Yek Agil Dilantik Jadi Wakil Ketua DPRD NTB

DILANTIK : Pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan Yek Agil sebagai Wakil Ketua DPRD NTB dalam sidang paripurna istimewa, Rabu (31/8). (AHMAD YANI/RADAR LOMBOK)

MATARAM – Yek Agil akhirnya dilantik menjadi Wakil Ketua DPRD menggantikan Abdul Hadi. Pengambilan sumpah jabatan berlangsung di gedung DPRD NTB, Rabu (31/8). Pelantikan ini dihadiri langsung Gubernur NTB, Zulkieflimansyah. Sidang paripurna istimewa pelantikan dipimpin Ketua DPRD NTB, Baiq Isvie Rupaeda.

Ketua DPRD NTB Baiq Isvie Rupaeda mengatakan, pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan Yek Agil sebagai Wakil Ketua DPRD NTB berdasarkan kepada Surat Keputusan (SK) Menteri Dalam Negeri (Mendagri) nomor 161.52-5198 tahun 2022 terkait pengangkatan Yek Agil sebagai Wakil Ketua DPRD NTB. “Hampir empat bulan SK Mendagri ini kita tunggu,” kata Isvie.

Isvie berharap, Yek Agil sebagai pimpinan baru bisa mengemban tugas dan amanah dengan baik, serta bisa segera menyesuaikan diri dengan ritme kerja yang ada. “Kita harapkan jalinan kerja sama dan koordinasi di antara pimpinan DPRD yang sudah tercipta baik sebelumnya bisa dipertahankan,” harapnya.

Baca Juga :  Fasilitas Untuk Abdul Hadi dan Mori Hanafi Dihentikan

Dengan begitu, diharapkan kerja-kerja kolektif kolegial pimpinan DPRD NTB tetap baik dan berkualitas. Isvie pun memuji Abdul Hadi sebagai sosok Wakil Ketua DPRD NTB terbaik. “Pak Abdul Hadi adalah sosok wakil ketua yang tidak pernah protes. Pak Yek Agil juga adalah figur yang baik, bisa diajak bekerja sama membangun NTB lebih baik ke depan,” sanjungnya.

Gubernur NTB, Zulkieflimansyah dalam kesempatan itu berharap, para pimpinan DPRD NTB baru yakni Nauvar Furqoni Farinduan dan Yek Agil bisa tetap menjaga kekompakan dan kebersamaan untuk bisa saling bekerja dengan Pemprov NTB dalam mewujudkan NTB gemilang. “Kita harapkan kerja sama baik sudah terjalin dengan Pemprov NTB bisa dipertahankan,” harapnya.

Wakil Ketua DPRD NTB dari Fraksi PKS, Yek Agil mengatakan, empat pimpinan DPRD NTB bekerja kolektif kolegial. Sehingga dipastikan apapun menjadi putusan pimpinan DPRD NTB adalah kesepakatan bersama. “Tidak boleh pengambilan keputusan dengan tidak melibatkan yang lain,” ucap Ketua DPW PKS NTB tersebut.

Baca Juga :  Rapimnas Partai Demokrat Dukung AHY Ikut Pilpres 2024

Sebagai pimpinan baru, kata dia, tentu dirinya harus bisa menyesuaikan diri ritme kerja. Dia memastikan diri akan cepat menyesuaikan diri dan berkoordinasi dengan pimpinan DPRD lainnya. “Dengan Pak Abdul Hadi sebagai senior tentu saya akan meminta masukan dan saran,” katanya.

Disinggung ada kubu di internal DPRD NTB antara kubu pro pemerintah dan oposisi, Yek Agil menegaskan, DPRD NTB adalah lembaga politik. Sebagai lembaga politik pasti akan ada kubu dan perbedaan pandangan di antara kekuatan politik ada di DPRD NTB.

Walau begitu, menurutnya, dari perbedaan itu banyak hal yang bisa dikerjasamakan untuk mewujudkan kepentingan hajat masyarakat dan NTB gemilang. “Prinsipnya, bagaimana kita wujudkan kepentingan dan hajat masyarakat luas,” tandasnya. (yan)

Komentar Anda