Cerita Ustazah yang Dinikahi WNA Belgia, Kenal di Aplikasi Jodoh Mahar Cincin dan Surat Al-Fatihah

PENGANTIN: Pasangan pengantin Ustazah Mauni Imran Ruslan, dan suaminya bule asal Belgia, Jawad Adrien Boosten, saat menceritakan pengalamannya, kemarin. (M HAERUDDIN/RADAR LOMBOK)

Ustazah Mauni Imran Ruslan, 35 tahun, asal Desa Ranggagata, Kecamatan Praya Barat, Kabupaten Lombok Tengah, akhirnya resmi menikah dengan bule asal Belgia, benama Jawad Adrien Boosten, (32) tahun. Kisah pernikahan kedua sejoli dengan mahar cincin dan surah Al-Fatihah ini, juga viral di media sosial.

KISAH bahagia pernikahan Ustazah Mauni Imran Ruslan, dan pasangannya Jawad Adrien Boosten,  menjadi viral setelah foto akad nikahnya beredar di media sosial Facebook (FB). Pernikahan tersebut, berlangsung Kamis lalu (16/2/2023), setelah Jawad datang langsung ke Lombok, untuk menikahi Mauni, yang dikenalnya melalui aplikasi cari jodoh.

Mauni menceritakan kisah cintanya menemukan pasangan orang Belgia itu berawal dari perkenalan melalui aplikasi cari jodoh Muslimah.com, pada awal Desember tahun 2022 lalu. Lewat aplikasi itulah kemudian mereka saling berkomunikasi, dan setelah melakukan perkenalan lewat aplikasi itu kemudian keduanya memutuskan untuk bertukar nomor HP untuk melakukan komunikasi lanjutan.

Selanjutnya melalui aplikasi perpesanan di Watshap (WA), kedua insan yang sedang berbahagia ini berdiskusi, yang kemudian Jawad mengutarakan perasaannya bahwa Jawad suka sama Mauni. Mendengar apa yang diungkapkan oleh Jawad, tidak lantas membuat Mauni percaya begitu saja. Mauni pun meyakinkan dirinya dengan sholat Istikharah.

Baca Juga :  DARI TOUR SOFT LAUNCHING BAND AMTENAR TRIPLE ALBUM

“Jawad mengutarakan perasaannya bahwa Jawad suka sama saya, dengan izin Allah dan kata Jawad, dia melihat cahaya di muka saya. Tapi saya tidak percaya begitu saja. Saya mencoba meminta petunjuk kepada Allah dengan istikharah,” ungkap Ustazah Mauni Imran Ruslan, saat ditemui beberapa waktu lalu.

Setelah intens melakukan komunikasi, maka Jawad berkeinginan untuk berlibur ke Indonesia, sekaligus untuk menemui Mauni. Namun saat itu, Mauni meminta agar dirinya langsung dinikahi. “Jadi awalnya dia mau liburan ke Lombok dulu. Tapi saya bilang langsung halalkan saya, dan dia sanggup untuk menikahi saya, dan langsung menyiapkan semuanya seperti mas kawin,” terangnya.

Hingga kemudian Jawad datang dan tiba di Bandara Lombok, pada Rabu (15/2), dan langsung melakukan akad nikah pada Kamis (16/2/2023). Mauni  sempat tidak percaya diri akan kehadiran suaminya yang akan datang langsung ke Lombok, untuk mempersunting dirinya.

Saat hendak menjemput Jawad di Bandara, dia merasa ragu dan khawatir jika calon suaminya itu serius akan hadir atau hanya janji palsu. Meskipun ada bukti tiket pesawat terbang ke Indonesia.

Baca Juga :  Anjar Siswara, ASN Yang Nyambi Jadi Pemilah Sampah

“Sempat saya masih khawatir juga. Apa benar dia mau ke Lombok. Makanya saya sendiri tidak percaya diri, dan takut ketika menjemput pakai mobil, tapi tidak datang. Makanya saya memilih menjemput pakai mobil pikap saja,” jelasnya.

Ia kembali menceritakan saat itu dia berangkat menjemput Jawad bersama sejumlah keluarga, dan menunggu di depan pintu kedatangan. Saat itu mereka lama menunggu di Bandara. Bahkan karena berasal dari kampung, sehingga ketika melihat ada bule (Warga Negara Asing, red) di Bandara, dianggapnya atau dikiranya itu adalah Jawad. “Saat lihat bule, ada yang bilang ini mungkin, yang ini kayaknya, kata keluarga menebak-nebak si Jawad,” cerita Mauni.

Hingga kemudian Jawad muncul dari belakang pintu kedatangan, dan Mauni menangis sambil sujud syukur, sehingga keluarganya juga ikut terharu bahagia. Melihat kehadiran calon suaminya waktu itu, Mauni sangat berbahagia.

“Disana semua keluarga ikut menangis. Saya turut bersyukur, dan langsung bersujud di hadapan Jawad. Karena saya sudah percaya diri, maka saya langsung pesankan mobil yang lebih layak untuk menjemput,” ceritanya. (M HAERUDDIN – LOMBOK TENGAH)

Komentar Anda