Wilayah Jerowaru Diupayakan Teraliri Listrik

Arif Makmun(GAZALIE/RADAR LOMBOK)

SELONG—Sebagian desa di wilayah Selatan Lotim, terutama di Kecamatan Jerowaru masih belum merasakan aliran lisitrik. Terutama mereka yang tinggal di wilayah pelosok. Keterbatasan jangkauan daya listrik yang dialami masyarakat wilayah Selatan terus menjadi perhatian PLN Rayon Selong.

Mereka pun kini mengupayakan, agar masyarakat di wilayah Selatan Lotim semuanya bisa merasakan aliran listrik. “Kalau wilayah Jerowaru, terutama yang paling ujung seperti Pantai Pink (memang) belum teraliri listrik,” ungkap Kepala PLN Rayon Selong, Arif Makmun, Senin kemarin (16/1).

Minimnya aliran listrik di sejumlah lokasi di wilayah Jerowaru lanjutnya, disebabkan karena jumlah penduduknya yang belum terlalu padat. Namun, sejumlah wilayah yang belum teraliri listrik di Jerowaru telah diusulkan agar bisa dialirkan listrik.

[postingan number=3 tag=”skpd”]

“Karena yang punya tender ini areal Mataram. Dimana PLN Selong tugasnya hanya pemeliharaan dan pembayaran pelanggan. Kalau pengadaan barang itu ranahnya wilayah Mataram,” terang dia.

Meski masalah penambahan jaringan listrik menjadi kewenangan PLN wilayah Mataram, namun mereka tetap diberikan kewenangan untuk mengusulkan perluasan jaringan listrik untuk di wilayah yang belum mendapatkan aliran listrik. Target perluasan yang diusulkan sampai di 15 lokasi.

“Perluasan penambahan jaringan selalu kita usulkan. Termasuk yang kita usulkan adalah wilayah Selatan (Lotim) yang belum teraliri listrik. Tapi yang membatasinya dari PLN wilayah Mataram,” sebutnya.

Ketika ditanyakan upaya PLN dalam mengantisipasi ganguan listrik, yang disebabkan karena faktor hujan dan angin. Dia mengaku sejak natal dan tahun baru, pihak PLN Selong terus intens turun ke lapangan mengecek kondisi jaringan listrik yang tersebar di semua wilayah yang menjadi jangkaun mereka. Terutama ketika hujan lebat mengguyur disertai dengan angin kencang. “Pengamanan musim hujan ini, kami sudah mulai sebelum natal dan tahun baru. Kami antisipasi hujan dan angin,” yakin dia.

Group pemeliharaan jaringan yang ada di PLN, personilnya selalu disiagakan, lengkap dengan fasilitas sebagai bentuk antisipasi. Selain itu mereka juga rutin melakukan inspeksi langsung ke lapangan, untuk mengecek semua jaringan listrik yang terpasang mulai dari pangkal sampai ujung.

Inspeksi ini minimal dilakukan dua kali dalam sebulan. “Kalau  ada gangguan yang lolos dari pemantauan. Kita tetap memberikan pelayanan selama 24 jam,” terang dia.

Meski saat ini hujan masih terjadi di wilayah Lotim, namun itu tidak terlalu mengkhawatirkan jika dibandingkan dengan bulan Desember tahun lalu. Karena di bulan Desember hujan dan angin cukup besar, bahkan menyebabkan beberapa pohon tumbang. Sehingga berdampak terhadap kerusakan sejumlah fasilitas jaringan listrik. Namun dampak yang ditimbulkan tidak terlalu parah.

“Angin yang besar di bulan Desember 2016 sudah berlalu. Memang ada beberapa pohon tumbang, tapi semuanya sudah bisa diatasi. Karena asset yang tertimpa juga tidak terlalu parah,” tandasnya. (lie)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid