Cakra Virajati, Wakil Indoenesia Di Ajang Tea Master Cup International

Terinspirasi dari Racikan Sang Ibu

Tea Master Cup International
TEH : Cakra Virajati saat beraksi dan menjadi juara di ajang tea master cup Indonesia bulan Juli lalu. (IST FOR RADAR LOMBOK)

Satu lagi pemuda asal NTB yang mampu menorehkan prestasi membanggakan di kancah internasional. Dia adalah Cakra Virajati sang peracik teh.


ALI MA’SHUM-MATARAM


Peracik teh masih terdengar asing. Yang biasa ditau orang adalah peracik kopi atau minuman lain. Di dunia internasional, peracik teh ini sering disebut Mixologist Tea . Di tengah asingnya peracik teh di Lombok, muncul sosok Cakra Virajati. Ia adalah mixologist tea asal Lombok. Prestasinya tidak sembarangan. Ia juara tea master cup Indonesia tahun 2019. Dengan prestasinya ini.

Cakra akan mewakili Indonesia di ajang tea master cup internasional. Di ajang itu Cakra akan bersaing dengan mixologist tea dari 25 negara. Seperti dari Rusia, Korea Selatan, Amerika Serikat, Inggris, New Zealand, Vietnam, Polandia dan lainnya. “Alhamdulillah saya mendapat kesempatan ini karena tanggal 24 Juli lalu saya memenangkan tea master cup Indonesia. Kepastian berangkatnya belum ditentukan. Karena panitia internasionalnya masih roadshow mencari pemenang di tiap negara,”ungkapnya kepada Radar Lombok kemarin.

BACA JUGA: Keluh Kesah Petani Garam Berjibaku Dengan Harga

Saat mengikuti tea master cup Indonesia, Cakra menampilkan ramuan terbaiknya. Teh racikannya ia sebut pitutur ibu. Ia terinspirasi oleh beras kencur sebagai minuman khas Indonesia namun tetap tidak menghilangkan cita rasa teh. Racikan andalannya itu menggunakan bahan dasar green tea asal Pekalongan. “Itu saya campur dengan beras, kencur, jahe, jeruk nipis dan gula. Alhamdulillah saya menang,” katanya.

Insiprasi lainnya datang langsung dari almarhumah ibundanya. Sedari kecil ia selalu diberikan beras kencur sebagai penambah nafsu makan. Juga bisa diminum untuk daya tahan tubuh. Pitutur sang ibu bisa ia minum siang dan sore hari. “ Cukup sentimentil memang alasannya. Jadi ada ceritanya. Dari kecil ibu saya menyuguhkan teh tiap pagi,” ungkap pria kelahiran tahun 1991 ini.

Karena sering diberikan teh oleh ibundanya, Cakra tertarik meracik teh sendiri. Kemampuan meracik teh ini ia peroleh dengan belajar sendiri (otodidak). Lalu ia kembangkan dengan menggabungkan cita rasa teh dengan minuman lainnya. Di samping itu, ia juga belajar menyeduh dari beberapa pakar. Tujuannya untuk mengetahui cara menyeduh teh dengan baik dan benar. “Anak muda sekarang mungkin sudah susah minum jamu. Jadi saya kombinasikan teh dan jamu agar kekinian,” terangnya.

BACA JUGA: Reva Marsela Aziza, Siswa Peraih Medali Kejuaraan Karate Internasional

Ketika teh bisa dicampur dengan bahan lainnya, menurutnya akan semakin menarik. Sebagai mixologist tea ia harus bisa mengeksplorasi sehingga memperkaya cita rasa teh. Bukan dengtan membuat rasa baru. Karena inti mixology tea adalah membuat racikan teh dengan bahan lain. “Ini yang buat saya semakin ingin mendalami teh Indonesia dan terus mencoba,” jelasnya.

Sembari menanti ajang tea master cup internasional, Cakra mengaku akan mempersiapkan diri dengan maksimal. Bukan hanya persiapan mental, tapi juga mempersiapkan racikan teh terbaiknya. Ia berjanji akan menampilkan ciri khas Indonesia dalam racikannya. “Saya masih mencoba meracik beberapa minuman lagi. Saya masih mencoba mengkombinasikan teh lokal Indonesia dengan beberapa bahan lainnya. Ke depan saya juga ingin mengedukasi orang tentang teh lokal Indonesia,” kata pemilik Kedai Teh Dialog di Gomong Mataram ini.(*)