Wisatawan Lebih Memilih Resort Kawasan Senggigi

Wisatawan Lebih Memilih Resort Kawasan Senggigi
LIBURAN : Kila Senggigi Resort menjadi salah satu pilihan utama bagi wisatawan domestik maupun asing untuk menikmati liburan dan pergantian malam tahun baru.( KILA SENGGIGI FOR RADAR LOMBOK )

Untuk Menikmati Pergantian Malam Tahun Baru

MATARAM – Jelang pergantian tahun, hotel bintang di kawasan wisata Senggigi yang didominasi resort mulai ramai boking kamar untuk menikmati malam pergantian tahun baru. Hampir semua resort di kawasan wisata Senggigi menghadirkan hiburan menarik untuk menarik pengunjung dan juga wisatawan untuk menginap.

Ketua Kehormatan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) NTB I Gusti Lanang Patra mengatakan momen libur panjang perayaan Natal dan tahun baru (Nataru) sebagian besar wisatawan lebih memilih resort di kawasan wisata senggigi, tiga Gili (Gili Terawangan, Gili Air, Gili Meno) dan juga sejumlah gili di wilayah selatan Lombok Barat, yakni kawasan Sekotong.

“Wisatawan yang menikmati libur panjang ini murni untuk liburan (leisure), makanya lebih memilih resort di kawasan wisata Senggigi,” kata Gusti Lanang, Jumat (27/12).  

Tingkat hunian kamar di resort di masa libur panjang Nataru 2019 ini dapat mencapai 80-100 persen. Bahkan hal ini sudah terlihat sejak 20 Desember lalu, banyak para wisatawan memilih berlibur dan menginap di resort.

“Kalau resort memang ramai pada musim libur natal dan tahun baru,” ucapnya.

Gusti Lanang, tak menampik jika musim libur panjang Nataru berbanding terbalik dirasakan hotel di kawasan perkotaan, khususnya di Kota Mataram.  Pemesan kamar hotel di kawasan kota masih sepi pada libur Natal dan tahun baru. Kendati demikian, kondisinya sudah jauh lebih baik dibandingkan dengan tahun sebelumnya, pascagempa bumi 2018 lalu.

“Untuk city hotel atau hotel bisnis sampai 15 Desember kemarin yang sedang ramai, karena pada saat itu banyak acara pertemuan (MICE),” kata Gusti.

Menurutnya, jika hotel yang di kota sekarang-sekarang ini untuk hotel yang konvensi tingkat hunianya sekitar 70 persen, tetapi kalau yang tidak melaksanakan konvensi (MICE) itu dia rata-rata di bawah 50 persen.

“Untuk kita di city hotel sampai dengan akhir tahun ini, tingkat hunian kamarnya 50-60 persen,”  sebutnya.

Sementara itu, Ketua Asosiasi Hotel Mataram (AHM) Ernanda Agung Dewantoro mengatakan, pemesanan kamar hotel masih jelang  pergantian tahun di city hotel dan belum ada peningkatan.

“Saya lihat normal aja karena tamu lebih memilih ke resort. Market hotel di Mataram adalah MICE bukan leisure,” kata Ernanda. (dev)