Wisatawan Mulai Berdatangan ke Gili Matra

MULAI DATANG : Wisatawan ke Gili Meno, Air dan Gili Trawangan mulai berdatangan meskipun jumlahnya masih relatif masih sedikit.(ist)

MATARAM – Bergeraknya industri pariwisata mulai darasakan, terlebih dengan adanya libur panjang akhir pekan lalu yang memberi dampak positif, meskipun belum siginifikan.

Seperti di Gili Matra (Meno, Air, Terawangan), sejumlah pelaku usaha mulai merasakan peningkatan kunjungan wisatawan mencapai 10 persen. “Masih dibawah 10 persen pergerakannya, tapi itu sudah bagus. Paling tidak roda perekonomian itu berjalan. Jadi kusir cidomo bisa lebih sibuk saya lihat, kemudian sewa sepeda,” ujar Ketua Gili Hotel Association (GHA) Lalu Kusnawan.

Menurutnya, pergerakan yang hanya 10 persen terbilang kecil, jika melihat kondisi normal yang paling sepi. Apalagi selama ini market Gili Matra tidak hanya lokal saja, tapi sebagian besar mancanegara juga ada. Dengan kondisi seperti saat ini para pelaku usaha baik hotel maupun restoran harus memberikan potongan harga yang besar untuk menarik minat wisatawan untuk datang berunjung ke Gili Matra. “Teman teman pengolala hotel ini harus banting harga, servis dan bagaimana strategi marketing mereka. Karena sebagian pangsa pasarnya mancanegara. Libur panjang kemarin berpengaruh, tetapi belum signinifikan,” ujarnya.

Kendati demikian, Kusnawan tetap optimis meskipun kecil pengaruhnya. Pihaknya akan melakukan yang terbaik untuk pergerakan ekonomi di Gili Matra. Mengingat, ekonomi di daerah wisata ditengah kondisi ini tak banyak dilakukan, selain promo dan memberikan potongan harga. “Memang ada sebagian hotel yang kecipratan dengan adanya long weekend, tapi ada juga sebagian yang tidak. Jumlah penginapan yang tersedia tidak banyak,” terangnya.

Ia berharap pada November ini akan lebih meningkat lagi pegerakan kunjungan wisatawan nusantara maupun mancanegara. Terutama di akhir tahun pada bulan Desember mendatang. Ketika tahun baru, akan banyak wisatawan yang datang berlibur. Untuk mendorong bangkitnya ekonomi di Gili Matra akan ada event-event diselenggarakan.
“Akhri November ini kita akan melakukan event untuk memperkenalkan Gli lagi. Nantinya akan melibatkan potensi market-market yang memang ada dengan bekerja sama bersama beberapa komunitas,” jelasnya.

Nantinya, beberapa komunitas tersebut dilibatkan, yakni seperti Sekretariat Nasional Perkerisan Indonesia (SNKI) beserta komunitas batu permata dalam event diselenggaran GHA, seperti pameran, terlebih memperkenal budaya. “Kita coba libatkan komunitas budaya, karena mereka mempunyai pasarnya sendiri ,” imbuhnya. (dev)