Doktor Zul Setengah Hati Menangkan Selly-Manan?

SAPA: Calon Wali Kota Mataram Putu Selly Andayani saat menyapa masyarakat Kota Mataram, belum lama ini. (IST FOR RADAR LOMBOK)

MATARAM-Ketua Tim Pemenangan Pilkada DPW PKS NTB Dr. Zulkieflimansyah kabarnya setengah hati memenangkan Putu Selly Andayani-TGH Abdul Manan di Pilkada Kota Mataram 2020.

Pengamat Politik UIN Mataram, Agus, M.Si menilai ada dua penyebab Zulkieflimansyah terlihat setengah hati dalam memenangkan Selly-Manan. Pertama, ada beban psikologis tercipta dalam koalisi PDIP-PKS di tingkat pusat. PDIP sebagai parpol pendukung utama pemerintah dan PKS dicitrakan parpol oposisi.

Hampir di semua isu, PKS selalu memilih berseberangan dengan kebijakan pemerintah. Teranyar, PKS menjadi salah satu parpol yang menentang disahkannya Undang-Undang Cipta Kerja yang memicu polemik di tanah air. “Belum lagi, isu komunisme versus Islam dan lainnya,” terangnya.

Kedua, gagalnya koalisi PDIP-PKS di Pilkada Sumbawa untuk mengusung Mahmud Abdullah-Dewi Noviany berdampak terhadap keseriusan Zulkieflimansyah dalam memenangkan Selly-Manan. Lantaran, apa yang menjadi skenario awal Zulkieflimansyah dan Ketua DPD PDIP NTB Rahmat Hidayat untuk koalisi di Pilkada Sumbawa dan Kota Mataram gagal total. (Selly adalah istri Rahmat Hidayat dan Dewi Noviany adalah adik Zulkieflimansyah). Gagalnya koalisi itupun berdampak terhadap komitmen dalam memenangkan Selly-Manan. “Tentu akan berbeda perlakuan Doktor Zul di Pilkada Sumbawa dan Pilkada Kota Mataram,” terangnya.

Berbeda perlakuan dimaksud yakni Zulkieflimansyah akan lebih memilih fokus dalam memenangkan Haji Mo-Novi. Karena kalah atau menangnya Haji Mo-Novi di Pilkada Sumbawa, secara psikologi dan personal akan berimbas kepada pribadi Zulkieflimansyah. Karena bagaimanapun, citra Dewi Noviany melekat juga sosok mantan Anggota DPR RI itu. “Berbeda dengan Pilkada Kota Mataram. Menang atau kalah, Selly-Manan tidak berdampak terhadap Doktor Zul,” urainya.

Pengamat Politik Dr. Kadri mengatakan, posisi Zulkieflimansyah  sebagai Gubernur NTB membuatnya tidak leluasa bergerak mengampanyekan Selly-Manan karena akan diawasi banyak pihak, utamanya Bawaslu. Akibatnya, ruang gerak terbatas dalam melakukan manuver politik memenangkan Selly-Manan. “Sesuai aturan, jika Gubernur mau berkampanye kan harus cuti. Tentu ini jadi kendala dan hambatan tersendiri bagi Doktor Zul,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Tim Pemenangan Selly-Manan, Eko Anugrah menyadari bahwa posisi Zulkieflimansyah sebagai Gubernur NTB membuat dirinya harus bisa bersikap adil dan jadi pengayom semua pihak. Meski sebagai kader PKS sekaligus Ketua Tim Pemenangan Pilkada PKS di NTB, Doktor Zul tidak akan leluasa mengampanyekan paslon. “Kita pahami beliau sebagai Gubernur, yang  bersikap adil dan jadi pengayom,” lugasnya. (yan)