Wine Kopi dan Kopi Luwak Asli Lombok Tembus Pasar Eropa

Wine Kopi dan Kopi Luwak Asli Lombok
Nurul membawa produk kopi yang sudah siap pasar ekspor. (DEVI HANDAYANI / RADAR LOMBOK)

MATARAM – Produk pangan olahan kopi siapa yang tidak kenal di belahan dunia ini. Bahkan untuk kopi Lombok sendiri sudah sangat dikenal hingga keluar negeri dengan ciri khasnya. Salah satunya kopi Lombok dari Desa Midang Gunungsari Lombok Barat yang produk kopinya mampu menembus pasar Asia dan Eropa .

Nurul pengolah kopi Lombok yang produknya sudah merambah pasar luar negeri. Tidak hanya sebatas daerah Indonesia saja, tetapi produknya menembus pasar Asia dan Eropa. Sudah ada 8 negara yang menjadi sasaran untuk pemasaran produk kopi produksi olahan Nurul.

BACA JUGA: Perajin Ketak Mulai Kesulitan Memasarkan Produknya

“Pemasaran kopi saya ini yang paling sering pengiriman itu ada 4 negara, seperti  Cina, Jerman, Inggris, dan Singapura. Pengiriman setiap bulan itu sebanyak 2 kali,” kata pemilik Kopi Jaran Bideng Nurul, Selasa Kemarin (29/1).

Dari beberapa jenis kopi diolahnya ada dua jenis yang memiliki peluang ekspor yaitu Luwak Kopi dan Wine Kopi. Karena kedua jenis kopi tersebut memiliki cita rasa berbeda dari kopi lainnya, seperti robusta dan arabica, sehingga peminatnya cukup banyak. Bahkan kopi produksi Nurul tersebut dibanderol dengan harga cukup tinggi.

Nurul menyebut untuk 1 kilogram harganya bisa terjual keluar 800 USD atau sekitar Rp 11 juta untuk kopi Luwak dan Wine kopi, karena itu yang menjadi best seller. Kalau untuk dalam daerah yang menjadi best seller kopi robusta.

Untuk kopi jenis robusta pasarannya di Indonesia lebih gampang, sedangkan untuk kelas ekspor biasanya costumer membeli dengan cita rasa Wine dan Luwak kopi yang memang seluruh dunia sudah mengetahui kopi Indonesia terkenal dengan luwak. Sehingga harganya memang cukup mahal untuk dijual keluar negeri. Selain itu, keistimewaan dari kopi yang diolahnya ini yakni mulai dari biji kopinya hingga menjadi kopi mengolahnya sendiri dengan biji kopi pilihan.

“Biasanya orang itu beli bijinya saja, tetapi kalau saya pakai biji kopi cerry, kemudian diolah sendiri untuk prosesnya,” jelasnya.

Selanjutnya, untuk pemasarannya sudah hampir seluruh Indonesia dan ke luar negeri, namun saat ini skala ekspornya masih kecil. Karena masih kurangnya izin, dirinya meninginkan dapat mengekspor dengan skala besar. Untuk saat ini, Nurul sudah mengurus izin untuk mempermudah penjualan ke luar negeri.

BACA JUGA: Lampu Tidur Rotan Khas Lombok Tembus Pasar Ekspor

Sementara itu, harga jual kopi tersebut berbeda-beda, untuk di dalam daerah mulai dari Rp 50 ribu sampai Rp 2 juta dan mampu meraup omzet puluhan juta rupiah. Selain itu, Nurul juga ikut memberdayakan petani kopi disekitarnya dengan membantu menjualkan biji kopi mereka.

“Karena saya tidak punya modal besar, jadi saya itu memakai kepercayaan petani, ” katanya. (cr-dev)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Suka
  • Terhibur
  • Sedih
  • Marah
  • Bosan
  • Takut