Waspada Penipuan Berkedok Arisan Online

AKP Kadek Adi Budi Astawa (DERY HARJAN/RADAR LOMBOK)

MATARAM—Belakangan ini marak muncul arisan online yang menawarkan keuntungan yang menggiurkan. Sehingga tak heran kalau kemudian banyak yang terpikat. Namun demikian, masyarakat perlu berhati-hati. Sebab, tidak semuanya mempunyai legalitas yang jelas, dan rentan terjadi penipuan.

Sejauh ini sudah banyak yang mengadu ke pihak kepolisian lantaran merasa tertipu. Salah satunya adalah Ni Putu Sudewi. Modal yang dikeluarkan sudah mencapai puluhan juta. Namun semua lenyap begitu saja.

“Dia tidak pernah dapat. Misalkan ini di foto bukti dapat, tetapi uangnya diambil lagi oleh owner-nya. Jadi itu hanya sebagai formalitas untuk kemudian di upload di media sosial untuk meyakinkan orang-orang agar ikut bergabung,” ungkap korban melalui penasehat hukumnya, Habib Al Qutbi, Sabtu (3/10).

Korban yang ditangani Habib, ternyata bukan Sudewi saja, tetapi ada juga yang lain yang nasibnya sama. Kerugian pun hampir tak ada yang sedikit, rata-rata per minggu mereka mengeluarkan uang sejumlah Rp 7 juta. Tetapi setelah mengeluarkan mereka tak kunjung dapat. “Kasus ini kemudian kita laporkan ke Polresta Mataram,” bebernya.

Kasat Reskrim Polresta Mataram, AKP Kadek Adi Budi Astawa membenarkan pihaknya pernah menerima aduan terkait dugaan penipuan arisan online. Modusnya yaitu menjanjikan keuntungan yang menggiurkan. Tetapi pada akhirnya setelah orang bergabung jangankan dapat keuntungan, modalnya saja tak kembali. “Ada 15-an yang mengadu. Enam diantaranya sedang kita telaah. Jika ditemukan unsur melawan hukumnya kita proses,” tegasnya.

Tidak hanya arisan online, Kadek Adi mengaku banyak juga menerima aduan investasi bodong. Modusnya hampir sama yaitu menawarkan keuntungan yang menggiurkan sehingga banyak yang terpikat. Namun setelah orang bergabung apa yang dijanjikan tak kunjung didapatkan. “Untuk kami hanya sekedar menghimbau masyarakat agar selalu hati-hati,” beber tutupnya. (der)