NTB Tetapkan Tiga Ikon Industrialisasi 2023 -2026

Kepala Dinas Perindustrian Provinsi NTB Nuryanti

MATARAM – Pemerintah Provinsi NTB melalui Dinas Perindustrian telah menetapkan 3 Ikon Industrialisasi tahun 2023-2026, yakni Industri Fesyen, Kuliner dan Kosmetik yang akan menjadi fokus utama dalam memasifkan penggunaan produk lokal dari Industri Kecil Menengah (IKM) NTB, termasuk dinilai sangat berperan menggerakkan roda industri lainnya.

Kepala Dinas Perindustrian Provinsi NTB Nuryanti menyampaikan bahwa Muslim Fesyen Industri sudah pasti termasuk dengan kerajinan, seperti tas, sepatu, perhiasan dan yang lainnya. Selanjutnya, adalah branding kuliner legend yang dikemas dengan kemasan steril yang bisa bertahan enam bulan juga membutuhkan industri mesin. Kemudian ada kosmetik berbahan baku lokal yang bisa menggandeng produk pertanian lokal.

“Kita perlu kembali menguatkan konektivitas, data center dan development system. Ini juga menjadi poin utama yang harus dijadikan acuan dalam indikasi rencana kegiatan kedepan,” kata Nuryanti Forum Perangkat Daerah Sektor Industri Provinsi NTB Tahun 2023, Senin (13/2).

Baca Juga :  Disperin NTB Sinergikan Industri Besar dengan IKM Lokal

Nuryanti menambahkan, target industrialisasi di NTB pada 5 tahun pertama adalah membangun pondasi. Dan saat ini yang akan dilakukan, yakni mass production (produksi masal) yang memang butuh pasar, sehingga global market memang menjadi target besar Pemprov NTB.

“Ini dapat terwujud jika terjadi sinergisitas yang baik antara Pemerintah Provinsi dengan Kabupaten/Kota dalam pembinaan maupun pendataan,” ucapnya.

Sementara itu, Asisten II Perekonomian dan Pembangunan Setda NTB dr Nurhandini Eka Dewi, menyampaikan industri yang menjadi salah satu program unggulan dari provinsi NTB, maka dibutuhkan proses percepatan industrialisasi yang akan menjadi pijakan langkah kedepannya. Walaupun masih banyak hal yang menjadi hambatan, tetapi optimisme itu harus tetap ditanamkan.

Baca Juga :  Produk Pangan Olahan Jadi Lokomotif Industrialisasi

Pemprov NTB akan pembuat proses percepatan industrialisasi yang menjadi pijakan langkah bersama untuk sektor industri. Banyak hal yang masih menjadi hambatan, seperti inflasi, pertumbuhan ekonomi yang tidak terlalu baik, tetapi dengan kebersamaan untuk menyatukan langkah dan pola pikir ini akan memperkuat gerakan.

“Tetap semangat mengawal, semoga harapan dan keinginan tetap berada di bawah naungan ridho Allah SWT,” ungkapnya. (luk)

Komentar Anda