Zohri Jadi Peserta Termuda di Doha

Zohri Jadi Peserta Termuda di Doha
FOSE: Lalu Muhammad Zohri dan Kepala Dispora NTB Hj Husnanidiaty Nurdin berfoto bersama seusai latihan di stadion GBK Jakarta, belum lama ini.( IST FOR RADAR LOMBOK)

MATARAM— Pada Kejuaraan Dunia Atletik yang akan digelar di Doha – Qatar, hari ini, Jumat (27/9), sprinter NTB, Lalu Muhammad Zohri tecatat sebagai peserta termuda.

Ketua KONI NTB H Andy Hadianto mengatakan, menjadi suatu kebanggan tersendiri ketika salah satu atlet jebolan NTB membawa nama besar Indonesia di kancah internasional menjadi peserta termuda. Selain skill dan kualitas yang diakui banyak kalangan, kini muncul lagi kelebihan tersendiri yang ditonjolkan sosok Zohri. Di usianya yang terbilang paling muda sudah turun di event internasional.

“Tentu kita sangat bangga karena atlet kita punya kelebihan tersendiri,” katanya Kamis (26/9).

Catatan termuda itu lanjut Andy, sudah tertuang dalam rilis peserta nomor 100 meter putra yang dikeluarkan IAAF. Dalam data itu, Zohri terdaftar sebagai sprinter kelahiran 1 Juli 2000.

Datang ke Doha dan bertanding di kejuaraan dunia, Zohri akan berlomba di antara nama-nama atlet familiar dan senior sepertu Justin Gatlin, Coleman dan lainnya. Namun demikian, dengan menyandang sebagai peserta termuda diharapkan tidak dijadikan beban oleh soosk pelari kelahiran Lombok Utara tersebut.

“Tapi harus dijadikan motivasi berbuah prestasi yang membawanya berada di antara pelari-pelari top dunia itu. Pokoknya jangan Zohri jadikan kondisi ini beban. Zohri harus tetap fokus kejar tiket kejuaraan dunia itu,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) NTB Hj Husnanidiaty Nurdin menyebut, Zohri saat ini selain sebagai peserta termuda, dia juga datang ke Doha sebagai manusia tercepat Asia Tenggara dengan catatan waktu 10.03 detik. Bahkan Zohri juga datang ke Doha dengan catatan waktu dalam latihan terakhir di GBK Jakarta, yaitu 9.36 detik (menggunakan hand time) dan 9.45 detik (menggunakan electric time).

Sejauh ini, dari berbagai informasi, Indonesia belum pernah menempatkan satu atlet pun dalam daftar peraih medali di kejuaraan dunia. Zohri diharapkan bisa memecah keadaan itu dengan bekal 10,03 detik yang dicapainya saat meraih perunggu pada Kejuaraan Seiko Golden Grand Prix di Osaka, Jepang.

“Kita doakan, semoga Zohri tetap sehat dan lesatannya lebih cepat,” pungkasnya. (rie)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid