Pasien Sembuh Covid-19 di NTB Terus Meningkat

Data perkembangan kasus Covid-19 di NTB tanggal 14 Mei 2020
Data perkembangan kasus Covid-19 di NTB tanggal 14 Mei 2020

MATARAM–Pasien Covid-19 di provinsi NTB yang dinyatakan sembuh dari ke hari terus meningkat.  

 Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi NTB menggumumkan tambahan kasus sembuh tanggal  14 Mei 2020 sebanyak 33 orang dan tambahan kasus baru terkonfirmasi Covid-19 enam orang. Lonjakan pasien sembuh terjadi di kabupaten Dompu sebanyak 23 orang, disusul Lombok Timur enam orang, Mataram dua orang, Lombok Barat dan Kabupaten Sumbawa Barat sama-sama satu orang. Hingga saat ini total pasien sembuh sebanyak 183 orang atau 51,4 persen dari total 356 orang kasus positif Covid-19 di NTB.

 Seketaris Daerah selaku ketua pelaksana harian gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 Provinsi NTB Lalu Gita Aryadi mengatakan, setelah diperiksa di laboratorium RSUD Provinsi NTB, laboratorium RS Unram dan laboratorium Genetik Sumbawa Technopark sebanyak 233 orang sampel dengan hasil 211 orang sampel negatif, 16 orang sampel positif ulangan dan enam orang sampel kasus baru positif Covid-19. Dengan adanya tambahan enam orang kasus baru terkonfirmasi positif, 33 tambahan sembuh baru dan tidak ada kematian baru, maka jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai Kamis (14/5)  sebanyak 356 orang, dengan perincian 183 orang sudah sembuh, tujuh orang meninggal dunia, serta 166 orang masih positif dan dalam keadaan baik. “Hari ini terdapat penambahan 33 orang yang sembuh dari Covid-19 setelah pemeriksaanlaboratorium swab dua kali dan keduanya negatif,”ujarnya ,”ujarnya melalui press release yang diterima radarlombok.co.id, Kamis malam (14/5/2020).

 Disebutkan, 23 orang dari kabupaten Dompu yang sudah dinyatakan sembuh mereka adalah pasien nomor 121, atas nama  JH, laki-laki, usia 21 tahun, penduduk Desa Nowa, Kecamatan Woja, Kabupaten Dompu. Pasien nomor 122, atas nama  AH, laki-laki, usia 48 tahun, penduduk Desa Nowa, Kecamatan Woja, Kabupaten Dompu. Pasien nomor 124, atas nama  K, laki-laki, usia 37 tahun, penduduk Desa Malaju, Kecamatan Kilo, Kabupaten Dompu. Pasien nomor 125, atas nama  S, laki-laki, usia 23 tahun, penduduk Desa Malaju, Kecamatan Kilo, Kabupaten Dompu. Pasien nomor 127, atas nama A, laki-laki, usia 36 tahun, penduduk Desa Soriutu, Kecamatan Manggalewa, Kabupaten Dompu. Pasien nomor 128 atas nama S, laki-laki, usia 63 tahun, penduduk Desa Nusa Jaya, Kecamatan Manggalewa, Kabupaten Dompu.

 Kemudian, pasien nomor 130, atas nama  A, laki-laki, usia 56 tahun, penduduk Desa Hu’u, Kecamatan Hu’u, Kabupaten Dompu. Pasien nomor 131, atas nama M, laki-laki, usia 41 tahun, penduduk Desa Kapasi Meci, Kecamatan Manggalewa, Kabupaten Dompu. Pasien nomor 135, atas nama  A, laki-laki, usia 25 tahun, penduduk Desa Malaju, Kecamatan Kilo, Kabupaten Dompu. Pasien nomor 136, atas nama  AS, laki-laki, usia 60 tahun, penduduk Desa Nowa, Kecamatan Woja, Kabupaten Dompu. Pasien nomor 137, atas nama  L, laki-laki, usia 43 tahun, penduduk Desa Hu’u, Kecamatan Hu’u, Kabupaten Dompu. Pasien nomor 138, atas nama  R, laki-laki, usia 40 tahun, penduduk Desa Simpasai, Kecamatan Woja, Kabupaten Dompu.

 Selanjutnya, pasien nomor 140, atas nama  S, laki-laki, usia 24 tahun, penduduk Desa Doropeti, Kecamatan Pekat, Kabupaten Dompu. Pasien nomor 141, atas nama  KJ, laki-laki, usia 60 tahun, penduduk Kelurahan Dorotangga, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu. Pasien nomor 142, atas nama  F, laki-laki, usia 39 tahun, penduduk Desa Malaju, Kecamatan Kilo, Kabupaten Dompu. Pasien nomor 183, atas nama  I, laki-laki, usia 28 tahun, penduduk Desa O’o, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu. Pasien nomor 184, atas nama  R, laki-laki, usia 48 tahun, penduduk Desa O’o, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu.

 Pasien nomor 185, atas nama  J, laki-laki, usia 30 tahun, penduduk Desa Soritatanga, Kecamatan Pekat, Kabupaten Dompu. Pasien nomor 186, atas nama  W, laki-laki, usia 39 tahun, penduduk Desa Nangakara, Kecamatan Pekat, Kabupaten Dompu. Pasien nomor 187, atas nama J, laki-laki, usia 60 tahun, penduduk Desa Tambora, Kecamatan Pekat, Kabupaten Dompu. Pasien nomor 188, atas nama  RH, laki-laki, usia 36 tahun, penduduk Desa Pekat, Kecamatan Pekat, Kabupaten Dompu. Pasien nomor 189, atas nama MSR, laki-laki, usia 65 tahun, penduduk Desa Pekat, Kecamatan Pekat, Kabupaten Dompu. Dan Pasien nomor 190, atas nama  APR, laki-laki, usia 35 tahun, penduduk Desa Doromelo, Kecamatan Manggalewa, Kabupaten Dompu.

 Sementaran enam orang pasien sembuh dari Lombok Timur mereka adalah, pasien nomor 215, atas nama  AA, laki-laki, usia 46 tahun, penduduk Desa Labuhan Lombok, Kecamatan Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur. Pasien nomor 218, atas nama  E, perempuan, usia 40 tahun, penduduk Desa Batuyang, Kecamatan Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur. Pasien nomor 283, atas nama  MYK, laki-laki, usia 2 tahun, penduduk Kelurahan Cilinaya, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram. Pasien nomor 310, atas nama  M, laki-laki, usia 56 tahun, penduduk Desa Moyot, Kecamatan Sakra, Kabupaten Lombok Timur. Pasien nomor 311, atas nama  T, perempuan, usia 80 tahun, penduduk Desa Terara, Kecamatan Terara, Kabupaten Lombok Timur. Dan Pasien nomor 339, atas nama  RH, laki-laki, usia 10 tahun, penduduk Desa Belanting, Kecamatan Sambelia, Kabupaten Lombok Timur.

 Sedangkan pasien sembuh dua orang dari Kota Mataram yakni, pasien nomor 44, atas nama  R, perempuan, usia 62 tahun, penduduk Kelurahan Pejeruk, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram dan Pasien nomor 285, atas nama  MRM, laki-laki, usia 11 tahun, penduduk Kelurahan Rembiga, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram. Kemudian, pasien sembuh satu orang dari Lombok Barat yakni Pasien nomor 178, atas nama S, laki-laki, usia 36 tahun, penduduk Desa Gerung Selatan, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat dan Kabupaten Sumbawa Barat satu orang yakni, Pasien nomor 154, atas nama  M, laki-laki, usia 63 tahun, penduduk Desa Kuang, Kecamatan Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat. “Meski terjadi angka lonjakan pasien yang sembuh hari ini, namun setiap hari juga masih terjadi tambahan kasus positif baru dengan jumlah yang tidak sedikit, meskipun trendnya mengalami penurunan,”katanya.

 Selain itu juga disebutkan, tambahan enam orang kasus baru yang terkonfimasi Covid-19 diantaranya dari Lombok Timur dua orang mereka adalah, pasien nomor 351, atas nama  AN, laki-laki, usia 60 tahun, penduduk Desa Batuyang, Kecamatan Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak erat dengan pasien Covid-19 nomor 218. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kabupaten Lombok Timur dengan kondisi baik. Kedua, pasien nomor 352, atas nama  N, perempuan, usia 42 tahun, penduduk Desa Labuan Lombok, Kecamatan Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak erat dengan pasien Covid-19 nomor 156. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kabupaten Lombok Timur dengan kondisi baik.

 Kemudian, Kota Mataram dua orang diantaranya, pasien nomor 353, atas nama F, perempuan, usia 27 tahun, penduduk Kelurahan Turida, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak erat dengan pasien Covid-19 nomor 312. Saatini menjalani karantina terpusat di Kota Mataram dengan kondisi baik. Dan Pasien nomor 354, atas nama  A, perempuan, usia 42 tahun, penduduk Kelurahan Pejeruk, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak erat dengan pasien Covid-19 nomor 309. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kota Mataram dengan kondisi baik.

 Selanjutnya, dua tambahan lainnya dari Kabupaten Bima yakni, pasien nomor 355, atas nama  U, perempuan, usia 19 tahun, penduduk Desa Sai, Kecamatan Suromandi, Kabupaten Bima. Pasien pernah melakukan perjalanan ke Tangerang Banten. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 tidak pernah. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kabupaten Bima dengan kondisi baik. Dan Pasien nomor 356, atas nama  MEE, laki-laki, usia 22 tahun, penduduk Desa Sanolo, Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima. Pasien pernah melakukan perjalanan ke Ponorogo Jawa Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 tidak pernah. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kabupaten Bima dengan kondisi baik.

 Sementara, populasi berisiko yang sudah diperiksa dengan metode Rapid Diagnostic Test (RDT), yaitu Tenaga Kesehatan, Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan Orang Tanpa Gejala (OTG), serta Pelaku Perjalanan Tanpa Gejala (PPTG). Sebanyak 1.030 tenaga kesehatan telah diperiksa dengan hasil reaktif 30 orang (2,9%), 1.753 ODP/OTG diperiksa dengan hasil 100 orang (5,7%) reaktif, 3.272 PPTG dan OTG perjalanan Gowa Makassar diperiksa dengan hasil 548 orang (16,7%%) reaktif, serta PPTG dan OTG perjalanan Bogor dan Jakarta diperiksa 838 orang dengan hasil 24 orang (2,9%) reaktif. “Semua orang dengan hasil RDT reaktif dilanjutkan pemeriksaan swab sebagai standar pemeriksaan laboratorium untuk penegakan diagnosa Covid-19,”ungkapnya.

 Hingga press release ini dikeluarkan, sambungnya, jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 809 orang dengan perincian 422 orang (52%) PDP masih dalam pengawasan, 387 orang (48%) PDP selesai pengawasan/sembuh, dan 16 orang PDP meninggal. Untuk Orang Dalam Pemantauan (ODP) jumlahnya 5.299 orang, terdiri dari 354 orang (7%) masih dalam pemantauan dan 4.945 orang (93%) selesai pemantauan. Jumlah Orang Tanpa Gejala (OTG) yaitu orang yang kontak dengan pasien positif Covid-19 namun tanpa gejala sebanyak 4.840 orang, terdiri dari 2.295 orang (47%) masih dalam pemantauan dan 2.545 orang (53%) selesai pemantauan. “Sedangkan Pelaku Perjalanan Tanpa Gejala (PPTG) yaitu orang yang pernah melakukan perjalanan dari daerah terjangkit Covid-19 sebanyak 56.847 orang, yang masih menjalani karantina sebanyak 5.004 orang (9%), dan yang selesai menjalani masa karantina 14 hari sebanyak 51.843 orang (91%),”tutupnya. (sal)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid
Berita sebelumyaBupati Lobar Serahkan Santunan BPJamsostek untuk Ahli Waris
Berita berikutnyaJelang Lebaran, Permintaan Daging Sapi Menurun