Yuhana Rizky Alfiansa Novelis Difabel yang Novelnya di Wattpad Dibaca 22 Juta Kali

NOVELIS: Yuhana Rizky Alfianisa dan novel karyanya “Light By You” yang berhasil meraih kesuksesan dengan banyak dibaca orang. (IST/RADAR LOMBOK)

Menjalani kehidupan sebagai seorang difabel, tentu berbeda. Tetapi bukan berarti tidak bisa menjalani hidup layaknya orang yang normal. Keterbatasan (difabel) bukan menjadi penghalang untuk berprestasi, asalkan ada niat dan kemauan. Seperti Yuhana Rizky Alfiansa, seorang Tunadaksa yang berhasil menelurkan karya novel fiksi berjudul “Light By You”.

ADALAH Yuhana Rizky Alfianisa, gadis cantik asal Dusun Teko Lauk, Desa Apitaik, Kecamatan Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur (Lotim). Meski menderita Tunadaksa (disabilitas fisik), namun dia mampu membuktikan bahwa ditengah keterbatasan fisik yang dimiliki, ternyata mampu berprestasi. Bahkan melebihi kemampuan dari orang yang normal secara fisik.

Gadis manis yang sekarang berusia 23 tahun ini menyebut bahwa keterbatasan fisik yang menimpa dirinya, bukan penghalang untuk meraih kesuksesan.

Berbekal niat dan talenta yang dikaruniakan Tuhan kepada dirinya, ditambah tekad dan ketekunan, Yuhana sukses menulis buku fiksi bergenre remaja, yang berjudul “Light By You”. Bahkan novel karyanya yang dipublikasikan di aplikasi wattpad itu telah dibaca hingga 22 juta kali, dengan 1,5 juta vote, dan 123 ribu komentar.

“Novel Ligt By You juga sudah terbit. Bahkan saat ini saya sudah ada kerjasama dengan Viu, dan dalam tahap casting pameran untuk penggarapan series sebanyak Sembilan episode,” ungkap Yuhana, kepada Radar Lombok, kemarin.

Tentu kesuksesan yang diperoleh Yuhana saat ini, tidak terjadi secara instan. Butuh pengorbanan dan airmata, serta kesabaran dan keikhlasan. Mengingat banyak pasang mata yang memandang remeh karena kondisi fisiknya.

Baca Juga :  QORIAH JULILDANUR, ATLET TRIATHLON PEREMPUAN NTB BERBAKAT

“Teman-teman sekolah dulu mungkin banyak melihat saya berbeda. Saat itu mental saya masih lemah, dan saya akui minder. Itu yang membuat saya takut untuk melanjutkan sekolah ke jenjang SMP dan SMA,” tutur Yuhana.

Padahal kalau dibandingkan dengan teman-teman sekolah dasar (SD)-nya, Yuhana kecil merupakan anak yang luar biasa cerdas. Terbukti masa SD dapat diselesaikan hanya dalam waktu tiga tahun saja. Namun karena tidak sanggup menerima bullying dan hinaan, Yuhana akhirnya enggan meneruskan ke jenjang pendidikan selanjutnya. Dia memutuskan untuk belajar membaca, menulis, berhitung, bahkan bahasa Inggris secara otodidak di rumah.

Seiring pertambahan usia, dengan pemikiran yang juga semakin matang. Perundungan yang pernah dia terima dari banyak pihak itu justru membuat Yuhana lebih kuat dan tegar. Dia tidak lagi berdiam diri di rumah, dan mulai bersosialisasi dengan dunia luar. Terlebih dengan teman-teman sebayanya. “Sekarang saya sudah percaya diri. Karena apa yang pembuli lakukan belum tentu lebih baik dari yang saya lakukan sekarang. Saya membalas dengan prestasi,” kata Yuhana.

Berkat dukungan kedua orang tua, serta keluarga besarnya. Perlahan Yuhana mulai memberanikan diri untuk menulis novel awal tahun 2018 lalu. Satu tahun kemudian, novel pertamanya yang berjudul “Light By You”, dan dipublis 2 Desember 2018 di aplikasi Wattpad, sebuah aplikasi yang menghubungkan dunia global antara para penulis dan pembaca.

“Alhamdulillah, novel saya mendulang kesuksesan dengan 22 juta pembaca, serta terjual hingga ratusan eksemplar,” tutur Yuhanan bangga.

Baca Juga :  Perjalanan Melinda Trihapsari Terpilih Menjadi Anggota Paskibraka Nasional 2022

“Dalam waktu dekat saya juga akan mempublis dua novel. Satu dalam proses editing cover dan sebagainya. Sedangkan satu novel lainnya masih dalam proses revisi. Ke depan akan ada banyak novel yang saya buat,” ucap Yuhanan semangat.

Terpenting dari semua itu, Yuhana juga sudah berdamai dengan dirinya sendiri. Meski memiliki keterbatasan, dia mulai bersosialisasi dengan banyak orang. apalagi saat ini juga banyak undangan sebagai pembicara di berbagai instansi, lembaga serta forum yang dihadiri.

Tidak lupa, Yuhana juga sangat beterima kasih kepada para pembaca setianya. Karena berkat para pembacanya, Yuhana sampai dititik ini. Ke depan Yuhana semakin semangat untuk menulis, dan menghasilkan lebih banyak karya yang luar biasa lagi.

“Berani berproses itu nyata. Karena dari awal menulis novel juga tidak kenal siapa siapa, dan tidak memiliki relasi di dunia kepenulisan. Sekarang saya dikenal dengan karya yang saya punya,” ujarnya.

Sama seperti manusia normal lainnya, Yuhana yang juga pintar berbahasa Inggris ini juga memiliki mimpi dan cita cita yang harus dicapai. Terutama untuk sukses dalam dunia kepenulisan. Dirinya mengaku ingin menginspirasi dan menghibur lebih banyak orang lain diluar sana dengan karya-karya yang dia buat.

“Setiap kali menjadi pembicara, saya selalu mengatakan kondisi kita boleh terbatas, tetapi mimpi kita tidak ada yang berhak membatasi bagaimanapun bentuknya,” tutupnya. (BUDI RATNASARI – LOMBOK TIMUR)

Komentar Anda