Waspadai Aksi Kriminal di Bypass BIL 2

RAWAN : Minimnya lampu jalan menyebabkan bypass BIL 2 Gerung-Mataram rawan aksi kriminalitas (ZUL/RADARLOMBOK)

GIRI MENANG – Warga diminta mewaspadai kasus kriminalitas seperti penjambretan dan begal sepeda motor di bypass BIL 2 Gerung-Mataram. Pelaku bahkan nekat melakukan aksinya siang hari.

Sekitar pukul 14.00 Wita, Sigit, warga Gerung, nyaris menjadi korban penjambretan di bypass BIL tepatnya di dekat jembatan pertama dari arah bundaran Giri Menang Square (GMS) Gerung. Dua pemuda berboncengan tiba-tiba mendekat dan berusaha merebut HP milik Sigit yang tengah dipakai memotret. Sayang pelaku gagal. Pelaku langsung kabur. “ Kejadian seperti ini sudah sering terjdi, makanya harus waspada, walaupun siang hari,” ungkap Sahri, salah seorang warga melintas usai kejadian tersebut.

Kasus kriminalitas di bypass BIL 2 juga semakin mengkhawatirkan lantaran minimnya lampu penerang. Banyak lampu PJU yang mati padahal baru dipasang. Dinas Tata Kota Pertamanan dan Kebersihan Lobar sendiri melaksanakan proyek meterisasi PJU bypass BIL II tahun ini dengan pagu anggaran Rp 361,94 juta lebih. Pada malam hari, kondisi jalan gelap dan berbahaya.

Kepala Dinas Tata Kota Pertamanan dan Kebersihan Lobar Lalu Winengan menerangkan, persoalan banyak lampu mati dengan program meterisasi harus dipisah. Karena proyek pemasangan lampu dan tiang merupakan proyek Satuan Kerja (Satker) Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah I NTB. “Jadi harus dipilah. Tugas kita memang untuk melakukan meterisasi, tapi lampu itu milik orang lain, proyek lain, milik balai (satker) jalan nasional. Meterisasi kita saat ini sudah selesai dikerjakan,” ungkapnya di Giri Menang, Rabu (12/10).

Soal banyak lampu PJU yang mati, Winengan mengaku sudah mengkomunikasikannya dengan Satker terkait untuk segera dilakukan pergantian lampu. “Saya sudah komunikasi melalui surat dan telepon, katanya mereka sedang melakukan pemesanan lampu, dan itu masih dalam tahap pemeliharaan. Kalau tidak salah ada 25 tiang lampunya mati,” jelasnya.

Dinas mengirim surat permintaan penggantian lampu mati dengan nomor surat 650/931/DTPK/2016. “ Kami dari Dinas Tata Kota Pertamanan dan Kebersihan Kabupaten Lombok Barat meminta kerjasamanya untuk segera mengganti lampu LED yang tidak  berfungsi tersebut agar proses PHO yang akan kami laksanakan dapat berjalan dengan baik,” ungkap Winengan.

Program meterisasi dengan pemasangan KWH yang dipesan melalui PLN ini perlu dilakukan, untuk mengetahui berapa besaran beban yang harus dibayar Pemkab ke PLN tiap bulan. Selain di bypass BIL 2, dinas juga melakukan meterisasi di  di titik-titik yang lain seperti di jalan Batu Layar-Gunung Sari dengan pagu Rp 1,55 miliar, jalan Gerung-Lembar dengan pagu Rp 1,26 miliar lebih.(zul)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid