Wilayah NTB Diperkirakan akan Diguyur Hujan Lebat

WASPADA: Sejumlah wilayah NTB masih berpotensi diguyur hujan lebat disertai angin kencang.(dok)

MATARAM-Badan Meteorologi, Klimatologidan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Zainudin Abdul Majid (ZAM), kembali merilis perkiraan cuaca dalam beberapa hari kedepan.

Wilayah NTB akan diguyur hujan lebat dari tanggal 19 sampai 25 November 2020. Prakirawan Badan Meteologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Zainudin Abdul Majid (ZAM) Desi Megawati, menyampaikan, cuaca umumnya  di wilayah NTB diperkiraan cerah berawan hingga hujan lebat.Tercatat sampai 21 November 2020 akan terjadi hujan dengan intensitas ringan hingga lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang berpotensi terjadi di sebagian wilayah Kota Mataram, Kabupaten Lombok Barat, Lombok Utara, Lombok Tengah, Sumbawa Barat, Sumbawa, Dompu dan Bima pada siang hingga malam hari. “Suhu udara berkisar 22 derajat celcius sampai 35 derajat celcius,”jelasnya.

Kondisi angin permukaan bertiup dengan variasi arah dominan dari timur hingga selatan, dengan kecepatan angin maksimum mencapai 35 km/jam.

Sementara perkiraan cuaca pada tanggal 22 sampai 25 November 2020 pada umumnya juga masih terjadinya hujan dengan kondisi cerah berawan sampai hujan lebat. Hujan dengan intensitas ringan sampai sedang yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang berpotensi terjadi di sebagian wilayah Kabupaten Lombok Barat, Lombok Utara, Lombok Tengah, Sumbawa Barat ,Sumbawa, Dompu dan Bima pada siang hingga malam hari. Suhu udara berkisar 23 derajat celcius sampai 35 derajat celcius. “Angin permukaan bertiup dengan variasi arah dominan dari timur hingga selatan, dengan kecepatan angin maksimum mencapai 35 km/jam,”katanya.

Berdasarkan analisis data kondisi fisis dinamika atmosfer, terpantau adanya sirkulasi siklonik di Sumatera
Utara dan di Selat Karimata. Belokan angin terbentuk di Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Kep. Bangka
Belitung, NTT, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Sulawesi Tengah, dan Maluku. Pertemuan massa udara (konvergensi) terpantau di Sumatera Utara, Sumatera Barat, Bengkulu, Kep. Riau, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, Pulau Kalimantan, Sulawesi Utara, Maluku dan Papua bagian selatan. Suhu permukaan laut di wilayah perairan Provinsi NTB dan sekitarnya berkisar antara 29.0 derajat celcius sampai dengan 31.0 derajat celcius, dengan anomali 0 derajat celcius sampai dengan 2.0 derajat celcius. Angin permukaan di wilayah NTB bertiup dengan variasi arah dominan dari timur sampai selatan dengan kecepatan angin maksimum mencapai 35 km/jam. Potensi pertumbuhan awan hujan terdapat di sebagian wilayah NTB dengan intensitas hujan sedang hingga lebat.

Sementara terkait dengan informasi gelombang wilayah perairan NTB sampai 21 November 2020 agar mewaspadai tinggi gelombang yang mencapai 2 meter hingga 4 meter di Selat Lombok bagian Selatan, Selat Alas bagian Selatan, Samudra Hindia Selatan NTB dan Selat Sape bagian Selatan. Kreteria tingkat bahaya gelombang laut, 1,25 meter sampai 2,0 meter bahaya bagi perahu nelayan. 2,0 meter sampai 3,0 meter berbahaya bagi perahu nelayan dan tongkang. 3,0 meter sampai 4,0 meter berbahaya bagi perahu nelayan, tongkang dan ferry. Dan 4,0 meter lebih berbahaya bagi semua kapal.
Ditambahkan Prakirawan BMKG Lombok Barat, Budi Setyawan mengingatkan kepada masyarakat agar tetap waspada dan selalu memperhatikan kondisi cuaca. “Yang perlu diperhatikan masayarakat itu waspadai lingkungan sekitar seperti menghindari jalan-jalan pohon besar apabila ada hujan angin, dan perlu diperhatikan drainase selokan, apakah ada sampah atau tidak, agar tidak ada genangan air ketika hujan tiba,”tambahnya.

Disampaikan juga, terkait dengan kondisi cuaca di beberapa wilayah yang terkadang terasa panas meski sering diguyur hujan yang disebabkan pergerakan matahari menuju khatulistiwa, sehingga mengakibatkan wilayah Indonesia bagian selatan menjadi lebih panas dari bulan-bulan sebelumnya. “Kondisi ini akibat pergerakan matahari yang menuju khatulistiwa, sehingga mengakibatkan wilayah Indonesia bagian selatan menjadi lebih panas dari bulan-bulan sebelumnya. “Kondisi ini berlangsung hingga bulan Februari tahun depan,”jelasnya. (Sal).