Wisatawan Mulai Berdatangan ke Gili

PEMERIKSAAN: Petugas Eka Jaya melakukan pemeriksaan ketat kepada penumpang yang hendak menaiki kapal di Pelabuhan Padang Bay, Bali menuju Gili, baru-baru ini. (IST FOR RADAR LOMBOK)
PEMERIKSAAN: Petugas Eka Jaya melakukan pemeriksaan ketat kepada penumpang yang hendak menaiki kapal di Pelabuhan Padang Bay, Bali menuju Gili, baru-baru ini. (IST FOR RADAR LOMBOK)

TANJUNG–Wisatawan mancanegara mulai berdatangan ke Gili pada akhir Juli ini. Hal itu seiring dengan mulai dibukanya penyeberangan kapal cepat dari Bali ke Gili pada akhir Juli lalu. “Pada akhir Juli kemarin ada puluhan wisatawan asing yang datang dari Bali dalam dua gelombang kapal yang berisikan 50 persen dari muatan kapal,” terang Ketua Tim Terpadu Penyeberangan dari unsur Syahbandar-Bangsal, Ehsan kepada Radar Lombok, Sabtu (1/8).

Misalnya saja kapal cepat Eka Jaya memuat 50 penumpang dari yang biasanya 100 orang. Sebelum masuk Gili, wisatawan mancanegara yang datang dari Bali ini diperiksa surat keterangan rapid test yang menerangkan non-reaktif covid-19. Selain itu diperiksa juga suhu tubuh. Dan yang terpenting juga, mereka diharuskan menggunakan masker serta jaga jarak di dalam kapal. “Setelah diperiksa barulah kami memberikan izin masuk ke Gili. Jadi, ketika datang dari Bali wajib ke Pelabuhan Bangsal dulu baru diperbolehkan ke Gili,” jelasnya.

Selanjutnya, Kapal Belyi yang datang langsung dari Serang-Semarang juga memuat tak jauh beberbeda dari Eka Jaya. Terhadap penumpang Belyi juga dilakukan pemeriksaan ketat sesuai protap covid-19. “Tim terpadu sudah stand by di lokasi memeriksa seluruh tamu yang datang,” katanya.

Kedatangan wisatawan diprediksi akan semakin banyak pada Agustus, sehingga perlu mempersiapkan diri. Di samping wisatawan yang datang dari Pelabuhan Bangsal juga tak lupa diperiksa.

Seperti diketahui, Eka Jaya melayani penyeberangan Bali-Gili dan Pulau Lombok pada 31 Juli 2020.  Pemberangkatan tiga kali seminggu yaitu Senin, Rabu, dan Jumat.

General Manager Eka Jaya I Ketut Sugita mengatakan, dalam melayani penyeberangan, pihaknya tetap mengikuti aturan dan protokol kesehatan bagi penumpang, crew, dan boat itu sendiri. “Kita mewajibkan semua penumpang dan crew mengenakan masker, cuci tangan, dan menjaga jarak. Begitu pula dengan boat dilakukan disinfektan di seluruh kabin demi menjaga keamanan dan kenyamanan tamu,” ujarnya, baru-baru ini. (flo)