Warga Wanasaba Desak KKTK Tebang Pohon Tua

SELONG—Warga Wanasaba mendesak Pemkab Lotim, dalam hal ini KKTK untuk segera menebang pohon-pohon tua yang berada di sepanjang jalan raya dari Mamben Daya depan pasar Desa Mamben Daya, hingga pertigaan dekat Ponpes Assaufiyah Wanasaba. Hal ini dikarenakan banyak pohon tumbang yang telah banyak menelan korban jiwa maupun materi.

“Sejak tiga tahun saya bertugas disini telah saya usulkan untuk menebang pohon-pohon tua yang membahayakan warga ataupun pengendara. Tetapi sampai dengan saat ini tidak juga dilakukan,” keluh Camat Wanasaba, Mawardi, Rabu (31/8).

Ia mengungkapkan kekesalannya, lantaran telah tiga tahun bersama warga setempat berupaya mengajukan permohonan agar pohon jenis sengon yang berada di sepanjang jalan tersebut (utamanya di depan kantornya) sudah sangat besar dan tua, yang dianggap sangat membahayakan. Bahkan terakhir telah membawa korban meninggal di tempat pada Senin lalu.

Senada dengan penegasan camat, salah satu warga setempat, Wardi mengatakan bahwa Pemda harusnya segera tanggap atas suara masyarakat. “Alasan Pemda katanya tidak ada anggaran untuk menebang pohon-pohon ini. Terus hasil penjualan pohon-pohon bagus yang telah mereka tebang di berbagai tempat dikemanakan? Seharusnya itu dipergunakan untuk subsidi silang guna pembiayaan penebangan ini,” katanya.

Warga lainnya, Nasir mengatakan bahwa keberadaan pohon Sengon yang hingga berdiameter satu meter tersebut tidak ada faedahnya bagi warga. “Ini pohon salah tanam dan tidak ada faedahnya bagi warga. Dijual tidak bisa, dibakarpun tidak bisa. Kemudian warga dibebani untuk menebang dengan biaya hingga dua juta lebih, ini tentu tidak adil,” kesalnya.

Bahwa usulan untuk penebangan dan peremajaan tanaman yang ada di sepanjang jalan tersebut, dikatakan sejak beberapa tahun lalu telah diusulkan. Namun sangat disayangkan, Pemerintah Daerah tidak merespon keinginan masyarakat tersebut. “Masak anggaran hanya sepuluh juta tidak ada, padahal ini sangat mendesak. Apakah menunggu korban lebih banyak lagi, baru Pemda tanggap. Kalau begini, payah pemerintah ini,” kritiknya.

Sementara Ketua LSM Lembaga Alam Nusantara, Syaiful Gawah juga mendukung keinginan masyarakat Wanasaba untuk menebang pohon-pohon jenis sengon yang dianggap sangat membahayakan warga, terutama para pengendara di jalan raya. “Masyarakat telah lama menginginkan pohon-pohon tersebut di tebang, kenapa justeru pilih kasih dalam melakukan penebangan. Pohon-pohon yang yang bagus diprioritaskan (ditebang) karena bisa dijual, sementara jenis ini (sengon) tidak mau ditebang, malah dibebankan ke warga. Ini tentu sangat disayangkan,” katanya.

Pihaknya berharap, pemkab dalam hal ini KKTK segera ambil sikap dan melakukan penebangan terhadap pohon-pohon tersebut, sebelum akan membawa jumlah korban lebih banyak lagi.

Sedangkan Kepala Desa Wanasaba, Sahirudin mengaku mendukung Pemda untuk segera melakukan penebangan terhadap pohon-pohon yang membahayakan warga tersebut. “Desa siap mendukung. Kalau memang harus dianggarkan untuk penebangan tersebut, maka saya siap melakukan musyawarah dengan BPD untuk menganggarkan itu demi keselamatan warga,” sindirnya.

Sedangkan Kepala KKTK Lotim melalui Kasi Pertamanan, Sugandi mengatakan bahwa pihaknya akan segera melakukan pemangkasan, bukan penebangan seperti yang diharapkan warga. “Namun kami harus berkoordinasi dulu dengan stakeholder terkait, seperti Dishut, Lingkungan Hidup, PLN, Telkom, Pol PP, ESDM dan sebagainya. Kami tentu sangat  berharap dukungan dari semua lembaga terkait,” singkatnya. (lal)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Suka
  • Terhibur
  • Sedih
  • Marah
  • Bosan
  • Takut