Ismayani Sukses Jadi Pembuat Cold Storage Pertama di NTB, Produknya Dipesan Hotel

COLD STORAGE:  Ismayani pembuat sekaligus pemilik CV Raja Teknik tengah berdiri didepan cold storage yang dibuat bersama para pekerjanya. (DEVI HANDAYANI/RADAR LOMBOK)

Awalnya Cuma Servis AC, Begitu Ditawari, Langsung Belajar ke Semarang

Cold storage merupakan mesin refrigerasi yang digunakan untuk menyimpan suatu produk dalam suhu tertentu agar kualitas produk tetap terjaga. Radar Lombok berkesempatan mengujungi salah satu tempat servis AC di Kota Mataram belum lama ini. Bukan sembarang tempat servis, tetapi sekaligus industri pembuat cold storage pertama di NTB.

DEVI HANDAYANI- MATARAM

PERUSAHAAN jasa servis AC ini bernama CV Raja Teknik. Pemiliknya sendiri bernama Ismayani. Nah, Ismayani lah yang ternyata membuat cold stroge pertama di NTB.

Ia menceritakan, awal mula ia bergelut di bidang industri pembuatan mesin ini sudah dilakukan dari 2017 lalu. Mulai dari membuka usaha servis AC di beberapa hotel, perkantoran dan perumahaan. Setelah setahun membuka usaha tersebut, datang permintaan untuk membuat cold storage dari salah satu hotel di Senggigi Lombok Barat dengan kapasitas besar. “Saya waktu lagi servis AC. Kemudian ditanya sama engineering hotel Jayakarta, bisa buat cold storage tidak?,’’ tutur Ismayani mengutip pertanyaan engineering hotel Jayakarta waktu itu.

‘’Saya bilang bisa. Dari situ datang permintaan buat cold storage buat di hotel sebesar ruko,” sambungnya saat ditemui Radar Lombok di perusahaan jasanya di CV Raja Teknik JlDukuh Saleh No. 7, Pejeruk, Ampenan, Kota Mataram belum lama ini.

Yani, sapaan akrabnya mengatakan, permintaan yang datang pertama dari perhotel tersebut bukan hanya sekadar membuat cold storage saja. Bahkan dirinya sampai belajar hingga ke Semarang dalam pembuatan cold storage agar tidak mengecewakan konsumennya. Pasalnya, ia bersama pekerjanya juga tidak memiliki bakat untuk lansung membuatnya. Selama ini hanya melakukan servis saja. “Kendalanya membuat cold storage itu kita belum bisa sama sekali. Saya pribadi harus belajar ke Semarang di pabrik khusus pembuat cold storage. Dari sana belajar bagaimana strukturnya, ukuran mesin dan sebagai detailnya,” ujarnya.

Pembuatan cold storage tidak dapat hanya begitu saja dibuat. Bahkan yang sesuai dengan buatan pabrik. Untuk itu, Yani harus meningkatkan kemampuannya pada bidang tersebut sehingga mampu memenuhi permintaan dari perhotelan. Karena hal tersebut menjadi langkah awal meningkatkan usahanya. “Karena ilumnya cold storage ini hanya ada beberapa yang bisa di NTB. Tidak kurang dari 10 orang dan ini pembuatanya yang pertama kali di wilayah NTB,” ungkapnya.

Cold storage buatannya dengan buat pabrik memang tidak jauh beberbeda. Namun, kelebihan dari cold storage-nya yakni pembuatannya dapat disesuaikan dengan keinginan konsumennya. Selain itu, kecepatan penangan mesin cold storage jika ada kerusakan. “Itu kelebihan kita dibandingkan produk dari luar, kalau rusak itu harus panggil orang servisnya ke sini. Jadi makin bertambah biayanya kalau kami tinggal panggil langsung datang,” tuturnya.

Sampai saat ini, ada 6 hotel yang telah dibuatkan cold storage oleh Yani. Mulai dari wilayah Kota Mataram, Senggigi dan Gili Trawangan. Bahkan sekarang dirinya mendapatkan kerja sama dengan 10 hotel di NTB untuk pembuatan cold storage. Ada juga yang terbaru bekerja sama Yakult untuk membuat cold storage. “Itu kita sudah buatkan sebanyak 20 unit dengan ukuran 3 meter kali 3 meter. Untuk pembuatan cold storage kita sudah layani beberapa hotel, resort itu seperti di Villa Ombak juga ada yang minta,” kata lekaki bertubuh tinggi besar ini.

Sementara itu, harga dibanderol untuk mesin cold storage ini mulai dari harga Rp 5 juta dengan ukuran kecil. Kemudian dengan ukuran 1 meter kali 2 meter Rp 40 juta dan paling seukuran 4 meter kali 6 meter mencapai Rp 200 juta. Harganya akan disesuaikan dengan permintaan konsumen. “Selalu kita minta dp kepada konsumen sebagai tanda jadi, supaya mereka tidak tiba-tiba membatalkan ditengah jalan. Apalagi kapasitasnya mencapai 2 ton dengan ukurannya 1 kali 2 meter,” jelasnya.

Di sisi, ia juga diberikan pelatihan kompetensi oleh Dinas Perindustrian untuk mengembangkan kemampuannya yang membuat cold storage. Terutama untuk ikan dan bahan-bahan lainnya. “Dilakukan pelatihan oleh dinas perindustrian untuk memperoleh sertifikasi kompetensi. Sekarang ini baru pelaksanaan permintaan beliau untuk cold storage sebesar 50 cm kali 1,5 meter. Ini tahap awal, rencana perindustrian mau pesan yang banyak,” tandasnya.  (**)