianggap tidak mendukung PPKM Darurat yang tengah berlangsung di daerah ini dalam rangka pencegahan penyebaran Covid-19. Polisi juga diminta memanggil yang bersangkutan untuk diproses. “ Tindakan anggota dewan ini memalukan. Seharusnya sebagai wakil rakyat, dia ngasih contoh,” ungkap Koordinator Presidium KAHMI Lombok Barat, H. Lalu Winengan, kepada Radar Lombok, Jumat (16/7).

Menurut Winengan, Najamudin sedang memperlihatkan arogansinya. Sebagai pejabat, politisi ini seharusnya mematuhi ketentuan yang ada, oleh sebab dewan juga lah yang mengesahkan Perda NTB nomor 7 tahun 2020 tentang penanggulangan penyakit menular sebagai dasar penerapan Prokes dan tindakan lain, termasuk menyangkut penerapan PPKM Darurat di NTB, tepatnya di Kota Mataram. Ia meminta polisi memanggil yang bersangkutan, sebab kalau tidak, muncul kesan, hanya warga biasa saja yang harus mematuhi ketentuan PPKM Darurat, sementara pejabat boleh melanggarnya. “ Kami mendorong agar kepolisian memanggil H. Najamuddin Mustafa agar diketahui ada apa, sampai marah kepada petugas,” jelasnya.

Dalam kegiatan penyeketan, polisi melakukan pembatasan jumlah pengendara masuk Kota Mataram. Pengendara yang tidak menaati Prokes diminta putar balik. Pengendara juga dimintai keterangan telah divaksin. Menurut tokoh NU NTB ini, apa yang dilakukan oleh petugas harus dipahami secara utuh. Semangatnya adalah menekan kasus Covid-19 yang makin menggila.” Jangan sampai ada perbedaan perlakuan antara rakyat biasa dengan pejabat,” ungkapnya.

Kejadian ini terjadi di pos penyekatan Gerimax itu terjadi Kamis siang (15/7) sekitar pukul 10.30 Wita. Saat itu Najamudin datang dari Lombok Timur menggunakan Kijang Innova warna hitam yang dikendarai sopirnya. Lalu disetop petugas di pos penyekatan Gerimax. Petugas meminta sopir menurunkan kaca dan menanyakan sudah divaksin atau belum. Najamudin yang saat itu duduk di kursi tengah langsung turun dan memprotes tindakan petugas.

Najamuddin memberikan klarifikasi sebelumnya dengan mengatakan keributan yang terjadi dengan petugas penyekatan lantaran aturan yang dikeluarkan pemerintah yang tidak dipahami oleh aparat dalam menjalankan tugas sehingga timbul gejolak di mayarakat. Ia sangat menyesalkan, banyak orang terpaksa harus balik tidak jadi ke Mataram gara-gara tidak bisa menunjukkan kartu vaksin. (ami)