Warga Tanjung Kembalikan Rastra Kuning Berkutu

KUNING BERKUTU: Kualitas Rastra yang diterima masyarakat Desa Tanjung.

TANJUNG – Beras jelek dan tidak layak konsumsi kembali diedarkan oleh Divre Bulog NTB kepada masyarakat Lombok Utara.

Beras untuk masyarakat miskin tersebut berwarna kuning dan berkutu. Kualitas beras sejahtera (rastra) jelek setelah beras didistribusikan ke Desa Tanjung Kecamatan Tanjung, Kamis (1/6) lalu. “Ketika baru turun truk, kami langsung mengeceknya, ternyata ditemukan kualitasnya jelek tidak layak dikonsumsi. Berasnya berwarna kuning dan berkutu,’ ungkap Kades Tanjung Budiman, Jumat (2/6).

Pihaknya sudah mewanti-wanti akan kualitas beras yang didistribusikan, karena telah banyak desa-desa yang mengeluhkannya, sehingga sebelum didistribusikan pihaknya mengeceknya. Melihat kondisi rastra yang tidak layak tersebut, akhirnya pemerintah Desa Tanjung pun menolak rastra tersebut dan meminta sopir truk yang mengangkut rastra mengembalikan beras dan menukar dengan yang baru. “Kami langsung mengemebalikan kepada yang mengantar dan meminta untuk diganti. Katanya Jumat mau diganti yang baru,” terangnya.

Pada saat rastra didrop tidak ada keterlibatan tenaga kerja sukarela kecamatan (TKSK) yang mendampingi. Padahal seharusnya TKSK harus diikutkan Bulog pada saat droping beras agar bisa dipantau kualitasnya. Padahal katanya,  sebelumnya pihak bulog sudah bertemu bupati karena ada rastra jelek juga di Pemenang. “Tapi sekarang terulang lagi, kami minta pemkab tegas mengingatkan bulog agar ini tidak terjadi lagi,” harapnya.

BACA JUGA :  Dikes KLU Ingin Contoh Kab. Bantaeng

Ia menyebutkan, yang berhak menerima rastra di desanya mencapai 976 KK. Masing-masing KK mendapatkan 15 kilogram beras.

Dikonfirmasi terpisah, Kabag Ekonomi Setda Lombok Utara Ahmad Sujanadi membenarkan adanya keluhan lagi terkait rastra yang dibagikan Bulog tersebut. Menindaklanjuti keluhan dari Desa Tanjung tersebut, pihaknya sudah berkoordinasi dengan bulog dan beras akan diganti secepatnya. “Kalau dalam aturan beras yang kualitasnya jelek bisa diganti dalam waktu 2 x 24 jam. Tadi saya telepon bulog katanya hari ini (kemarin) sudah ada truk yang mengantar beras ke Tanjung,” katanya.

Sementara itu, Wakil Bupati Lombok Utara Sarifudin berharap beras yang dibagikan kepada masyarakat ini jangan sampai kualitasnya rendah atau bahkan ada kutunya. “Bulog harus transparan. Jangan sampai beras untuk rakyat ini jelek,” harapnya.

Jika sampai ada Rastra tidak layak konsumsi yang akan dibagikan ke masyarakat harus langsung ditarik. “Jangan sampai masyarakat sakit gara-gara beras ini. Kalau seperti ini nanti saya akan mendampingi kalau ada pembagian beras ini lagi,” pungkasnya. (flo)