Jumlah Perusahaan Berkurang, Target Tembakau Petani Terserap Turun

TEMBAKAU : Salah seorang petani di Lombok Timur melakukan peratawan tembakau jelang musim panen. (RATNA / RADAR LOMBOK)

MATARAM – Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Provinsi NTB menargetkan serapan tembakau di NTB pada musim tanam tahun 2022 mencapai 17.833,17 ton. Jumlah tersebut merupakan akumulasi dari 23 perusahaan mitra tani yang secara resmi ingin membeli tembakau petani.

“Sebagian besar tembakau virginia yang terserap di NTB dibeli oleh 23 perusahaan yang terdata. Tahun ini kita targetkan rencana pembelian  tembakau oleh perusahaan sebanyak 17.8333,17 ton,” kata Kepala Bidang Perkebunan Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Provinsi NTB H Achmad Ripai, Selasa (31/5).

Hanya saja dari 23 Perusahaan mitra yang terdata, baru  ada sekitar 18 perusahaan yang telah menetapkan kuota pembelian tembakau virginia pada musim tanam tembakau tahun 2022 ini. Sementara  6 perusahaan lainnya belum menyerahkan target pembelian mereka dan masih menunggu kepastian pasar dari user di Surabaya.

Total Pembelian tembakau virginia terbanyak berasal dari perusahaan CV Aliansi One Indonesia (AOI) mencapai 7.500 ton. Kemudian PT Djarum dan PT Sadhana Arif Nusa berencana masing masing 4.000 ton dan 2.116 ribu ton. Perusahaan lainnya UD Nyoto Permadi sebanyak 702 ton.

BACA JUGA :  UMKM NTB Bidik Pasar 100 Gerai Bebas Pajak Dunia

Kemudian CV Bintang Emas, CV Budi Jaya Sentosa dan PT Sata Indonesia sama sama membeli tembakau hingga 500 ton. Ada juga perusahaan  Andalan Tani Nelayan 504 ton, serta beberapa perusahaan lainnya ingin membeli dibawah 500 ton. Kendati demikian, jika dibanding dua tahun sebelumnya, target pembelian tembakau jenis virginia pada tahun 2022 jauh lebih sedikit. Tahun 2021 target pembelian tembakau virginia sebanyak Rp 25.328.60 ton, dengan realisasi pembelian sebanyak 20,487.16 ton dan lebih rendah dari realisasi pembelian tembakau tahun 2020 yang mencapai 21.279.49 ton.

Dikatakan Ripai, menurunnya target dan realisasi pembelian tembakau virginia tiap tahunnya. akibat berkurangnya jumlah perusahaan mitra petani. Adapun jumlah perusahaan mitra tahun 2022 sebanyak 32 unit, kemudian berkurang menjadi 23 unit pada tahun 2022.

BACA JUGA :  HET Migor Dicabut, Stok Melimpah, Harga Mahal, Warga Kaget

Alasan makin berkurangnya jumlah perusahaan dalam membeli tembakau petani. Bisa jadi petani lebih suka menjual tembakaunya ke pedagang dacin daripada perusahaan. Karena dari sisi harga, daya beli pedagang dacin jauh lebih tinggi. Hal tersebut berdampak pada makin rendahnya penyerapan tembakau virginia oleh perusahaan di level petani.

“Sebenarnya masih ada perusahaan yang belum terdaftar.  Itu mereka datang langsung  ke petani saat menjelang panen tembako. Itu yang kita belum bisa data hingga kini. Karena mereka tidak melapor alias pedagang dacin,” tambahnya

Untuk mencapai target pembelian tembakau virginia oleh perusahaan tersebut bisa terealisasi, ditargetkan tahun ini luas areal tanam yang bisa ditanami petani mencapai 8.944,75 hektar dengan potensi jumlah produksi mencapai 17.291,17 ton.

“Untuk grade tembakau akan ditentukan ketika petani sudah bermitra dan telah melakukan penanaman. Penentuan grade tembakau didasari atas analisa usaha taninya,” katanya. (cr-rat)