Wisatawan Keluhkan Anjing Berkeliaran Bebas di KEK Mandalika

Ilustrasi Anjing Liar
Ilustrasi: anjing. (Firstpost/Reuters)

MATARAM Populasi anjing di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika yang semakin banyak dikeluhkan banyak wisatawan. Pasalnya, jumlah anjing yang berkeliaran bebas di KEK Mandalika semakin bertambah banyak. Keberadaan anjing ini dirasakan sangat mengganggu keindahan dan kebersihan destinasi wisata yang disebut sebagai 10 Bali baru.

Salah seorang wisatawan yang berkunjung menikmati keindahan KEK Mandalika merasa tidak nyaman dan terganggu dengan banyaknya anjing berkeliaran di lokasi wisata tersebut. Para wisatawan sangat terganggu, terlebih lagi, anjing tersebut berkeliaran bebas dan bahkan mendekati wisatawan.

BACA JUGA: ITDC Siapkan 20 Lapak untuk PKL di KEK Mandalika

”Kami cukup kaget, masih banyak sekali anjing liar yang ada di KEK Mandalika dan ini sangat menggangu pengunjung,” kata Ratna, salah seorang wisatawan, Rabu kemarin (30/1).

Ratna meminta pemerintah dan pihak-pihak terkait, dalam hal ini PT Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) harus turun tangan. Mengingat, keberadaan anjing liar yang ada di kawasan wisata ini cukup mengganggu keindahan dan kebersihan destinasi.

Senada juga dirasakan oleh Meifa wisatawan asal Yogyakarta mengaku, dirinya baru pertama kali berkunjung ke KEK Mandalika untuk berlibur. Namun disayangkan, ia terganggu dengan adanya ajing liar yang berkeliaran. Keberadan anjing tersebut mengurangi keindah pantai dan kebersihan.

“Baru pertama kali kesini, ternyata banyak sekali anjing liar keliling, ini bagi saya cukup tergangu sekali,” kata Meifa.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Provinsi NTB H Lalu Gita Ariadi menjelaskan, bahwa anjing-anjing liar yang ada di KEK Mandalika telah ditangkap oleh pihak ITDC dan telah berupaya melakukan sejumlah cara untuk mengurangi populasi anjing liar di tempat itu.

”Pengendalian anjing liar di ITDC sudah membangun dog selter. Ada sekitar 128 ekor anjing liar, tapi anjing-anjing liar itu kembali datang,” ucapnya.

Menurut Gita, untuk mengatasi hal tersebut memang dari pemerintah bersama ITDC telah membangun dog shelter atau tempat penampungan anjing liar yang kerap hadir di kawasan destinasi tersebut. Anjing liar yang sudah ditangkap akan dipelihara dengan baik. Jika sudah jinak, mereka bisa dikeluarkan atau diberikan kepada yang membutuhkan untuk dipelihara.

BACA JUGA: Bank Dunia Kucurkan Pinjaman untuk KEK Mandalika

Dikatakanya keberadaan anjing liar yang ada di KEK Mandalika tidak akan mengganggu para wisatawan maupun calon-calon investor. Dikarenakan, pihaknya bersama ITDC telah menghadirkan dokter hewan khusus, sehingga keberadaan anjing liar tersebut tak perlu ditakutkan lagi.

”Kami yakin, keberadaan anjing liar itu tidak akan mengganggu wisatawan maupun kawasan ekonomi khusus tersebut. Mengingat, kami suah mempersiapkan segala macam perlengkapan di sana,”  katanya. (cr-dev)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Suka
  • Terhibur
  • Sedih
  • Marah
  • Bosan
  • Takut