Wisata Kuliner Minim Fasilitas, Selly-Manan Bantu Toilet Portable

SELLY-MANAN: Paslon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Mataram, Selly-Manan, akan membantu penyediaan sarana toilet portable di kawasan pusat wisata kuliner Loang Baloq dan pantai Gading. (ist for radarlombok.co.id)

MATARAM—Tidak seperti daerah lainnya di NTB, Kota Mataram nyaris tak memiliki ikon pariwisata alam. Sehingga kawasan pantai seperti di sekitar Loang Baloq hingga pantai Gading, Kecamatan Sekarbela, mungkin menjadi satu-satunya tumpuan pariwisata alam yang ada di Ibu Kota NTB ini.

Hanya saja, meski saat ini kawasan tersebut sudah mulai berkembang sebagai pusat wisata kuliner ikan bakar dan seafood. Namun penataan ruang, kebersihan, dan kelengkapan sarana penunjang di kawasan pantai ini masih sangat kurang. Salah satunya adalah sulitnya menemukan fasilitas toilet umum di pantai ini, dan juga ruas jalan dimana banyak kedai kuliner berjajar.

Terkait itu, pasangan calon (Paslon) Wali Kota dan Calon Wakil Wali Kota Mataram, Hj Putu Selly Andayani dan H Abdul Manan berencana menggagas pengembangan wisata pantai yang bersih dan nyaman di Kota Mataram. Pasangan yang diusung koalisi PDIP dan PKS ini akan memulainya dengan melengkapi sarana toilet portable di kawasan pantai tersebut.

“Kami turun ke lapangan, untuk melihat bagaimana ekonomi masyarakat bisa bergerak dengan potensi kuliner ikannya di pantai ini. Tapi keterbatasan toilet yang seringkali menjadi keluhan pengunjung. Nah, kami Selly-Manan akan berbuat dengan melengkapi sarana toilet portable secara bertahap,” kata calon Wali Kota Mataram, Hj Putu Selly Andayani, Rabu (5/8/2020).

Menurutnya, unit toilet portable akan disalurkan ke kelompok nelayan atau kelompok usaha masyarakat di kawasan pantai dan juga ruas jalan sepanjang Loang Baloq hingga Pantai Gading. Unit toilet portable itu nantinya akan dikelola oleh kelompok masyarakat sebagai toilet umum bagi pengunjung atau wisatawan yang datang. Pengunjung bisa dikenakan biaya Rp 2000 untuk mengunakan toilet, dan uang yang terkumpul bisa digunakan kelompok pengelola untuk pemeliharaan.

Dikatakan Selly, hal ini dilakukan bukan sekadar untuk menyediakan fasilitas kebersihan untuk wisatawan saja, tetapi juga sekaligus meningkatkan kesadaran pola hidup bersih di tengah masyarakat pesisir.

“Sehingga pengunjung dan wisatawan yang datang untuk menikmati kuliner ikan, juga merasa nyaman. Sebab, kadang kala tidak enak juga saat ingin ke toilet, tapi fasilitasnya tidak tersedia. Ini bisa mengurangi kesan,” ulasnya.

Mantan Kepala Dinas Perdagangan NTB ini mengatakan, potensi wisata di Kota Mataram memang hanya bisa dikembangkan dengan konsep pariwisata buatan, atau pariwisata alam yang benar-benar digenjot kelengkapannya. Jika tidak, tentu kota ini akan terus kalah bersaing dalam menarik minat wisatawan dengan Kabupaten/Kota lainnya di NTB. (gt)