Banyak Mahasiswa Terjerumus Jasa Pacar Sewaan

AKUN : Inilah akun istagram sewa pacar yang mulai marak di Kota Mataram. (SUDIRMAN/RADAR LOMBOK)

MATARAM – Jasa sewa pacar yang mulai  berselanjar di media sosial di Kota Mataram semakin meresahkan. Jasa sewa pacar melalui akun instagram Seconddate_mataram memiliki ribuan pengikut saat ini menjadi perhatian anggota DPRD Kota Mataram.

Hal in sangat disayangkan Ketua Fraksi PDI Perjuangan, Nyayu Ernawati. Dia meminta untuk segera ditindak tegas melalui Dinas Komonukasi dan Informatika bisa melakukan pelacakan. ‘’Model jasa itu dinilai melanggar norma-norma yang ada, sehingga perlu ditutup atau dihentikan. Ini sudah sangat meresahkan dan mengarah ke arah prostitusi dengan biaya tarik yang sudah disediakan,’’ katanya kepada Radar Lombok, Minggu (16/7).

Penyedia sewa pacar melalui akun instagram Seconddate_mataram tertera harga secara jelas. Dari online date yang masuk untuk ditemani bepergian Rp 125 ribu, call Ep 35 ribu per jam, Vidio call (VC) Rp 45 ribu per jam. Sedangkan offline untuk 3 Jam Rp 250 ribu, 4 jam Rp 300 ribu, 5 jam Rp 350 ribu.  Untuk cewek yang disediakan sudah ada dicantumkan biodata dan nama, serta whatsapp yang bisa dikonformasi.

Baca Juga :  Martawang-Alwan Bersaing Rebut Kursi Sekda

Dikatakan Nyayu, menilai model jasa tersebut sudah berada di luar aturan, sehingga harus menjadi atensi semua pihak. LPA Kota Mataram sudah melakukan penelusuran dan sudah melakukan investigasi.

Pihaknya pun merencanakan koordinasi lebih lanjut dengan stakeholder terkait seperti Lembaga Perlindungan Anak (LPA), Pemkot Mataram dan lain-lain untuk menentukan langkah konkret. “Kita akan bahas ini dengan LPA dan sebagainya. Kalau seperti ini kan anak-anak kita sudah di luar jalur. Ini sudah tidak sesuai dengan norma-norma agama dan kasihan anak-anak remaja di Kota Mataram,’’ tegasnya.

Selain itu, pihaknya meminta Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Mataram untuk melakukan pemantauan lebih lanjut, mengingat bisnis tersebut dijalankan dengan sistem dalam jaringan (daring) alias online. “Kalau bisa ditutup, ya ditutup saja gitu,’’ singkatnya.

Baca Juga :  Meresahkan, Dinas Sosial Amankan ‘Manusia Silver’

Terpisah, Kepala LPA Kota Mataram Joko Jumadi mengatakan, kasus sewa pacar ini terus ditelisik. Bukan hanya perempuan yang tersedian namun ada laki-laki juga, banyak kalangan remaja yang menyodorkan diri melalui akun instagram. ‘’Sudah kita coba telisik lebih dalam. Banyak remaja terutama mahasiswa yang terjerumus,’’ katanya.

Dari hasil investigasi dan chating yang dilakukan LPA Kota Mataram, kalangan remaja yang terlibat sewa pacar bukan tersandung ekonomi. Namun, mereka murni sudah melakoni bisnis tersebut dan banyak tertarik dari kalangan remaja. Karena sewa pacar tidak ada ikatan yang dan ditetapkan di perjanjian mereka. ‘’Kita terus telusuri,’’ singkatnya. (dir)

Komentar Anda