BI Gandeng Disperin NTB Perkuat Daya Saing IKM

PELATIHAN IKM : Gubernur NTB H Zulkieflimansyah pose bersama Kepala Perwakilan BI NTB Heru Saptaji, Kepala Disperin NTB Nuryanti dan puluhan IKM peserta pelatihan peningkatkan daya saing.

GIRI MENANG – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi NTB menggandeng Dinas Perindustrian Provinsi NTB untuk memberikan penguatan daya saing pelaku Industri Kecil Menengah (IKM) melalui pelatihan dan penikatan kapasitas, Selasa (21/2).

Puluhan pelaku IKM di NTB diberikan pelatihan dan peningkatan kapasitas, serta daya saing membuat produk olahan bernilai ekonomi tinggi, hingga bisa tembus pasar ekspor. Pasalnya, potensi sektor non tambang di NTB, seperti sektor pertanian, peternakan, perikanan dan perkebunan sangat besar dan berpeluang untuk mendorong perekonomian daerah. Dalam pelatihan dan penguatan daya saing pelaku IKM tersebut dihadiri langsung oleh Gubernur NTB H Zulkieflimansyah, Kepala Perwakilan BI NTB Heru Saptaji, Kepala Disperin NTB Nuryanti dan sejumlah kepala OPD lingkup Pemprov NTB di Balai Diklat Distanbun NTB di Narmada, Lombok Barat.

Kepala Perwakilan BI Provinsi NTB Heru Saptaji menyampaikan bahwa kondisi perekonomian NTB saat ini bergerak sangat baik. Hal itu, tercermin dari bagaimana NTB telah melewati kondisi sebelum Covid-19 pada tahun 2019 saat PDRB berada dikisaran Rp132,5 triliun dan kini telah meningkat dikisaran Rp157 triliun.

Baca Juga :  BI Gandeng TNI AL Pastikan Peredaran Rupiah di Pulau Terluar NTB

“Ini merupakan suatu pertumbuhan yang sangat positif di tengah tantangan kompleksitas yang ada,” kata Heru Saptaji.

Menurut Heru, khusus sektor non tambang, pergerakannya sangat agresif. PDRB NTB dari sektor non tambang saat ini di kisaran Rp125 triliun lebih tinggi dari tahun 2019 yang hanya berada di kisaran Rp115 triliun. Pertumbuhan ini tentunya tidak terlepas dari kontribusi LU pertanian dan LU pendukung pariwisata. Dengan besarnya potensi sektor pertanian, BI NTB terus berupaya mendorong pengembangan secara end-to-end baik di sisi hulu maupun hilir.

“Di sisi hulu, salah satu upaya untuk menjaga kestabilan harga pangan

adalah melalui penerapan budidaya pertanian organik/pertanian sehat. Sedangkan di sisi hilir, diversifikasi produk turunan merupakan salah satu cara untuk menjaga kestabilan harga komoditas paska panen,” katanya.

Baca Juga :  BI NTB Kembangkan Digital Pertanian Berbasis Android di Lombok Tengah

Kepala Dinas Perindustrian Provinsi NTB Nuryanti menjelaskan bahwa penopang terbesar perekonomian NTB dikontribusi lebih dari seperlima PDRB NTB berasal dari sektor pertanian dan kelautan.

“Sinergi antara OPD teknis lingkup pemerintah provinsi NTB dan lembaga terkait dalam upaya pengembangan dan peningkatan nilai tambah yang mendukung dari sisi industri baik dari hulu sampai kepada hilirisasi,” katanya.

Sebelumnya, Gubernur NTB H Zulkieflimansyah menyatakan bahwa untuk membawa Provinsi NTB terus maju, peningkatan dari sisi ekspor perlu dilakukan. Seperti halnya membina komunitas industri kecil agar mampu memproduksi bahan mentah menjadi barang jadi. Dengan begitu, jumlah tenaga kerja di NTB akan meningkat. Industrialisasi ini adalah inovasi untuk menghadirkan kesejahteraan yang mampu mengubah bangsa dan negara, khususnya untuk Provinsi NTB.

“Jadi, jangan sampai kita mengirim/menjual bahan mentah kemudian membeli bahan mentah yang telah diolah pihak lain dengan harga yang lebih mahal,” tegas Gubernur Zul. (luk)

Komentar Anda