Waspada Banjir dan Tanah Longsor Hingga Februari 2020

Ir. I Gusti Bagus Sugihartha (Faisal Haris/radarlombok.co.id)

MATARAM—Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi NTB mencatat kejadian bencana dari Januari hingga Desember 2020 sudah 79 kejadian.

Dari 79 kejadian itu didominasi banjir, angin puting beliung dan longsor. Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Provinsi NTB, Ir. I Gusti Bagus Sugihartha mengatakan, adapun kejadian bencana lainnya, seperti kebakaran dengan skala besar juga pernah terjadi. Bahkan belum lama ini terjadi kebakaran di wilayah Batu Rotok Kabupaten Sumbawa yang menghanguskan puluhan rumah warga. “Belajar dari kejadian tersebut, ini juga kita bagaimana mengantisipasi kedepan,”sambungnya.

Meski demikian, lanjutnya, pada 2020 ini tidak ada korban jiwa yang sampai meninggal tapi hanya kecelakaan-kecelakaan kecil saja. Namun yang banyak terdampak atas kejadian tersebut rusaknya rumah masyarakat. Sehingga pihaknya memberikan bantuan dana setimulan untuk perbaikan rumah yang rusak itu.

Sugihartha enggan membeberkan alokasi dana yang disiapkan untuk menghadapi bencana ini. Malah ketika terjadi bencana sebetulnya dana tidak dipersiapkan, tetapi digunakan dana Bantuan Tidak Tetap (BTT). “Jadi kalau dana pusat itu digunakan dana siap pakai, kalau daerah itu BTT. Jadi berapapun kebutuhan itu ya harus dipersiapkan oleh pemerintah,”ujarnya.

Oleh sebab itu, guna mengatisipasi kejadian bencana pihaknya melakukan rapat koordinasi untuk berkaloborasi mambuat suatu kekuatan dalam menghadapi kondisi cuaca di NTB kedepannya. “Jadi seperti informasi yang sudah berkembang, bahwa untuk saat ini curah hujan diprediksi sekitar 40 persen di atas normal di akhir 2020 sampai diperkirakan bulan Maret 2021,”terangnya.

Melihat prediksi dari BMKG, kata Sugihartha, diperkirakan dua minggu kedepan curah hujan cukup tinggi. Dampak berpotensi terjadi banjir dan tanah longsor. Pihaknya telah melakukan pemetaan dimana titik-titik lokasi yang rawan supaya bisa diperhatikan.

Sugihartha mengimbau masyarakat dengan  kondisi curah hujan di atas normal tentu perlu diwaspadai. “Pertama yang perlu diperhatikan bagi wilayah-wilayah yang berperluang terdampak, masyarakat harus lebih waspada. Dimana itu, di bantaran-bantaran sungai ini berpeluang untuk terdampak,”imbaunya.

Sebelumnya, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik,  BPBD Provinsi NTB H Ahmadi menyembukan, pihaknya sudah mengusulkan anggaran untuk mengantisipasi bencana di NTB sekitar Rp 17 miliar. “Ya sudah kita usulkan satu minggu yang lalu anggara untuk antisipasi bencana sekitar Rp 17 miliar,” katanya.

Anggaran tersebut, nantinya akan dipergunakan untuk penanganan darurat longsor, banjir, antisipasi kebutuhan logistik dan lain sebagainya. “Mudah-mudahan anggarannya bisa cepat. Kita tidak bisa prediksi kapan bisa keluarkan. Tapi yang penting kita sudah ajukan sejak awal sambil kita pantau terus. Karena NTB saat ini status siaga darurat,”katanya. (sal)