Yakin Mampu Berikan Prestasi Terbaik

Perhelatan akbar Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) XXVI tinggal 5 hari lagi dimulai. Bagi Mas'adatin, salah seorang peserta MTQ asal Desa Kekait Kecamatan Gunung Sari Lombok Barat itu, ini kali pertama dirinya mengikuti ajang tingkat nasional.

————————

AZWAR ZAMHURI – MATARAM

————————

Gedung Asrama Sangkareang yang berlokasi di lingkungan Kantor Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi NTB, nampak tenang kala Radar Lombok datang Senin kemarin (25/7). Namun semakin dekat, suasa yang terlihat tenang itu memperdengarkan berbagai suara-suara merdu dan nyaring.

Asrama Sangkareang, memang telah dipilih menjadi lokasi karantina peserta MTQ XXVI perwakilan NTB. Di berbagai sudut yang terdengar hanyalah anak-anak dan orang dewasa tengah berlatih giat melafazkan. Ayat-ayat suci Alqur'an.

Mas'adatin, salah seorang peserta MTQ sedang sibuk berlatih dengan pembina tingkat nasional. Atas bantuan seseorang, akhirnya Mas'adatun mengerti tujuan kedatangan Radar Lombok. "Sejak kemarin saya disini, kita nginap. Tapi nanti saya mau izin pulang ke panitia karena anak saya di rumah masih kecil," ujarnya membuka obrolan.

Wanita kelahiran 19 Desember 1979 itu memang seorang ibu dari 3 anaknya. Ia juga istri dari seorang pria yang saat ini sedang berada di Australia untuk mendapatkan gelar doktor. Tidak hanya sebagai istri, ia juga merupakan pendidik yang telah menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) sejak tahun 2008 silam.

Meskipun kesibukannya selangit, wanita yang akan mewakili NTB pada MTQ cabang Tilawah golongan Qiraah Sabaah itu tidak pernah absen latihan. Kariernya pada olah suara ayat-ayat suci memang telah menjadi hoby yang menguntungkan. Mendapat pahala, mensyiarkan Islam dan mendatangkan kebanggaan. "Saya jalani semua ini dengan keikhlasan, tanpa beban apapun," katanya.

Untuk bisa sampai pada titik saat ini, bukanlah perjuangan yang mudah. Mengenal dan belajar tilawah sejak kelas 3 Madrasah Ibtidaiyah (MI) At-Tahzib Kekait, baru tahun ini Mas'adatin bisa merasakan berlomba di tingkat nasional.

BACA JUGA :  Anggota DPR Diminta Berikan Bantuan Konkrit

Mulai ikut lomba MTQ setelah masuk SMPN 1 Gunung Sari, setiap tahun selalu ikut lomba tingkat Kabupaten. Tetapi sayangnya, setelah masuk di SMA Salahudin Kediri, Mas'adatin tidak lagi menekuni tilawah. "Sejak kecil kan saya sudah belajar karena ada keluarga yang ajarin, pembimbing saya yang sampai sekarang itu Ustadz Zaini, saat saya kecil juga beliau yang ajar," tuturnya.

Total, Mas'adatin hilang dari dunia tilawah NTB selama masa-masa SMA. Namun saat kuliah di STAIN Mataram (IAIN), bakat dan semangatnya kembali menguat. Wisuda tahun 2003, lansung dirinya diangkat sebagai tenaga guru kontrak di SMP Gunung Sari. Lalu pada tahun 2008 diangkat menjadi PNS.

Setelah menjadi PNS, Mas'adatin semakin totalitas belajar tilawah. Hingga akhirnya dengan perjuangan yang penuh rintangan ia mampu menjadi juara satu pada MTQ tingkat Provinsi yang berlansung di Kota Bima, tahun 2015 lalu. Kini, Mas'adatin sadar dirinya tidak lagi membawa nama Lombok Barat, tetapi sudah menjadi harapan seluruh masyarakat NTB. "Meskipun ini pertama saya ikut MTQ, Insya Allah bisa memberikan yang terbaik. Intinya tetap tenang, ikhlas dan tanpa beban," ujarnya memberikan tips.

Ini sejarah dalam hidupnya, bisa menjadi peserta MTQ tingkat nasional. Rasa bangga bercampur semangat kemenangan membuatnya tak pernah letih berlatih, mengurus anak dan memikirkan suami yang berada jauh di negara Kanguru. "Saingan terberat bagi saya itu dari Maluku dan Jakarta, tapi insya Allah dengan dukungan masyarakat dan kita sebagai tuan rumah, saya akan memberikan yang terbaik dan meraih juara," tutupnya tersenyum.

Keyakinan itu disampaikan pula oleh salah seorang pembina peserta MTQ Ustadz Zaini yang telah mengajarkan tilawah kepada Mas’adatin sejak kecil. Zaini menilai Mas’adatin apabila totalitas maka akan mampu menjadi yang terbaik karena bakat yang ada dalam dirinya dan kesyahduan lantunan suaranya. “Hebat dia itu, insya Allah kita menang,” ujarnya.(*)