Wisatawan Pasar Seni Sesela Disambut Atraksi Seni

GIRI MENANG—Sambut wisatawan yang datang berkunjung, Pengelola Pasar Seni Sesela, Kecamatan Gunungsari, Kabupaten Lombok Barat (Lobar) menggelar berbagai atraksi seni budaya khas Lombok, seperti Peresean, Tari Gandrung, dan lainnya. Tidak sia-sia, keramaian itu ternyata banyak menarik perhatian para wisatawan. Sehingga Pasar Seni Sesela yang sebelumnya sepi, kini mulai ramai pengunjung.

“Sejak awal bulan Juli, banyak wisatawan domestik maupun mancanegara yang berkunjung ke Pasar Seni Sesela,” kata Pathul Anwar, Sekretaris Pengelola Pasar Seni Sesela, kepada Radar Lombok, Selasa kemarin (12/7).

Pathul Anwar atau yang akrab disapa Attak ini menjelaskan, hampir setiap bulan Juli hingga Agustus, Pasar Seni Sesela selalu ramai dikunjungi wisatawan. “Harapan kami, hal ini bisa menjadi perhatian pemerintah. Sehingga keramaian tidak hanya terjadi pada dua bulan itu saja, tetapi bulan-bulan lainnya juga bisa ramai kunjungan wisatawan,” harap Attak.

Selain suguhan kesenian tradisional lanjutnya, beragam jenis kuliner khas Sasak Lombok juga dihidangkan. “Wisatawan yang datang kan banyak. Jadi kita siapkan juga kuliner. Nanti kalau wisatawannya senang dengan makanan yang dihidangkan, otomatis dia pasti akan berkunjung lagi kesini,” jelasnya.

BACA JUGA :  Pemasok Narkotika ke Wisatawan Ditangkap

Ketika ditanyakan soal angka kunjungan wisatawan? Kembali Attak menjawab kalau masih sama seperti tahun sebelumnya. “Relatif masih sama seperti tahun sebelumnya. Belum ada peningkatan yang cukup signifikan. Bulan ini ada sekitar 238 wisatawan asing berasal dari berbagai Negara, seperti Australia, New Zeland, Jerman, Argentina dan Malaysia. Terbanyak wisatawan asal Australia dan New Zeland, seperti yang sedang kita sambut sekarang ini,” ungkap Attak.

Kesempatan itu, dia juga berharap perhatian Pemda Lobar, dalam hal ini Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Lobar, serta dinas terkait lainnya untuk memberikan pelatihan kepada masyarakat, sekaligus mencarikan peluang pasar. “Ya harapan saya kedepannya pemerintah memberikan bimbingan secara rutin kepada masyarakat pengrajin. Dengan begitu, pasar seni yang menjadi pusat pemasaran hasil karya khas Sasaq ini bisa  terkenal ke setiap penjuru dunia,” harap Attak. (cr-wan)