Warga Tiga Desa di Narmada Tuntut Ganti Rugi Lahan Proyek Jalan

DATANG: Warga dari tiga desa di Kecamatan Narmada mendatangi kantor DPRD Lobar, Kamis (27/5). Namun tidak ada anggota dewan yang bisa ditemui. (Fahmy/Radar Lombok)

GIRI MENANG – Puluhan warga dari tiga desa di Kecamatan Narmada mendatangi kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah ( DPRD) Lombok Barat kemarin. Mereka mengadukan nasib mereka karena lahan mereka terdampak proyek pelebaran jalan.

Puluhan warga tersebut berasal dari Desa Lembah Sempage, Sesaot dan Suranadi. Mereka diterima oleh Kabag Hukum dan Humas DPRD Lombok Barat, berhubung belum ada anggota DPRD Lombok Barat yang datang.

Saat berdialog, mereka meminta anggota DPRD menemui mereka namun taka da satupun anggota dewan ada di kantor saat mereka datang.

Muhammad Agus Setiawan, perwakilan warga, menjelaskan, kedatangan mereka adalah untuk menyampaikan aspirasi soal puluhan rumah yang terancam digusur imbas pelabaran jalan Sesaot-Lembah Sempage. Warga menolak tegas penggusuran lahan mereka karena tidak dilakukan ganti rugi oleh pemerintah.”Pemerintah sedang membangun jalan, namun sepeserpun belum ada warga yang mendapatkan ganti rugi lahan,” kata Agus yang mendampingi warga.

BACA JUGA :  Gerung akan Hidup Bila Jalan Dapat Sentuhan

Agus menegaskan, banyak rumah warga yang sudah dirusak, banyak lahan warga yang sudah dipakai, namun tidak ada kejelasan pembebasan lahan. Oleh karena itu warga mempertanyakan masalah ini ke DPRD Lombok Barat dan eksekutif.”Ini yang mau kita pertanyakan apakah ini proyek abu-abu atau bagaimana yang dijalankan oleh Pemkab Lombok Barat ini,” tegasnya.

Pasalnya rumah mereka hanya akan digusur saja tanpa melalui pembayaran ganti rugi sebagai bentuk niat baik pemerintah dan kontraktor.  Warga yang lahannya terdampak meminta dengan tegas pemerintah memberikan ganti rugi atas lahan yang terpakai.”Saya hanya minta diberikan ganti rugi lahan saya,” pinta Ramisah, salah seorang warga.

BACA JUGA :  Calo CPNS Bergentayangan

Dalam diskusi, Sekretaris DPRD Lobar, Hj. Aisyah Desilina berusaha menenangkan warga. Pihak sekretariat akan menjadwalkan pertemuan dengan warga pada Senin pekan depan. ” Hari Senin akan dijadwalkan untuk pertemuan,” katanya.

Pihak sekretariat akan berupaya memperbaiki sistem informasi tersebut dan akan segera melakukan kroscek ke lapangan guna memastikan adanya miskomunikasi antara warga dan pihak sekretariat soal surat permohonan hearing.

Keputusan sekretariat yang akan menjadwalkan pada Senin pekan depan diterima oleh warga. Mereka pun pulang dengan tertib.”Nanti hari Senin akan dijadwalkan untuk pertemuan dengan DPRD Lobar,” tutup Agus. (ami)