Workshop Nutrisi 1000 Hari Pertama Kehidupan: Upaya Pencegahan Stunting dan Masalah Gizi pada Anak

Workshop Tentang Nutrisi 1000 Hari Pertama Kehidupan, Workshop sendiri diselenggarakan di Wilayah Puskesmas Sukaraja, Jerowaru, Lombok Timur pada 7-9 Januari 2022. (IST FOR RADAR LOMBOK)

SELONG–Permasalahan gizi pada bayi dan balita menjadi salah satu masalah penting yang menyasar anak pada negara berkembang, termasuk Indonesia.

Masih tingginya angka gizi kurang pada anak disertai dengan kejadian stunting sangat membutuhkan perhatian serius karena selain menyasar ke derajat kesehatan, hal ini juga akan berdampak kepada sumber daya manusia yang kurang di masa depan.

Stunting merupakan keadaan gagal tumbuh pada anak sehingga tinggi badannya tidak sesuai dengan usia anak normal lainnya.

Sebagai upaya dalam membantu pemerintah dalam memperbaiki gizi anak, Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) wilayah NTB mengadakan acara Workshop Tentang Nutrisi 1000 Hari Pertama Kehidupan, Workshop sendiri diselenggarakan di Wilayah Puskesmas Sukaraja, Jerowaru, Lombok Timur pada 7-9 Januari 2022. Lombok Timur merupakan kabupaten dengan angka stunting tertinggi di wilayah NTB.

Workshop dihadiri oleh perwakilan dari Dinas Kesehatan Lombok Timur, Kepala Desa Sukaraja, Kepala Tata Usaha Puskesmas Sukaraja dan beberapa tamu undangan, serta sebanyak 50 peserta yang merupakan ibu-ibu di Wilayah Puskesmas Sukaraja.

“Saya sangat senang sekali ada kegiatan seperti ini dan berharap kegiatan ini tidak hanya sampai di sini tapi tetap dipantau dan juga bisa di wilayah-wilayah lainnya di Lombok Timur,” kata Ibu Hj. Herni Widiyanti, S.S.T., M.Gz, Kepala Seksi Promosi Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Timur.

Selain itu, apresiasi juga datang dari Kepala dan Staf Puskesmas Sukaraja yang sejak awal sangat membantu proses Workshop ini.

Ke depan AIMI NTB juga berencana akan melakukan kerja sama dengan Puskesmas dan hal ini juga direspons dengan sangat baik dari Puskesmas Sukaraja.

Acara Workshop tidak berhenti sampai disini, selama Februari kemarin tim dari Workshop juga mengadakan evaluasi kepada peserta yang mengikuti acara inti pada tanggal 7-9 Januari 2022 itu.

Evaluasi yang dilakukan seperti mengobservasi bagaimana ibu-ibu tersebut menyampaikan atau berbagi ilmu yang didapatkan selama Workshop kepada ibu lainnya di wilayah/ tetangga masing-masing yang memiliki anak kecil ataupun yang masih hamil.

Di samping itu, tim evaluasi yang dibantu oleh staf Puskesmas juga melakukan praktik Pemberian Makanan Tambahan (PMT) di 6 tempat dalam Wilayah Puskesmas Sukaraja yang membawahi enam desa tersebut.

Praktik ini untuk melihat bagaimana pemahaman dari peserta tentang ilmu praktik pemberian makanan tambahan pada bayi (PMT), yang didapatkan sebelumnya dalam Workshop.

“Terlihat sebagian besar ibu-ibu sudah bisa menyampaikan informasi mengenai ilmu yang didapatkannya selama workshop kepada orang sekitar, tidak hanya itu, mereka juga bisa mempraktikkan pembuatan makanan tambahan dengan baik, bahkan ada wilayah lain yang memperaktikkannya sebelum kegiatan evaluasi dimulai karena semangat mereka dalam membagi ilmu yang didapatkan,” kata Desi Rusmana, S.S.T Project Leader kegiatan ini sekaligus salah satu anggota dari AIMI NTB.

Workshop selama tiga hari tersebut dilaksanakan dalam dua sesi (pagi dan sore) untuk mencegah kerumunan dan menyesuaikan dengan kapasitas ruangan sesuai peraturan yang diedarkan pemerintah daerah pada Januari lalu guna menerapkan protokol covid-19.

Selain itu, selama acara tim panitia dibantu oleh staf Puksemas Sukaraja sangat menerapkan protokol covid-19 yang cukup ketat, mulai dari pengisian penapisan covid-19 terhadap semua peserta dan tamu undangan, kemudian pemeriksaan suhu dan penggunaan masker dan handsanitizer terhadap semua orang yang terlibat dalam acara.

Workshop ini sendiri didukung penuh oleh Pemerintah Australia melalui Alumni Grant Scheme yang diadministrasikan oleh Australia Awards in Indonesia. (adi)