Wisman Malaysia Dominasi Kunjungan ke Lombok

Wisman Malaysia Dominasi Kunjungan ke Lombok
GILI TRAWANGAN: Objek wisata Gili Trawangan masih menjadi lokasi favorit para wisatawan mancanegara asal Malaysia yang berkunjung ke Lombok. (SIGIT SETYO/RADAR LOMBOK)

MATARAM–Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi NTB mencatat kunjungan wisatawan mancanegara (Wisman) asal Malaysia yang datang untuk menikmati keindahan alam di Pulau Lombok terus meningkat, bahkan mendominasi diantara kunjungan Wisman lainnya di pulau berjuluk “Seribu Masjid” ini.

Kendati jumlah kunjungan wisatawan menurun sedikit, tapi rata-rata lama menginap tamu di hotel berbintang justru naik. Destinasi wisata Gili Trawangan, Pantai Kuta dan Pantai Pink masih menjadi primadona untuk dikunjungi para wisatawan tersebut.

Pernyataan tersebut disampaikan Kepala BPS Provinsi NTB, Endang Tri Wahyuningsih, dimana dari lima besar negara asal wisatawan yang berkunjung ke Lombok pada bulan Mei 2017 ini, sebagian besar dari Malaysia yang sebanyak 5.381 orang. “Jumlah wisatawan asal Malaysia yang liburan ke Lombok di bulan Mei menurun, tapi tetap diatas 5000 orang sebulan,” kata Endang, Senin kemarin (3/7).

Selain Malaysia lanjut Endang, wisatawan Cina yang berkunjung ke Lombok juga terus meningkat. Dimana pada bulan Mei jumlah wisatawan asal Cina yang liburan ke Lombok sebanyak 574 orang. Begitu juga wisatawan asal Singapura yang datang ke Lombok untuk menikmati objek wisata dan kuliner, serta budaya mencapai 520 orang.

Sementara di posisi ke 4 adalah, wisatawan asal negara Inggris yang liburan ke Lombok pada bulan Mei sebanyak 296 orang. “Kunjungan wisatawan asal Korea Selatan juga mulai meningkat. Dimana di bulan Mei jumlah wisatawan asal Korea Selatan sebanyak 296 orang berada diposisi ke lima besar,” kata Endang.

Namun Endang belum bisa memastikan, kalau jumlah wisatawan yang berkunjung ke Lombok pada bulan Mei, tepat seperti yang di release tersebut. Pasalnya, bisa saja banyak wisatawan yang tak terdata masuk melalui Pelabuhan Penyeberangan Lembar, ataupun masuk langsung dari Bali menuju Gili Trawangan, atau Bali menuju sejumlah objek wisata yang ada di wilayah kawasan wisata Sekotong, Lombok Barat, jauh lebih banyak.

Sementara itu lanjut Endang, jika menghitung jumlah tamu yang menginap di hotel berbintang terjadi penurunan pada bulan Mei jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya, April. Dimana jumlah tamu menginap di hotel berbintang pada bulan Mei sebanyak 80.846 orang, dengan jumlah wisatawan asing mancanegara sebesar 17,85 persen. Sementara di bulan April jumlah tamu menginap di hotel berbintang sebanyak 84.105 orang, dimana tamu asing yang menginap sebesar 22,32 persen.

Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel bintang pada bulan Mei 2017 mengalami sedikit penurunan dibandingkan bulan April 2017. TPK bulan April 2017 tercatat sebesar 51,69 persen,  turun 0,86 poin pada bulan Mei 2017 dengan TPK 50,83 persen. Jika dibandingkan dengan TPK bulan Mei 2016 sebesar 50,99 persen, berarti mengalami penurunan sebesar 0,16 poin.

Selanjutnya, untuk rata-rata lama menginap (RLM) tamu hotel bintang pada bulan Mei 2017 tercatat 2,24. Ini lebih tinggi 0,06 hari dibandingkan dengan RLM bulan April 2017sebesar 2,18 hari. Jika dibandingkan dengan RLM bulan Mei2016 terjadi kenaikan 0,44 hari.

Jumlah tamu yang menginap pada hotel bintang bulan Mei 2017 tercatat 80.846  orang. Ini mengalami penurunan 3,88persen dibanding tamu bulan April 2017 sebanyak 84.105 orang. Jika dibandingkan dengan tamu menginap bulan Mei 2016 sebanyak 75.393 orang, berarti mengalami kenaikan sebesar 7,23 persen.

Sementara itu, untuk TPK hotel non bintang pada bulan Mei 2017 tercatat 25,43 persen, turun sebesar 0,72 poin dibandingkan dengan TPK bulan April 2017 yang tercatat sebesar26,15 persen. Jika dibandingkan dengan TPK bulan Mei 2016 yang sebesar  32,94 persen, turun 7,51poin.

Rata-rata lama menginap (RLM) hotel non bintang pada bulan Mei 2017 hanya 1,90 hari. Ini naik 0,06 hari dibandingkan dengan TPK bulan April 2017sebesar 1,84  hari. Jika dibandingkan dengan RLM bulan Mei 2016 yang tercatat 1,97 hari, turun sebesar 0,07 hari.

“Berdasarkankelas hotel, TPK tertinggidicapaioleh hotel bintang 5 yaitu sebesar 65,71 persen. Diikuti oleh hotelbintang 4 sebesar 56,55 persen. Sedangkan TPK terendah terjadi pada hotel bintang 1 dengan TPK hanya sebesar 24,78 persen,” ulasnya.

Sebelumnya, Ketua Perhimpunan Hotel dan Restauran Indonesia (PHRI) NTB, Lalu Abdul Hadi mengatakan, PHRI bersama pemerintah Provinsi NTB dan juga pihak DPD Asita NTB terus gencar melakukan promosi potensi pariwisata NTB di Malaysia. Tidak hanya di Malaysia Barat, yakni Kuala Lumpur saja, melainkan juga Malaysia Timur di wilayah Negeri Sabah.

Promosi berbagai pihak ke Malaysia mulai membuahkan hasil yang didukung juga pengakuan dunia terkait Lombok sebagai Destinasi Halal Dunia. Kunjungan promosi melalui famtrip oleh travel agen dari NTB ke Malaysia dan sebaliknya asosiasi travel agency dari Malaysia dalam program fam trip juga datang ke Lombok untuk mempromosikan wisata halal Lombok di Malaysia dan juga membawa serta paket wisata ke Lombok. (luk)

BACA JUGA :  Target Angka Kunjungan Wisatawan KLU Menurun