Warga Terkejut PBB P2 Naik Drastis

SELONG – Kenaikan drastis Pajak Bumi dan Bangunan Pedesaan dan Perkotaan (PBB P2) di Lombok Timur menimbulkan protes keras dari warga. Banyak yang terkejut dengan lonjakan pajak yang mencapai lebih dari 1000 persen dibanding tahun sebelumnya dalam kondisi ekonomi yang sudah sulit.

Ahmad Yani, warga desa Kabar Kecamatan Sakra Lotim, mengeluhkan bahwa pajak untuk lahan seluas 13 are miliknya naik dari Rp 11.000 menjadi Rp 97.000, sementara pajak bangunan rumahnya yang sebelumnya Rp 15.000 kini melonjak menjadi Rp 121.000.  “Kenaikan ini sangat memberatkan, terutama di saat kondisi ekonomi sedang sulit,” keluhnya.

Keluhan serupa juga terdengar dari wilayah perkotaan seperti di Kota Selong. Warga terkejut dengan besaran kenaikan pajak yang diterapkan.

Baca Juga :  Semua Warga Miskin Diupayakan Terdaftar di BPJS

Kepala Bidang PBB P2 Bapenda Lotim Tohri Habibi menjelaskan bahwa lonjakan ini disebabkan oleh penyesuaian Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) berdasarkan Peraturan Bupati Lombok Timur terbaru. Meski demikian, tidak semua wajib pajak mengalami kenaikan yang sama besar. “Kami mengakui kurangnya sosialisasi yang maksimal terkait perubahan ini,” ungkapnya.

Menanggapi protes masyarakat, Bapenda Lotim siap memberikan diskon atau potongan nilai pajak bagi wajib pajak yang merasa terkena kenaikan yang tidak wajar. Wajib pajak diimbau untuk mengajukan pengaduan jika merasa kenaikan pajak tersebut terlalu tinggi.

Kondisi ini juga dipengaruhi oleh peningkatan target penerimaan dari PBB P2 yang menjadi sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) Pemkab Lotim. Target penerimaan tahun 2023 naik menjadi Rp 23 miliar, menyebabkan sejumlah wajib pajak mengalami kenaikan hingga 1000 persen dari nilai pajak tahun sebelumnya.

Baca Juga :  24 Bandar dan Kurir Sabu Ditangkap

Di samping itu, Tohri menegaskan bahwa kesalahan teknis petugas dalam menghitung juga menjadi faktor penyebab kenaikan, meskipun keputusan ini tetap akan ditagih. “Kami siap menerima pengaduan dan memberikan solusi berupa diskon atau potongan nilai pajak,” tambahnya.

Masyarakat Lotim diimbau untuk berkoordinasi dengan pemerintah desa setempat dalam mengajukan pengaduan terkait kenaikan pajak yang dirasakan terlalu tinggi.(lie)

Komentar Anda