Empat Orang Meninggal, 39 Kasus Baru Positif Covid-19

UPDATE : Data peta perkembangan Covid-19 di NTB tanggal 19 19 November 2020.

MATARAM-Hingga hari ini penambahan kasus baru Covid-19 masih terus terjadi. Bahkan kasus baru meninggal semakin meningkat, meski di satu sisi terdapat  tambahan pasien sembuh.

Penambahan kasus baru meninggal dunia tersebut, berdasarkan data Gugus Tugas Provinsi NTB pada Senin (19/11) yang mencatat empat orang meninggal dunia berasal dari empat kabupaten yakni, Lombok Tengah satu orang, Sumbawa satu orang, kabupaten Bima satu orang dan Kota Bima juga satu orang. “Hari ini (Kamis,red) terdapat penambahan empat kasus kematian baru,”ungkap Sekretaris Daerah (Sekda) selaku Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas Provinsi Provinsi NTB, Lalu Gita Ariadi melalui press release pada Kamis malam.

Ia meEmpatnyebutkan keempat orang meninggal dunia tersebut yakni pasien nomor 4419 atas nama H, laki-laki, usia 48 tahun, penduduk Desa Labuan Sumbawa, Kecamatan Labuan Badas, Kabupaten Sumbawa. Pasien dilakukan tatalaksana Covid-19. Kedua, pasien nomor 4483 atas nama N, perempuan, usia 41 tahun, penduduk Desa Selebung Borok Kecamatan
Janapria, Kabupaten Lombok Tengah. Pasien dilakukan tatalaksana Covid-19. Ketiga, pasien nomor 4490 atas nama R, perempuan, usia 47 tahun, penduduk Desa Rade, Kecamatan  Madapangga, Kabupaten Bima. Pasien memiliki riwayat penyakit komorbid dan dilakukan tatalaksana Covid-19. Pasien nomor 4528 atas nama TS, laki-laki, usia 46 tahun, penduduk Kelurahan Paruga, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima. Pasien memiliki riwayat penyakit komorbid dan dilakukan tatalaksana Covid-19.

Sementara di hari yang sama tercatat tambahan kasus baru positif sebanyak 39 orang yang dinominasi kasus asal Mataram sebanyak 10 orang, Kota Bima sembilan orang dan Sumbawa delapan orang. Sisanya dari Lombok Barat satu orang Lombok Tengah satu orang,  Lombok Timur tiga orang, Sumbawa Barat tiga orang dan satu orang dari luar Provinsi NTB. Hal ini diketahui setelah pemeriksaan 362 sampel di Laboratorium PCR RSUD Provinsi NTB, Laboratorium PCR Genetik Sumbawa Technopark, Laboratorium PCR RS Unram, Laboratorium PCR RSUD Kota Mataram, Laboratorium PCR RSUD dr. R. Soedjono Selong, Laboratorium PCR Prodia Mataram, Laboratorium TCM RSUD Bima dan Laboratorium TCM RSUD Dompu. Hasilnya 305 sampel negatif, 18 sampel positif ulangan, dan 39 sampel kasus baru positif Covid-19.

Selanjutnya, pada hari yang sama juga terdapat 22 pasien selesai isolasi dan dinyatakan sembuh dari Covid-19 setelah melalui tahapan uji swab dua kali negatif.  Rinciannya, Lombok Timur tiga orang, Sumbawa Barat enam orang, Sumbawa sembilan orang dan Kota Bima empat orang. “Dengan adanya tambahan 39 kasus baru terkonfirmasi positif, 22 tambahan sembuh baru, dan empat kasus kematian baru, maka jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB
sampai hari ini (19/11/2020) sebanyak 4.556 orang, dengan perincian 3.743 orang sudah sembuh, 245 meninggal dunia, serta 568 orang masih positif,”ungkapnya.

Hingga press release ini dikeluarkan, jumlah kasus suspek sebanyak 13.004 orang dengan perincian 388
orang (3%) masih dalam isolasi, 45 orang (0,4%) masih berstatus probable, 12.571 orang (96,6%) sudah discarded. Jumlah kontak erat yaitu orang yang kontak erat dengan pasien positif Covid-19 namun tanpa
gejala sebanyak 35.800 orang, terdiri dari 3.154 orang (8,8%) masih dalam karantina dan 32.646 orang (91,2%) selesai karantina. Sedangkan pelaku perjalanan yaitu orang yang pernah melakukan perjalanan dari daerah terjangkit Covid-19 sebanyak 92.551 orang, yang masih menjalani karantina sebanyak 1.216 orang (1,3%), dan yang selesai menjalani masa karantina 14 hari sebanyak 91.335 orang (98,7%).

Dengan penambahan kasus baru positif dan kasus meninggal dunia yang masih terus terjadi, Sekda, tidak bosen-bosen mengimbau kepada seuruh warga NTB untuk tetap menjaga kewaspadaan terhadap virus ini dengan menerapkan 3M dan 1T, yakni mamakai masker, mencuci tangan dengan sabun pada air mengalir, menjaga jarak minimal dua meter serta tidak berkerumun dan menjauhi keramaian. “Mari kita sayangi dan saling menjaga keselamatan diri kita dan orang-orang disekitar kita. Mari kita doakan juga saudara-saudara kita yang sedang berjuang untuk sembuh dari Covid-19. Jauhkan stigma negatif, kita bersama pasti bisa beradaptasi dengan tatanan kehidupan baru serta optimis dapat keluar dari ujian wabah ini. Dengan cara demikian, Insya Allah kita bisa tetap aman dan produktif di tengah pandemi Covid-19 ini,”ucapnya. (sal)