WR Indoenesia dan PKSA Gelar Trauma Hiling

TRAUMA HILING: Upaya menghilangkan trauma bagi anak-anak korban banjir di Sembalun, mereka diberikan terapi penyembuhan trauma atau trauma hiling, sehingga psikisnya kembali pulih (JALAL/RADAR LOMBOK)

SELONG—Upaya memberikan dukungan psikisosial kelompok anak yang terkena dampak musibah banjir bandang lalu, World Relif (WR) Indonesia, bekerjasama dengan Kementerian Sosial RI dan Program Kesejahteraan Sosial Anak (PKSA) memberikan penyembuhan trauma atau trauma hiling bagi anak-anak korban bencana alam banjir bandang di Sembalun beberapa minggu lalu.

Bertemapat di SDN 1 Sembalun Lawang, Kecamatan Sembalun, Lombok Timur (Lotim), kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, Rabu hingga Jumat (1-3/3) lalu. Kegiatan ini untuk kelompok anak paska bencana banjir yang direkomendasikan oleh Dinas Sosial Provinsi NTB, dimana Sembalun juga ada kebutuhan trauma hiling. Sebelumnya Dinas Sosial sendiri NTB juga telah melakukan hal ini di beberapa titik bersama dengan tim World Relif dan Tagana.

Tujuan kegiatan ini adalah agar anak-anak bisa kembali ceria seperti sebelum adanya bencana. Selama tiga hari dilaksanakan kegiatan ini nampak hasilnya cukup positif bagi para anak-anak yang menjadi korban banjir bandang beberapa waktu lalu. Pada beberapa daerah lain yang merupakan lokasi terjadinya banjir, hal sama juga dilakukan seperti di Bima, Sumbawa dan lainnya.

[postingan number=3 tag=”pendidikan”]

Kegiatan ini judulnya Rumah Semangat, dengan tiga tema yakni, aman bersama teman, cerita tentang dirinya, dan maju untuk semangat bagaimanapun dengan kondisi yang ada. "Nantinya dengan kegiatan ini, anak-anak akan lebih semangat dan ceria lagi untuk beraktivitas seperti biasa," kata Kepala SDN 1 Sembalun Lawang, Sahidi, S.Pd.

Kepala Sekolah juga mengapresiasi kegiatan tersebut dan menyampaikan berterimaksih kepada tim yang telah menyelenggarakan kegiatan ini. Sehingga kondisi psikis anak didiknya dapat pulih kembali seperti sediakala. Sekaligus berharap dengan kegiatan ini anak-anak bisa mengetahui resiko dan tanda-tanda bencana alam, baik itu sebelum bencana maupun paska bencana. (lal)