Wisata Halal NTB Masuk Top Tiga Destinasi Prioritas

Wisata Halal NTB Masuk Top Tiga Destinasi Prioritas
DESTINASI : Salah satu yang menjadi icon wisata halal NTB adalah, Islamic Center (IC) yang berlokasi di pusat Kota Mataram.( DEVI HANDAYANI/RADAR LOMBOK )

MATARAM  – Branding wisata halal yang dikembangkan provinsi NTB semakin mantap progresnya. Bahkan, wisata halal yang menjadi branding pariwisata NTB, masuk Top Tiga Destinasi Prioritas dari lima daerah di Indonesia, diantaranya Nangroe Aceh Darussalam, Sumatera Barat, Jakarta dan Jawa Barat.

“Lombok punya potensi yang tinggi dalam Top Destinasi Prioritas,” kata Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) NTB Anita Ahmad, Rabu (20/11).

Menurut Anita, seluruh stake holder harus bisa memanfaatkan potensi Lombok sebagai salah satu wilayah wisata halal. Mengingat, tidak hanya kunjungan wisatawan saja yang meningkat, tapi sektor ekonomi juga akan berdampak besar.

“Semua pasti akan berdampak, tinggal bagaimana kita gencar melakukan promosi, khususnya pada wisatawan Timur Tengah,” ujarnya.

Tidak hanya wisatawan Eropa, Asia, dan Australia saja yang memiliki potensi besar untuk berkunjung ke Lombok. Wisatawan asing dari Timur Tengah juga memiliki potensi berkunjung yang lebih tinggi dengan branding wisata halal NTB semakin populer di mata dunia internasional. Branding wisata halal memiliki nilai jual yang luar biasa besar. Tinggal bagaimana mempersiapkan dan melengkapi infrastruktur pendukung termasuk kesiapan sumber daya manusia (SDM) yang handal dalam menjalankan wisata halal NTB.

Anita mengakui, jika progres branding wisata halal selama ini belum begitu besar daya dongkraknya terhadap tingkat kunjungan wisatawan, termasuk dampak perekonomian masyarakat. Kondisi ini lebih disebabkan, keberadaan wisata halal belum optimal digarap oleh semua stake holder terkait dengan industri pariwisata. Padahal, jika berbciara potensi, pengembangan wisata halal ini sangat besar bisa mendatangkan wisatawan.

Selain masalah optimal dilakukan pengembangan wisata halal Lombok, kata Anita, juga masih terkendala dengan direct flight (penerbangan langsung) dari Lombok dan beberapa negara potensi pasar wisata halal, seperti Brunei Darussalam, dan sejumlah negara di kawasan Timur Tengah.

“Kita masih keterbatasan penerbangan langsung saat ini untuk bisa menyasar pangsa wisata halal,” katanya.

Lebih lanjut Anita mengatakan, meskipun pangsa pasar wisata halal ini masih berada dikisaran 20 persen, namun potensi tersebut bisa ditingkatkan lebih besar lagi. Salah satunya, dengan fasilitas-fasilitas yang ramah muslim, seperti lebih banyak menyediakan hotel dan restoran bersertifikat halal.

Optimis Lombok bisa menjadi yang terbaik. Salah satunya, melalui promo,” jelas Owner Hotel Grand Legi ini.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan UKM NTB H Lalu Saswadi mengatakan, jika wisata halal semakin meningkat, maka potensi ekonomi khususnya dikalangan pelaku UMKM akan berdampak positif.

Menurutnya, pangsa pasar wisatawan asing, khususnya muslim cukuplah besar. Mengingat, fasilitas hingga produk bersertifikat halal sudah disiapkan.  Wisatawan tidak perlu ragu lagi untuk memilih, karena produk-produk UMKM di NTB ini sudah bersertifikat halal.

“Dampak ekonomi bagi pelaku UMKM pasti berdampak, apalagi untuk produk oleh-oleh jika nantinya wisata halal semakin berkembang,” katanya. (dev)