Masih Banyak Lansia Takut Divaksin

VAKSIN LANSIA: Untuk mempercepat capaian vaksinasi untuk Lansia, Direktur RSUD Mataram mengusulkan dilakukan vaksinasi Lansia di pusat perbelanjaan. Tampak para Lansia yang melakukan vaksinasi. (ALI/RADAR LOMBOK)

MATARAM—Kalangan lanjut usia (Lansia) di Kota Mataram, ternyata masih banyak yang menolak untuk diberikan vaksin Covid-19. Itu terjadi, karena belum ada sosilisasi yang intens kepada masyarakat, terkait manfaat dilakukannya vaksin sinovac.

Menurut Anggota Komisi IV DPRD Kota Mataram, H Syahrial Azmi, untuk program vaksin terhadap kalangan lanjut usia (Lansia), seharusnya mereka diberikan pemahaman secara positif terlebih dahulu. “Masih banyak kalangan Lansia yang menolak, karena mereka takut. Kita minta dinas terkait untuk lebih gencar melakukan sosialisasi ke masyarakat,” katanya kepada Radar Lombok, kemarin.

Menurutnya, Tim Satgas Covid-19 Kota Mataram, harus kerja keras. Karena para Lansia masih banyak yang belum memahami dampak positif dari vaksin sinovac ini. Data Lansia sudah jelas se-Kota Mataram, dan tinggal menjemput bola. Jadi tidak hanya menunggu laporan yang masuk ke Puskesmas.

“Kita minta Tim Satgas Covid-19 lebih intens lagi ke lapangan. Jangan sekedar menunggu di rumah sakit maupun Puskesmas saja. Karena para Lansia ini masih banyak yang belum memahami apa manfaat vaksinasi selama ini,” ujar Tuan Azmi, sapaan akrabnya.

Dijelaskan Tuan Azmi, data Lansia se-Kota Mataram ada sebanyak 13.366 orang. Sementara Tim Satgas Covid-19 Kota Mataram menyediakan layanan di beberapa tempat seperti RSUD Kota Mataram, Puskesmas, dan ada rencana di pusat perbelanjaan atau mall.

Sementara Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Mataram, dr HL Herman Mahaputra membenarkan, bahwa untuk mempercepat vaksinasi Lansia, pihaknya mengusulkan atau merencanakan vaksinasi untuk Lansia digelar di pusat perbelanjaan atau mall di Kota Mataram. “Iya ini saya punya ide. Kita ingin men-tracing Lansia juga untuk divaksin di mall,” ujarnya.

Pria flamboyan ini mengaku serius dengan rencananya. Dirinya tidak hanya melempar wacana. Tapi jadi tidaknya rencana tersebut bergantung pada koordinasi dengan Dinas Kesehatan (Dikes) setempat. “Tapi kan memang kita harus koordinasikan dulu dengan dinas kesehatan,” ungkapnya.

Kendati belum berkoordinasi dengan dinas kesehatan. Tanggapan positif sudah didapat dari pengelola mall. Salah satu mall di Kota Mataram setuju tempatnya digunakan sebagai lokasi vaksinasi Lansia. “Mall-nya sudah well come. Malah meminta kita untuk divaksin di sana. Satu mall saja, kita sudah jajaki dengan Epicentrum Mall. Kalau yang lain belum kita jajaki,” terangnya.

Di pusat perbelanjaan tersebut, nanti sasarannya jelas hanya untuk Lansia yang banyak datang untuk berbelanja dan keperluan lainnya di mall. Maka mall cukup strategis dipilih sebagai tempat vaksin. ‘’ Kita sasarannya hanya Lansia saja. Kan banyak Lansia di sana yang datang,” ungkapnya.

Diketahui, jatah penerima vaksin untuk lansia di Kota Mataram sebanyak 13.336 orang. Untuk lansia ini kata dia, memang capaiannya harus dikejar secepat mungkin. “Pokoknya targetnya bagaimana mencapai cakupan target. Kenapa penting, inilah harapan kita (vaksin) satu-satunya untuk mengurangi pemaparan dan kondisi buruk,” jelasnya.

Tentang rencana ini, jika sudah disetujui oleh dikes. Dia memprediksi bisa dilaksanakan pekan ini juga. “Insya Allah minggu ini. Kita maksimalkan dulu vaksinasi lansia di puskesmas dan RSUD,” imbuhnya.

Untuk vaksinasi Lansia, dr Jack menerangkan, pemerintah tidak hanya bisa berdiam diri dan menunggu. Tapi turun langsung dengan melakukan sejumlah terobosan. Seperti melaksanakan vaksinasi di mall. Strateginya dengan mencari komunitas lansia. “Jadi satu orang kita vaksin. Nanti dia bercerita, nah dia bisa menjadi corong kita dimasyarakat. Kita tidak mampu untuk mengajak semuanya. Bisa saling ajak dia nanti. Kalau kita hanya diam saja di rumah sakit. Ya tidak bisa selesai,” jelasnya.

Sedangkan Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Mataram, I Nyoman Swandiasa mengatakan, secara pribadi dirinya menyambut baik rencana yang dilontarkan Direktur RSUD Kota Mataram. Karena cakupan vaksinasi Lansia harus dengan capaian maksimal. “Tapi nanti tergantung hasil koordinasinya dengan dinas kesehatan,” singkatnya. (gal/dir)