Empat Kaling Dipanggil Bawaslu

Hasan Basri (SUDIRMAN/RADAR LOMBOK)

MATARAM—Empat Kepala Lingkungan (Kaliñg) dipanggil Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Mataram karena diduga melakukan kampanye terselubung salah satu pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Mataram.

Ketua Bawaslu Kota Mataram, Hasan Basri mengatakan bahwa pemanggilan empat kaling itu masuk klasifikasi laporan masyarakat terkait dengan dukungan ke salah satu pasangan calon kepala daerah. “Sudah kita panggil, dan kalau soal sanksi sepenuhnya kita serahkan ke Wali Kota. Kita hanya berikan rekomendasi, karena termasuk perangkat daerah yang digaji melalui APBD,” katanya.

Sesuai aturan, maka semua perangkat daerah tidak diperbolehkan melakukan kampanye terselubung. Apalagi terkait dukungan ke pasangan calon kepala daerah. Semua harus menjaga nentalitas, termasuk kalangan ASN dan pejabat Kota Mataram.
Hasan tidak menyebut secara rinci siapa saja ke empat kaling yang sudah dipanggil. Namun pihaknya sudah melakukan penegakan melalui Gakumdu. Karena untuk semua kaling di Kota Mataram sejak awal sudah diberikan warning, termasuk soal dukungan selama ini, maupun jadi tim sukes (Timses). “Ada sanksi pidana juga. Jadi jangan macam-macam. Kita ingin Pilkada Kota Mataram ini tetap demokratis,” tegasnya.
Saat ini, ada 227 Kepala Lingkungan (Kaling) yang tersebar di 50 Kelurahan di Kota Mataram. Pemkot Mataram juga sudah bersikap memberikan surat edaran ke semua kelurahan. Terpisah Kepala Bagian Pemerintahan Setda Kota Mataram, I Made Putu Sudarsana mengatakan, para kepala lingkungan sudah diberikan peringatan sejak awal Karena mereka salah satu dari bagian perangkat daerah yang tidak boleh ikut politik praktis. “Sudah diingatkan sejak awal. Jangan sampai ada yang terlibat politik praktis. Sanksi juga sudah jelas dari Wali Kota Mataram,” sebutnya.
Untuk menjaga kenyamanan dan netralitas perangkat daerah di Kota Mataram, Pemkot Mataram sudah memberikan sosialisasi terkait dengan pelaksanaan Pilkada Kota Mataram 9 Desember mendatang. Semua perangkat daerah sampai ditingkat bawah, diminta untuk sama-sama mensukseskan Pilkada yang damai, aman, dan demokratis. “Jangan ada yang terlibat dalam politik praktis. Kaling harus tetap jaga netralitas. Jangan ada yang coba bermain-main,” pungkasnya. (dir)