Wilayah Selatan Lotim Jadi Kawasan Strategis Nasional

Wilayah Selatan Lotim Jadi Kawasan Strategis Nasional
JALAN : Salah satu jalan yang menuju Pantai Ekas Buana yang kondisinya masih jelek. (Janwari Irwan/Radar Lombok)

SELONG – Pemerintah pusat menjadikan wilayah selatan Lombok Timur menjadi salah satu kawasan strategis nasional. Status ini harus membuat warga bangga.

Kepala Bidang Bina Marga Dinas PU Lombok Timur Dedi Irawan mengatakan wilayah selatan merupakan daerah yang siap dikembangkan. Saat ini proses penataan Lombok Timur bagian selatan sedang berjalan. Wilayah selatan kaya dengan potensi wisata. Ada banyak objek wisata yang layak dikunjungi wisatawan.”Untuk Lombok Timur yang sedang dikembangkan saat ini yaitu kawasan selatan dan utara. Sehingga  infrastruktur ke lokasi wisata akan terus ditingkatkan,”jelasnya kemarin.

BACA JUGA: Menikmati Piknik Akhir Pekan Ke Air Terjun Jeruk Manis

Ia menyampaikan, pembangunan jalan menuju objek wisata ini akan dan sedang dilakukan oleh pemerintah pusat melalui program hibah. Pada saat ini katanya, semuanya dalam tahap seleksi.” Jadi saat ini masih dalam tahap seleksi,” ia memperjelas.

Agar tidak terkesan pembangunan infrastruktur tidak hanya di satu lokasi saja, dana-dana pusat diharapkan bisa lebih besar dan fokus menangani masalah infrastruktur bagian selatan. Komitmen pemerintah pusat, tahun 2019 pemerintah tidak akan mengabaikan infrastruktur selatan terutama masalah jalan di Kecamatan Jerowaru. Anggaran yang disiapkan pemerintah pusat direncanakan sekitar Rp 115 miliar per tahun. Dimana pembangunan jalan ini rencananya akan dikerjakan dalam tiga tahun kedepan. “ Jadi kita pastikan masyarakat Jerowaru tidak akan ditinggalkan. Ini semuanya sudah menjadi prioritas nasional,” jelasnya.

Dikatakannya, dalam pembangunan infrastruktur wilayah selatan sudah terbagi menjadi tiga bagian. Bagian pertama jalan yang menuju Pantai Pink di Sekaroh, kedua infarstruktur jalan menuju Pantai Kaliantan Seriwe, dan ketiga jalan menuju Pantai Kura-Kura, Batu Dogong dan Pantai Surga yang masuk wilayah Desa Ekas. “Karena seperti yang kita ketahui, Lotim ini masuk kawasan nasional termasuk Lombok Barat, Lotim dan Lombok tengah,” jelasnya.

Sementara itu Dinas pariwisata Kabupaten Lombok Timur mengakui pertumbuhan pariwisata dari tahun ke tahun terus terjadi peningkatan. Hal ini tidak lepas dari kesadaran masyarakat yang sudah mulai memperhatikan wilayahnya.

BACA JUGA: Menikmati Akhir Pekan di Air Terjun Batu Janggot

Kepala Bidang Pengembangan Kapasitas Pariwisata Dinas Pariwisata Lombok Timur Ahyak Mudin mengaku jumlah penginapan meningkat seperti yang ada Jerowaru dan beberapa wilayah lainnya.”Tapi kalau kita lihat wisatawan kita saat ini masih banyak yang berwisata ke wilayah utara seperti Sembalun, disusul kemudian di wilayah selatan,” katanya.

Dengan banyaknya objek wisata yang bermunculan saat ini didukung juga dengan bertambahnya jumlah penginapan, upaya-upaya promosi atau pemasaran intens dilakukan. Bahkan kedepan Dispar berharap para pelaku wisata ikut menyosialisasikan wisata secara digital. Dengan banyaknya objek wisata yang bermunculan,  wisatawan mancanegara terus berdatangan. Sementara wisatawan domestik masih didominasi oleh wisatawan asal Bandung, Jakarta dan Surabaya. “Dengan banyaknya objek wisata kita ini, saat ini pengunjung terus meningkat, apalagi dibulan Agustus ini,”katanya.

Mengenai insfrastruktur yang kerap dikeluhkan oleh pelaku wisata Pemkab tentu tidak bisa melakukan perbaikan secara langsung, melainkan tahap demi tahap. Akan tetapi saat ini, bukan hanya pemerintah daerah yang terus melakukan perbaikan, tetapi pemerintah desa juga terus melakukan perbaikan.(wan)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Suka
  • Terhibur
  • Sedih
  • Marah
  • Bosan
  • Takut