Pendaftar Kartu Pra Kerja Membludak

DAFTAR : Ribuan warga Mataram sudah mendaftar sebagau penerima kartu pra kerja yang diluncurkan pemerintah pusat. (ALI MA’SHUM/RADAR LOMBOK)
DAFTAR : Ribuan warga Mataram sudah mendaftar sebagau penerima kartu pra kerja yang diluncurkan pemerintah pusat. (ALI MA’SHUM/RADAR LOMBOK)

MATARAM – Pendaftaran kartu pra kerja yang diluncurkan pemerintah pusat langsung menjadi primadona sejak pendafatran resmi dibuka. Tak terkecuali di Kota Mataram, berbondong-bonong warga kota melakukan pendaftaran. Tercatat, hingga saat ini 7000 warga Kota Mataram yang sudah mendaftar kartu pra kerja. Mereka ini datanya sudah masuk ke Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Provinsi NTB. ‘’Warga kota yang sudah mendaftar itu ada 7 orang,’’ ujar Kepala Disnaker Kota Mataram, Hariadi, Rabu (15/4).

Tujuh ribu orang ini disebutnya hanya yang mendaftar dengan datang langsung ke Disnaker Kota Mataram. Tapi belum termasuk warga yang mendaftar secara mandiri atau online. Sehingga jumlahnya dipastikan bertambah cukup besar. ‘’Bisa dibayangkan kalau yang daftar di kantor itu tujuh ribu orang. Belum yang daftar online,’’ katanya.

Untuk diketahui, penerima kartu pra kerja akan mendaptkan insentif dan bantuan. Totalnya mencapai Rp 3.550.000. Dengan rincian, Rp 1 juta untuk biaya bantuan pelatihan. Kemudian Rp 600 ribu per bulan untuk insentif penuntasan pelatihan selama empat bulan. Terakhir Rp 150 ribu untuk insentif survei kebekerjaan. ‘’Nanti peserta itu dapat pelatihan selama 1 bulan. Bisa pelatihan perhotelan, tata boga dan lainnya,’’ ungkapnya.

Pendaftar kartu pra kerja di Mataram cukup besar. Data yang tercatat, ada sekitar 12 ribu pengangguran di ibu kota. Belum termasuk dengan pegawai yang dirumahkan atau di PHK imbas dari corona. Sedangkan yang dirumahkan ini jumlahnya sekitar 1560 orang. ‘’Itu yang dirumahkan dari perusahaan. Ada juga dari perhotelan, restoran,’’ terangnya.

Dengan kondisi saat ini yang semakin dirasakan bertambah berat. Pihaknya memprediksi, jumlah pendaftar kartu pra kerja di Mataram mencapai 20 ribu orang. Ia mengakui, tidak seluruh pendaftar akan tercover melalui kartu pra kerja. Karena di NTB secara keseluruhan dijatah 50 ribu kartu pra kerja. ‘’Bisa dilihat itu tingginya animo warga yang mendaftar. Mungkin tidak sebanding dengan jatah atau kouta kita nanti,’’ jelasnya.

Ke depan, pihaknya menunggu pemerintah pusat yang akan memverifikasi. Karena yang akan menentukan nantinya langsung dari kementerian. ‘’Sudah ada by name by address pendaftar. Bantuan juga akan langsung masuk ke rekening masing-masing,’’ pungkasnya. (gal)