Waspadai Banjir dan Longsor

MULAI SURUT: Banjir yang merendam sejumlah dusun di Batulayar Sabtu lalu (10/12) berangsur-angsur surut. Warga korban banjir sudah kembali ke rumah mereka namun tidak sedikit yang masih bertahan di posko penampungan.

MATARAM – Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB mengimbau kepada   masyarakat agar mewaspadai bencana alam banjir dan longsor.

Pasalnya, saat ini lokasi rentan bencana tidak bisa dipastikan sehingga semua pihak harus waspada. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi NTB, H Muhammad Rum menyampaikan, hujan deras yang mengguyur kota Mataram dan Kabupaten Lombok Barat pada hari Sabtu menyebabkan banjir dan longsor. "Makanya kita harus waspada, saat-saat ini intensitas hujan cukup tinggi sehingga rentan terjadi banjir dan longsor," ucapnya  Senin kemarin (12/12).

Akibat hujan tersebut, terjadi genangan air hingga banjir di Kota Mataram dan Lombok Barat. Ketinggian air rata-rata sampai lutut orang dewasa dan sebagian masuk ke rumah penduduk. "Banjir di Mataram terjadi di banyak tempat," ujarnya.

Beberapa wilayah yang terkena dampak banjir di Mataram diantaranya Kelurahan Sekarbela, Batu Ringgit, BTN Tanah Aji, BTN Pagutan, Jalan Udayana, Lingkungan Dasan Sari, Pelembak, Jalan Sriwijaya, Babakan, Abian Tubuh dan Jalan Swakarya Kekalik Jaya.

Intensitas hujan yang cukup tinggi juga mengakibatkan terjadinya tanah longsor. Hal itu terjadi di Jembatan Punia Jalan Airlangga Kota Mataram. Jembatan tersebut rusak karena terkena hujan selama berjam-jam.

Pihaknya terus melakukan pendataan masyarakat yang terdampak banjir. Informasi yang masuk ke BPBD NTB, di Batu Ringgit Selatan Kota Mataram saja total warga yang terkena dampak banjir sebanyak 68 Kepala Keluarga (KK).

Untuk di Kabupaten Lombok Barat, terjadi di Desa Tanak Embet Batu Layar yang mengakibatkan tanggul Nanggu jebol. "Kita sudah langsung kirimkan karung-karung untuk perbaiki tanggulnya," terang Rum.

Di desa Tanak Embet sendiri jumlah masyarakat yang terdampak 203 KK. Kemudian di BTN Bintang Senggigi terdapat 56 KK, ditambah di dusun Teres Ginit 112 KK. "Itu yang di Batu Layar hasil pendataan sampai Senin sore," katanya.

Langkah yang dilakukan BPBD NTB dengan lansung terjun ke lapangan. Melakukan pemetaan jenis bantuan yang dibutuhkan oleh masyarakat yang terkena dampak. Makanan siap saji dan selimut menjadi bantuan yang paling dibutuhkan saat ini.

Rum mengingatkan kepada semua masyarakat agar tetap waspada. Mengingat titik rawan bencana di NTB sudah tidak bisa diprediksi lagi. Hal itu disebabkan titik rawan bencana tersebut makin bertambah.

Dijelaskan, penyebab banjir dan longsor di NTB akibat kerusakan hutan dan pembuangan sampah yang kerap terjadi. Ditambah lagi dengan fungsi sungai dan saluran drainase yang tidak bekerja dengan baik.

Mengantisipasi hal tersebut, telah dikeluarkan Surat Keputusan (SK) Gubernur yang menetapkan siaga darurat banjir, tanah longsor dan angin puting beliung. "Kita harapkan dengan SK Gubernur masyarakat bisa waspada mengantisipasi bencana," ujar Rum.

Sementara itu,banjir yang terjadi di beberapa dusun di Desa Batu Layar Kecamatan Batulayar Lombok Barat (Lobar) Sabtu  lalu (10/12) berangsur-angsur mulai surut.

BACA JUGA :  Jembatan Rampung, Aktivitas Masyarakat Sambelia Mulai Pulih

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lobar, HM Najib  mengatakan  di sejumlah titik masih digenangi air.  Adapun warga sebelumnya mengungsi di kantor desa mulai kembali ke rumah masing-masing. Meskipun tidak sedikit warga masih memilih bertahan di tempat pengungsian. Seperti sejumlah warga di Dusun Tanaq Embet Barat dan Tanaq Embet Timur. Mereka khawatir akan terjadi banjir lagi. “Warga masih was-was. Takut terjadi banjir lagi,” terangnya Senin kemarin (12/12).

Adapun dusun yang terkena banjir di Desa Batulayar lanjut Najib antara lain Dusun Teloke Tengah, Teloke Utara, Tanaq Embet Timur dan Tanaq Embet Barat. Kemudian ada juga di Desa Seteluk yaitu Dusun Aik Genit. Adapun jumlah kepala keluarga (KK) yang terdampak di masing-masing dusun tersebut antara lain 45 KK di Dusun Tanaq Embet Barat, 158 KK di Dusun Tanaq Embet Timur.  Kemudian di Teloke lebih dari 178 KK, dan di Dusun Aik Genit sekitar 112 KK. “Kita sudah distribusikan bantuan berupa 60 dus mie instan dan 60 dus air bersih. Bantuan air bersih tersebut dipusatkan pada daerah yang tidak terjangkau PDAM,” jelasnya.

Dalam bencana banjir akibat intensitas hujan yang tinggi ini dipastikan tidak ada korban jiwa. Pihaknya sendiri bersama stakeholder terkait, dengan dibantu BPBD NTB siaga di lokasi bilamana nanti terjadi banjir lagi. “Intensitas hujan saat ini masih sangat tinggi. Kita berharap banjir tidak terjadi lagi. Kita tetap stand by di sini,” tandasnya.

Kepala Bagian Humas dan Protokoler Setda Lobar, Ahkam Mahfudz menambahkan, hingga Senin kemarin, Lobar masih siaga dengan kemungkinan banjir yang akan terjadi lagi di seputaran Desa Batulayar. Tim BPBD pun berjaga-jaga di lokasi sambil tetap berusaha membersihkan bekas-bekas banjir.

Diterangkan Ahkam, selain banjir sepinggang orang dewasa di lima dusun di Batu Layar. Juga terjadi longsor di Dusun Orong. Penyebab banjir dan longsor sendiri dipicu intensitas hujan yang tinggi dan penyumbatan saluran di daerah sekitar sehingga sungai pun meluap. Banyak barang milik warga hanyut oleh banjir. Tembok rumah beberapa warga juga rusak akibat diterjang arus banjir.

BPBD sendiri kata Ahkam, selain turun melakukan pertolongan dan memberikan bantuan logistik, juga sudah membangun tenda darurat di beberapa lokasi banjir tersebut dan menjadikan Kantor Desa Batulayar sebagai posko siaga banjir.

Untuk langkah penanganan sementara lanjut Ahkam, pihak BPBD bersama Dinas Pekerjaan Umum telah membuka saluran di sekitar Hotel Jayakarta dan membersihkan sampah dan pohon yang menghambat arus air ke laut sehingga Senin kemarin genangan jauh menyusut. “Namun dengan intensitas hujan yang tidak putus-putus hari ini (kemarin) kekhawatiran dan kesiagaan tetap ada sebagai langkah awal antisipasi,” tandasnya. (zwr/zul)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid
Berita sebelumyaJasindo Bayar Klaim Asuransi 7 Ekor Sapi Peternak
Berita berikutnyaDari Maulid Adat, Hingga ke Sunatan Massal