Zul-Rohmi Tumbang Sebelum Perang?

TGH Mahalli Sebut Zul-Rohmi Peringkat 3

Paket Zul-Rohmi
Paket Zul-Rohmi

MATARAM – Calon gubernur NTB, Dr Zulkieflimansyah kurang terdengar gaungnya belakangan ini. Padahal, sebelum-sebelumnya, Dr Zul merupakan orang yang paling berambisi ingin merebut kursi nomor 1 di NTB.

Alih-alih semakin giat mensosialisasikan diri, Dr Zul seperti kehabisan bensin di tengah jalan. Dua partai pengusungnya, Demokrat dan PKS juga belum terlihat totalitas mensosialisasikan Dr Zul. “Setiap orang punya strategi, kita juga kan belum turunkan TGB yang juga pimpinan Demokrat dan adik kandung ibu Rohmi,” kilah ketua DPD Demokrat NTB, TGH Mahalli Fikri saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu kemarin (28/3).

Dituturkan Mahalli, informasi yang didapatkannya, pasangan calon Zul-Rohmi saat ini berada pada urutan ke-3. Hal itu berdasarkan hasil survei Sinergi Data Indonesia (SDI). Namun, Mahalli belum bisa menjabarkan secara rinci, mengingat dirinya juga belum pernah melihat hasil survei tersebut. “Saya hanya dikasitau, dapat informasi seperti itu,” katanya.

Lebih lanjut disampaikan, pihaknya sebenarnya telah menggunakan 4 lembaga survei lokal. Hasilnya secara akumulatif, pasangan Zul-Rohmi berada pada urutan pertama. Namun, elektabilitas yang tinggi tersebut, karena juga masih banyak masyarakat yang belum menentukan pilihan. Hasil survei lembaga lokal yang digunakan, menempatkan Paslon Zul-Rohmi menang di seluruh kabupaten/kota di pulau Sumbawa. Mulai dari Bima, kota Bima, Dompu, Sumbawa dan Sumbawa Barat dimenangkan oleh paslon nomor urut 3. “Kalau per kabupaten, semua kabupaten di pulau Sumbawa, Zul-Rohmi menang,” sebutnya.

Berbeda halnya dengan peta politik di pulau Lombok. Paslon Zul-Rohmi kalah di kota Mataram, Lombok Barat, Lombok Timur dan Lombok Tengah. “Di Lotim kita urutan kedua, di Loteng urutan ketiga, di Lobar dan Mataram juga urutan kedua. Tapi secara komulatif se-NTB kita berpotensi menang urutan pertama,” ungkapnya. Mahalli menegaskan, hasil survei tersebut dapat dipertanggungjawabkan. Meskipun hasil survei belum tentu bisa memastikan kemenangan. Mengingat, pencoblosan masih tinggal 2 bulan lagi. “Manusia paling bodoh adalah yang bohongi diri sendiri, masa bodohi diri dengan survei,” ucapnya. Pergerakan tim kedepan sangat menentukan. Semua bisa saja berubah tergantung dari usaha di lapangan. “Pergerakan kedepan masih terbuka. Hasil survei hari ini gak bisa tentukan pemenang, yang jelas trend Zul-Rohmi positif,” ujarnya.

Di sisi lain, beredar informasi beberapa petinggi partai pengusung sudah mulai ogah-ogahan memberikan dukungan. Hal itu disebabkan elektabilitas Zul-Rohmi yang sulit akan menang. Akibatnya, komunikasi- komunikasi politik untuk memberikan pada Paslon lain dilakukan. Selain itu, informasi yang diserap Radar Lombok, ada skenario yang akan terjadi berupa pemberian dukungan paslon tertentu ke paslon lain. Apalagi elektabilitas Ali- Sakti terus meningkat. Apabila Ali-Sakti menang, maka akan menjadi tamparan keras bagi parpol. Hal itulah yang tidak diinginkan. Untuk menghadang calon independen, maka kekuatan parpol harus disatukan demi menjaga kehormatan. Menyikapi isu tersebut, Mahalli menanggapi santai. Dirinya merasa seluruh tim Zul-Rohmi masih solid dan tetap menargetkan menang. “Target Zul-Rohmi menang, yang bilang lempar handuk hanya orang gak senang. Elemen pemenangan Zul-Rohmi terus bergerak kok,” katanya.

Mahalli sendiri tidak membantah jika komunikasi memang terjalin dengan tim lain. Mengingat, banyak tim lawan yang merupakan temannya. “Misalnya ibu Isvie ketua tim Suhaili-Amin, kan memang tetap kita komunikasi di sini karena beliau ketua DPRD dan saya wakil ketua di sini,” terangnya.

Terkait strategi dasar pemenangan pengalihan dukungan, maka yang memutuskan adalah paslon itu sendiri. Komunikasi politik juga ada tim sukses yang memiliki kewenangan. “Kalau saya kan gak punya wewenang untuk itu. Saya tegaskan tidak ada komunikasi politik, saya meski ketua partai tidak punya hak. Yang punya hak itu paslon. Tapi kita ingin menang terhormat dan kalah secara terhormat,” ujarnya.

Oleh karena itu, nantinya juga akan diturunkan TGB untuk mendongkrak elektabilitas Zul- Rohmi. “Hasil pembicaraan dengan TGB, beliau akan turun. Saat ini kami juga sedang survei menggunakan lembaga nasional, dan ada 1 lembaga survei lokal juga,” tandasnya.

Terpisah, Ketua DPW PKS NTB, H Abdul Hadi juga membantah apabila partai pengusung sudah loyo memperjuangkan kemenangan Zul – Rohmi. Semua mesin partai telah diintruksikan untuk memenangkan Paslon nomor 3. Hadi juga dalam kesempatan tersebut membantah jika nama Dr Zulkieflimansyah masuk menjadi bakal calon legislatif dari PKS NTB untuk DPR-RI. “Tidak benar, Caleg PKS dapil NTB 1, pak Agus Ismail MSc dan Jainul Gibran serta satu tokoh perempuan Dompu,” tegasnya.

Dikatakan, sikap PKS tetap komitmen mendukung Zul- Rohmi. PKS juga telah melakukan konsolidasi pemenangan Pilkada 2018. “Jadi kita tetap kok bekerja. Gak ada juga komunikasi politik dengan Paslon lain,” tutupnya.

Informasi tidak turunnya TGB dalam mengkampanyekan pasangan Zul-Rohmi juga dibantah Ketua Komite Pemenangan Pemilu DPD Partai Demokrat NTB, M Nashib Ikroman. Dia memastikan, bahwa TGB akan turun mengkampanyekan pasangan Zul-Rohmi. Pihaknya sedang memfinalisasi jadwal anggota Majelis Tinggi Partai Demokrat TGH M Zainul Majdi untuk turun mengkampanyekan Zul-Rohmi. ‘’Pak Gubernur pejabat publik. Jadi perlu ada izin kalau beliau kampanye, tidak bisa sembarangan. Kita sedang finalisasi jadwalnya,’’ ungkap Nasib. (zwr/yan)