Zaldy Tidak Khawatirkan Tender Lelet

M Zaldy Rahardian (HERY MAHARDIKA/RADAR LOMBOK)

TANJUNG – Dari 62 paket pekerjaan fisik atau barang atau jasa masuk ke unit pengadaan barang/jasa (ULP) untuk proses dilelang, yang paling banyak memiliki paket lelang adalah Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) sebanyak 35 paket.

Paket proyek milik Dinas PUPR nilai terendah sebesar Rp 150 juta untuk biaya konsultan dan nilai terbesar Rp 5,9 miliar lebih untuk pengadaan kontruksi jalan paket I (DAK) ruas jalan Selelos-Gangga. Sampai akhir bulan Juli ini, dari 35 paket proyek yang sudah selesai tahap lelang baru 19 paket baik konsultan maupun kontruksi. Masih tersisa sebanyak 16 paket dalam tahap proses lelang. Dengan jangka waktu yang tinggal lima bulan tahun 2017 akan segera berakhir, justru Kepala Dinas PUPR M Zaldy Rahardian tidak mengkhawatirkan waktu yang akan cepat berganti. “Tidak ada yang perlu dikhawatirkan, semua pekerjaan akan berjalan sesuai tenggat waktu yang sudah ditentukan,” katanya kepada Radar Lombok, kemarin.

Baca Juga :  Kasus IGD dan ICU RSUD KLU, PPK Kembali Diperiksa

Dari puluhan paket proyek yang masuk kebanyakan kontruksi jalan, sehingga jika melihat waktu yang masih lima bulan maka waktu penuntasan jalan paling lama tiga atau empat bulan, bahkan pekerja mampu menyelesaikan dalam jangka waktu dua bulan. Sementara pekerjaan fisik yang PL sekitar 400 paket sedang dan sudah selesai pekerjaannya. Terkait proses lelang yang lamban, Zaldy enggan berkomentar lebih panjang. “Kalau soal tender sudah ada yang handel, yang jelas kita optimis akan berjalan sesuai target,” tandasnya.

Saat ini pihaknya tetap memantau pekerjaan fisik yang ada dilapangan agar berjalan sesuai rencana sehingga menghasilkan pekerjaan yang berkualitas.

Berdasarkan data yang diperoleh koran ini, 16 paket yang masih tahap proses lelang terdiri dari lanjutan pembangunan Kantor Camat Bayan senilai Rp 600 juta, pembangunan infrastruktur Rest Area lokok Rangan senilai Rp 2 miliar, paket IV ruas jalan pengaspalan jalan Dusun Baju-Rempek-Busur (2km), pengaspalan jalan Beriri Jarak-Omen-Telaga (1km) senilai Rp 3,6 miliar, paket V ruas jalan pengaspalan jalan Lokok Beru-Salud Kendal (1km) senilai Rp 1,3 miliar, paket IX ruas jalan Sumur Pande-Batu Jompang (0,955 km) kemudian dari Batu Jompang menyambung ke Pansor Daya (0,920) senilai Rp 2 miliar, paket XI ruas jalan Tebanyak-Leong Barat (0,900) senilai Rp 1 miliar.

Baca Juga :  Sudirsah Jawab Tudingan Ketua Pembina Gerindra KLU

Selanjutnya, paket XII ruas jalan Papak-San Kendal (0,650 km) senilai Rp 700 juta, paket XIV ruas jalan Semokan-Pawang Tenun (0,865 km) senilai Rp 900 juta, paket XV ruas jalan Telaga Maluku-Sejuk (0,900 km) senilai Rp 900 juta, paket XVI ruas jalan peningkatan jalan pemenang senilai Rp 1 miliar, peningkatan jalan paket VI pengaspalan jalan Loloan-Tanak Petak (1,870 km) dan pengaspalan Teres Genit-Nangka Rempek (1,260 km) senilai Rp 4,5 miliar, peningkatan jalan paket VII Tegal Maja-Leong Timur (1,950 km) senilai Rp 2,5 miliar, peningkatan jalan paket VIII Luk-Senjajak senilai Rp 900 juta. (flo)

Komentar Anda