MUHAMMAD AZWAR FUADI, PERWAKILAN INDONESIA DI FORUM ASEAN

Tawarkan Solusi untuk Perubahan Cuaca Melalui Bio Az-War Technology

MEWAKILI: Mumahammad Azwar Fuadi (paling kiri) saat mewakili Indonesia di dalam forum ASEAN yang berlangsung di Padang, Sumatra Barat. (ISTIMEWA/RADAR LOMBOK)

Mumahammad Azwar Fuadi menjadi perwakilan Indonesia di forum ASEAN yang diikuti oleh peserta dari 10 negara. Pria kelahiran Kelurahan Prapen Kecamatan Praya, 30 Juli 1991 ini, diberikan kepercayaan untuk membahas terkait antisipasi perubahan iklim dan krisis gelobal. Tak cuma itu, ia juga akan memberikan solusi kelangkaan pupuk di Indonesia.

MUMAHAMMAD Azwar Fuadi diketahui merupakan  duta milenial Kementerian Pertanian RI yang tugasnya adalah resonasi milenial di seluruh Indonesia. Alumni Prodi Bahasa Inggris Universitas Hamzanwadi (Unhaz) Pancor ini diamanahkan sebagai perwakilan Indonesia di Forum ASEAN. Dia akan memaparkan berbagai keberhasilan dan solusi dalam mengatasi perubahan iklim hingga mengatasi krisis pangan.

Dalam forum yang diikuti sekitar 10 negara ini, berbagai isu dalam menangani perubahan iklim dan krisis pangan dunia dibahas. Oleh Azwar dalam forum yang berlangsung di Padang, Sumatra Barat pada 9-14 Juni itu menarkan solusi yakni Bio Az-War Technology yang menjadi solusi kelangkaan pupuk di Indonesia hingga menawarkan solusi dalam mengatasi krisis pangan dunia.

Menurut Azwar, yang menjadi isu dunia saat ini adalah perubahan iklim dan krisis pangan global. Indonesia dalam forum ASEN juga rutin melakukan pertemuan yang pesertanya dari berbagai macam negara seperti Malayasia, Thailand, Pilipina, Amerika dan berbagai negara lainnya. Dari berbagai perwakilan negara, memberikan langkah atau strategi dalam mengatasi kerisis pangan. “Dalam diskusi kita bahas bagaimana regenerasi petani dalam penerapan tekhnologi dan sinergitas antara semua forum ASEAN. Kita tawarkan Bio Az-War Technology menjadi solusi kelangkaan pupuk di Indonesia,” ungkap Mumahammad Azwar Fuadi kepada Radar Lombok, Minggu (18/6).

Baca Juga :  Lalu Ladeva Alfusai'du Karman Alumni MAN 2 Mataram yang Diundang Simulasi PBB di Amerika

Untuk terpilih menjadi perwakilan Indonesia di forum ASEAN, sambung Azwar, tidak mudah. Dia harus mengikuti berbagai seleksi dan juga melihat track record. Namun berbagai tahapan itu bisa dilalui karena selama ini ia juga sebagai duta milenial Kementerian Pertanian RI. Berbekal segudang prestasi itulah, Azwar sempat diundang oleh Presiden RI Joko Widodo di Istana Negara tahun 2022 lalu untuk mendapatkan penghargaan. “Sebelumnya saya juga mendapat penghargaan dari Presiden RI Joko Widodo karena Indonesia tidak imfor beras selama tiga tahun terakhir. Itu salah satu pencapaian Indonesia yang dilakukan berkat sinergitas antara pelaku usaha, peneliti, dan petani milenial. Kebetulan saya perwakilan petani milenial dan kita selama ini konsen dalam memberikan solusi,” terangnya.

Di satu sisi, ia terpilih karena sering melakukan riset atau penelitian terkait iklim, terutama cuaca elnino, kekeringan, dan lain sebagainya. Dia memiliki karya berupa tekhnologi Bio Az-War Technology yang bisa sebagai solusi dalam menghadapi elnino atau perubahan cuaca yang saat ini menjadi permasalahan yang harus dihadapi. “Saya terpilih karena  seleksi ketat di kementerian dan alhamdulilah karena saya juga ada pengalaman dari sektor pertanian (petani milenial, red) dan bisa mengkomunikasikan program pemerintah di Furom ASEAN. Sehingga diberikan amanah sebagai perwakilan dan ini akan terus berlanjut dalam forum-forum selanjutnya di negara-negara lainnya,” terangnya.

Baca Juga :  QORIAH JULILDANUR, ATLET TRIATHLON PEREMPUAN NTB BERBAKAT

Azwar menjelaskan, target Indonesia pada tahun 2045 menjadi lumbung pangan dunia, sehingga dalam forum ASEAN ini juga bagian dari rangkaian tiga tahun KTNA Nasional yang selalu menghadirkan negara delegasi di Asia. Yang jelas dalam forum ini dibicarakan secara kosen terkait regenerasi petani, penerapan teknologi hingga sinergitas antara semua pihak. “Menghadapi kerisi pangan ini bukan hanya tugas pemerintah tapi semua stakeholder. Maka kita paparkan keberhasilan Indonesia dalam tiga tahun terakhir dan strategi  pemerintah, termasuk bagaimana mengatasi perubahan cuaca menerapkan paket Bio Az-War Technology,” tambahnya.

Ia juga diketahui diamanhkan menjadi duta milenial Kementerian Pertanian RI, salah satu tugas adalah resonansi milenial di seluruh Indonesia. Azwar juga diamahkan menjadi Pengurus KTNA Nasional Departemen Kemitraan dan Strategis dan Advokasi RI yang salah satu tupoksi menjalin kordinasi program dengan Dirjen-Dirjen Kementrian Pertanian RI.

“Alhamdulillah pernah dikirim juga dari Kementerian Pertanian ke berbagai negara dalam kunjungan riset. Salah satunya Jepang, Thailand, Malaysia, IRRI (International Rice Research Institute – Philipina) dan punya teknologi ditawarkan untuk menghadapi perubahan iklim yaitu Paket Bio Az-War Technology. Inilah menjadi nilai poin kenapa terpilih menjadi perwakilan Indonesia di berbagai forum international, termasuk Asean-Dialogue Partners Exchange Farmers Visit 2023,” terangnya. (M Haeruddin-Lombok Timur)

Komentar Anda