Mengenang Kepergian Ulama Kondang Syeikh Ali Jaber Untuk Selamanya

BERDUKA : Gubenur NTB, Zulkieflimansyah saat berkunjung ke rumah Almarhum Syekh Ali Jaber di Jalan Ade Irma Suryani Monjok no 38B, Kota Mataram, Kamis malam (14/1).

Ulama kondang Syeikh Saleh Mohammed Ali Jaber tutup usia, Kamis (14/1). Banyak kenangan yang ditinggalkannya. Tak hanya untuk keluarganya tapi juga umat Islam, khusus umat Islam di Pulau Lombok.


FAISAL HARIS-MATARAM


SEPUPU Syeikh Ali Jaber, Abdulrahman Husen Jabar menuturkan soal sosok alhmarhum selain dikenal sebagai pendakwah juga orangnya suka membantu orang. “Beliu orangnya sangat dermawan. Tidak hanya kepada orang yang dia kenal. Tapi sama orang yang dia tidak kenal saja tidak sungkan untuk membantu,” tuturnya. 

Bahkan, kata Husen, ada salah satu orang yang pernah dibantu almarhum bercerita kalau dirinya pernah dibantu oleh almarhum biaya berobat ibunya oprasi di rumah sakit hingga puluhan juta. Tapi orangnya itu tidak dikenal sama sekali oleh almarhum, bahkan orang yang dibantu itu kaget soal saat dibantu biaya oprasi ibunya. “Padahal dia hanya ketemu di Indomaret, kalau orangnya itu sedang membutuhkan bantuan. Almarhum pun bantu pada saat itu juga,” tuturnya sosok Syeikh Ali Jaber. 

Hingga saat ini, lanjut Husen, tidak pernah syeikh Ali Jaber bercerita soal tersebut, malah dia ketahui dari orang. “Saya tunggu Syeikh Ali sehat, saya mau tanya soal itu. Karena selama ini Syeikh tidak pernah cerita soal itu,” sambungnya.

Hal yang sama juga disampaikan salah seorang warga Kota Mataram yang  datang melayat ke rumah istri almarhum. Ia sangat berharap almarhum bisa dimakamkan di Lombok sesuai wasiatnya. Karena sosok Syeikh Ali Jaber diangkat sebagai Guru dan ulama yang sangat mulia di mata masyarakat Lombok pada umumnya. Apalagi almarhum dikenal sangat dermawan kepada semua orang. “Kita melihat Syeikh Ali Jaber, orangnya yang dermawan kepada semua orang. Tidak hanya sebagai guru dan ulama kita di Lombok, beliu sosok yang sangat luar bisa,” ucap Wildan seraya berdoa untuk sang guru. 

Wildan juga sangat menyangkan, jika Syeikh Ali Jaber tidak bisa dimakamkan di Lombok sesuai wasiat sang ulama kondang tersebut. “Beliau kan pernah berwasiat kalau meninggal minta dimakamkan di Lombok. Sekarang kita dapat kabar beliu tidak jadi dimakamkan di Lombok. Ini cukup kita sayangkan, karena keluarga besar masyarakat Lombok pada umumnya sangat berharap beliu bisa dimakamkan di Lombok,” sesalnya. 

Lebih lanjut, Wildan menuturkan, mengenal sosok syeikh Ali Jaber susah diuraikan dengan kata-kata. Mengingat Almarhum cukup luar biasa, tidak hanya sebagai sosok ulama yang penuh karismatik almarhum juga orangnya sangat ramah ketika berjumpa sama siapa saja. “Masyallah beliu gimana ya. Mungkin kalau kita bahasakan beliu adalah sosok panutan kita. Jika kita ibaratkan beliu adalah orang yang mulia,” ujarnya. 

Karena peniliannya itu, Wildan mengenal selama Syeikh Ali Jaber ketika berada di Lombok. Orangnya sangat jujur, ramah, santun dan apa yang diperbuat itu sesuai perkataanya. Tidak pernah didengar ada ketersinggungan orang dari apa yang disampaikan ke masyarakat di kala almarhum mengisi dakwahnya. “Ini yang dapat kita teladani dari sosok beliu selama ini. Jadi beliu cukup diseganilah disini khususnya di Masyarakat Lombok pada umumnya,” tuturnya.

Hasan, anak Syeikh Ali Jaber juga mengenang pesan terakhir ayahnya. Agar anak-anaknya jangan sampai luput salat. “Jaga selalu tiang agama, jangan meninggalkan salat. Itu pesan terakhir Abah,” tuturnya. 

Hasan juga belum lama ini pulang ke Lombok, mengingat kondisi almarhum pada saat ia pulang ke Lombok sudah mulai stabil. “Sebanarnya dari kemarin Abah sudah mulai stabil kondisinya. Tapi satu hari sebelum meninggal kondisinya mulai drop hingga tadi pagi tutup usia,” sambungnya.

Gubernur NTB, Zulkieflimansyah mengenang kembali pertemuan terakhir dengan Syekh Ali Jaber. Saat itu almarhum sempat menginap selama lima hari pada November 2020 lalu setelah menghadiri kegiatan di Lombok Timur. “Waktu itu yang paling lama beliau menginap di sini. Biasanya hanya 1-2 hari,” tutur Gubernur. (**)