Wilayah NTB Dikepung Bencana, Bantuan Korban Banjir Terus Mengalir

Bantuan Korban Banjir Terus Mengalir
MENYERAHKAN: Bupati Bima Hj Indah Dhamayanti Putri ditemani putranya, Muhammad Putra Feryandi yang juga Putra Mahkota Kesultanan Bima saat menyerahkan bantuan pada Lurah Potu, Kabupaten Dompu. (SADAM/RADAR TAMBORA)

MATARAM – Wilayah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) betul-betul dilanda dukacita awal pekan ini.

Bagimana tidak, sejumlah wilayah di masing-masing daerah kabupaten/kota nyaris terkena banjir. Seperti di Kabupaten Lombok Timur, Kabupaten Dompu, Bima, dan Kota Bima. Pemerintah pun dengan sigap mengambil langkah antisipasi dengan memberikan bantuan.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi NTB, H Mohammad Rum menyampaikan, bencana yang terjadi di pulau Lombok maupun pulau Sumbawa tidak lepas dari cuaca buruk dalam beberapa waktu terakhir. Cuaca ekstrem dengan hujan intensitas tinggi terjadi sejak pukul 15.00 – 16.30 Wita di wilayah Kabupaten Lombok Timur. Akibatnya, banjir luapan terjadi pada pukul 16.30 Wita di depan kantor PDAM Cabang Selong Kelurahan Pancor Kecamatan Selong. 

Hujan yang membuat air meluap tersebut, mengakibatkan akses jalan terganggu sepanjang 200 meter, 1 unit kantor PDAM tergenang, 5 unit toko tergenang dengan ketinggian air dari hungga 60 centimeter. “Kita sudah cek lokasi dan asesment, sekaligus lakukan pembersihan sumber genangan,” tutur Rum. 

Sementara di Kabupaten Dompu, banjir yang terjadi pada hari Senin (5/3) cukup besar di Kecamatan Woja. Bahkan, ketinggian air banjir mampu melewati tanggul sungai yang ada di pesisir bantaran sungai Rabalaju dan menggenangi rumah masyarakat serta fasilitas umum. 

Menurut Rum, banjir terjadi disebabkan oleh besarnya curah hujan di bagian utara wilayah Kecamatan Dompu dan sekitarnya mulai pukul 14.40 Wita hingga pukul 16.20 wita. Kemudian sekitar pukul 16.45 wita, air banjir mulai masuk ke permukiman dengan melewati tanggul bantaran sungai Rabalaju.

Hal itulah yang sempat membuat warga yang tinggal di dekat bantaran sungai Rabalaju kaget. Masuknya air banjir ke rumah, membuat warga langsung melakukan evakuasi barang rumah tangga yang bisa diselamatkan. “Anggota BPBD Dompu, Anggota Kodim 1614/Dompu, Polres Dompu, Subden III Den A Brimob Dompu, Satpol PP Dompu serta pemerintah terkait bersama warga sudah melakukan evakuasi barang-barang rumah tangga warga,” paparnya. 

Lebih lanjut disampaikan, untuk fasilitas umum yang tergenang adalah lokasi RSU bagian utara UGD dan belakang RSU. Kemudian SMP Yayasan Sakinah desa Wawonduru, SD Impres Soriwono kelurahan potu. “Kerusakan yang di timbulkan adalah jebolnya tanggul sungai laju di Lingkungan Soriwono Kelurahan Potu,” imbuh Rum. 

Data yang dimiliki BPBD NTB, wilayah yang terendam banjir yaitu di Kecamatan Dompu seperti di Desa Karake, Kelurahan Potu dan Kelurahan Karijawa. Selanjutnya di kecamatan Woja yaitu wikayah Kelurahan Simpasai, Kelurahan Kandai Dua, Desa Wawonduru.

Jumlah rumah yang digenangi air banjir di desa Kareke diperkirakan 50 rumah, Kelurahan Potu 500 rumah, Karijawa diperkirakan 20 rumah, Simpasai diperkirakan 150 rumah, Kandai Dua diperkirakan 300 rumah dan Desa Wawonduru diperkirakan 380 rumah. “Kerugian material untuk kelurahan Potu dari Keterangan Lurah lebih kurang Rp 600 Juta dan kerugian material di Wilayah yang lainnya belum dapat diperkirakan karena semua rumah warga digenang air. Alhamdulillah untuk korban jiwa nihil,” terang Rum. 

Upaya yang tekah dilakukan sejauh ini melakukan evakuasi orang/barang, distribusi nasi bungkus, air minum dan makanan siap saji lain. “Pos kesehatan, Damkar dan lain-lain semua kita upayakan. Perkembangan di lapangan juga terus kita pantau,” tutup Rum.

Sementara itu, bantuan terus mengalir kepada korban banjir. Seperti di Desa Tambe Kecamatan Bolo Kabupaten Bima. “Bantuan yang kita terima ini akan langsung kita bagikan pada 100 lebih korban banjir,” kata Kepala Kepala Desa Tambe Nurdin Azrun.

Begitu juga di Kabupaten Dompu, Forum Relawan Bersatu (FRB) NTB Kota Bima memberikan bantuan. Seperti makanan, pakaian, dan obat-obatan. “Bantuan ini sebagai bentuk keprihatinan kita terhadap para korban,” sebut anggota FRB NTB Kota Bima, Lily Marfuatun.

Bupati Bima Hj Indah Dhamayanti Putri juga tak lupa memberikan bantuan. Dia berkunjung langsung ke Kelurahan Potu, Kabupaten Dompu. Dai menyerahkan sejumlah makanan siap saji, air mineral dan nasi bungkus. ”Karena itu kita harus tetap kuat. Jadikan musibah ini sebagai pelajaran buat kita semua. Semua ini adalah ujian dari Allah untuk kita semua,” tausiyah Indah mengingatkan. (zwr/sya/jw/dam)