Waspada!, Bima Berpotensi Gempa

ILUSTRASI GEMPA BUMI

BIMA – Untuk wilayah Bima, potensi terjadinya gempa bumi masih cukup tinggi. Karena di wilayah selatan Pulau Sumbawa terdapat daerah patahan yang aktif melintasi perairan Sumatera bagian barat hingga Jawa bagian selatan. Kemudian Bali bagian selatan, NTB dan NTT bagian selatan. Hanya saja kapan dan dimana titik pusat gempa, tidak bisa diprediksi lebih awal.

Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Bima Topan Primadi menjelaskan, Kamis malam (13/7) sekitar pukul 22.30.34 wita, terjadi gempa bumi tektonik di wilayah Bima dan Kabupaten Manggarai Barat dengan kekuatan 5,1 Skala Richter (SR).

Lanjut Topan, episenternya terletak pada koordinat 8,22 LS dan 119,34 BT. Tepatnya di laut pada jarak 43 km arah utara Kota Komodo, Kabupaten Manggarai Barat dan Provinsi NTT pada kedalaman 28 km. “Dampak gempa berdasarkan peta shake map menunjukkan bahwa, gempa ini mengguncang pada skala intensitas II SIG-BMKG atau III MMI terjadi di Bima, Ruteng, Pulau Komodo dan Waingapu,” bebernya.

Sementara jika ditinjau dari kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal. Akibat dari aktivitas sesar aktif. “Berdasarkan peta tataan tektonik Flores, tampak di Laut Flores terdapat struktur sesar naik Flores. Ini sesuai dengan mekanisme sumber yang berupa sesar naik dan memiliki strike yang berarah barat timur,” jelasnya.

Diakui Topan, diduga kuat Flores Back Arc Thrust menjadi pembangkit gempa bumi. Sementara untuk masyarakat yang bermukim di sekitar pantai, dihimbau agar tetap tenang. Serta tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenaranya. “Gempa bumi yang terjadi ini tidak berpotensi tsunami,” pungkas Topan. (yet)