Warga Tolak SMPN 2 Pringgarata Tempat Karantina ODP Corona

MENOLAK: Warga Desa Sintung Kecamatan Pringgarata saat menyatakan menolak desa mereka dijadikan sebagai lokasi Karantina ODP Covid-19, Selasa (14/4). (IST/RADAR LOMBOK)
MENOLAK: Warga Desa Sintung Kecamatan Pringgarata saat menyatakan menolak desa mereka dijadikan sebagai lokasi Karantina ODP Covid-19, Selasa (14/4). (IST/RADAR LOMBOK)

PRAYA — Rencana Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Tengah menjadikan gedung SMPN 2 Pringgarata sebagai tempat karantina warga yang berstatus Orang Dalam Pemantauan (ODP) virus Corona (Covid-19) mendapat penolakan dari warga setempat. Pasalnya, warga menilai hal tersebut akan membuat keresahan di tengah masyarakat Desa Sintung, Kecamatan Pringgarata.

Salah seorang warga Desa Sintung, Lalu Muhammad Syafei mengatakan rencana Pemkab Loteng menjadikan SMPN 2 Pringgarata sebagai lokasi karantina sudah membuat kegaduhan di tengah masyarakat. Masyarakat sudah mulai khawatir jika penyebaran virus Corona ini akan menyebar di desa mereka.

“Kami mempertanyakan apakah tidak ada lokasi alternatif lain, selain di SMPN 2 Pringgarata. Sekolah di Sintung ini sangat dekat dengan  permukiman dan dampak sosialnya sangat besar,” ungkap Lalu Muhammad Syafei, Selasa (14/4).

Disampaikan juga, dikhawatirkan nantinya malah warga tidak berani tinggal di desa mereka sendiri, karena dijadikan sebagai lokasi karantina ODP COvid-19. Maka sebelum SK tersebut keluar, diharapkan agar Pemkab Loteng mempertimbangkan rencana itu.

“Jadi kita memang tidak mau demo- demo atau menolak program dengan cara lain, kemampuan kami menolak hanya lewat tulisan saja. Kalaupun belum ada mediasi, maka kita tidak tau langkah apa yang dilakukan oleh warga kami disini,” ucapnya.

Dikatakanya, masyarakat saat ini merasa takut apalagi mereka belum mengetahui secara pasti siapa saja yang akan di karantina di lokasi itu. Terlebih di semua desa yang ada di Kecamatan Pringgarata ini hanya beberapa SMP untuk menjadi tempat karantina. Jadi kalau orang luar desa Sintung pulang menjadi TKI, maka sudah pasti akan di karantina di Sintung, jadi masyarakat resah. “Masyarakat minta adanya lokasi lain,” harapnya.

Hal yang sama disampaikan oleh Kepala Desa Sintung, Herman mengaku, sebenarnya ini masih wacana dan pihaknya juga sudah menjelaskan kepada warga. Oleh pihak desa juga tetap menolak lokasi tersebut dijadikan sebagai tempat karantina ODP Caovid-19. Karena jika itu terjadi, maka dikhawatirkan masyarakat akan ketakutan.

“Desa juga menolak dari awal dan SMP ini di depan rumah saya. Wacana memang saya dengar dari Sekda bahwa ini menjadi lokasi bagi warga Desa Sintung yang pulang dari luar kota atau luar negeri agar tidak berkeliaran kemana- mana dan bukan untuk Kabupaten. Tapi masyarakat belum ada informasi yang valid,” terangnya.

Kalaupun itu hanya untuk warga Desa Sintung, maka tetap akan diberikan keputusan lewat jalur musyawarah, karena pihak desa juga tidak bisa memutuskan permasalahan ini sendiri. Sampai dengan saat ini mulai dari warga hingga pihak desa dengan tegas menolak lokasi yang ada di Desa Sintung dijadikan sebagai tempat Karantina ODP Covid-19.

“Jadi kita tetap memikirkan warga, lebih- lebih saya yang didepan SMP ini. Memang sampai dengan saat ini setidaknya ada 10 orang yang pulang dari luar daerah atau luar negeri, mereka tetap ODP dan kesehatan mereka membaik semua,” tambahnya. (met)