Warga Sumbawa Barat Masih Bertahan di Tenda Pengungsian

Warga Sumbawa Barat Masih Bertahan di Tenda Pengungsian
BERTAHAN: Warga yang masih bertahan di tenda-tenda darurat pascagempa, kemarin. (FARUK/RADAR SUMBAWA)

TALIWANG—Pascagempa bermagnitudo 6,9 yang terjadi Ahad (19/8) lalu, hingga Kamis (23/8) kemarin masyarakat Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) tetap memilih bertahan di tenda-tenda darurat. Tenda-tenda tersebut dibangun di jalan-jalan maupun lapangan terbuka.

Langkah ini dilakukan sebagai bentuk kewaspadaan masyarakat akan kemungkinan terjadinya gempa susulan. “Kalau siang hari, kita beraktivitas seperti biasa. Tapi kalau sudah malam, kita memilih untuk tidur di tenda yang dibangun pascagempa,’’ jelas Fendy, salah satu warga Taliwang, kemarin.

BACA JUGA: Pemerintah KSB Berlakukan Status Tanggap Darurat Gempa

Hal yang sama juga dilakukan masyarakat Kecamatan Poto Tano dan Seteluk. Ribuan warga di dua kecamatan paling terdampak ini sampai saat ini masih bertahan di tendatenda darurat dan posko bencana yang dibangun pemerintah. “Sampai saat ini kami masih di tenda pengungsian. Selain rumah rusak parah, kami juga khawatir akan terjadinya gempa susulan,’’ ujar Rahmat Hidayat, warga Desa Tambak Sari, Kecamatan Poto Tano.

Warga di desa ini untuk sementara membangun tenda-tenda darurat di atas bukit. Demikian halnya dengan warga Desa Poto Tano. Mereka juga melakukan yang sama. “Saat ini warga kita masih bertahan ditenda. Kerusakan di Poto Tano cukup parah,’’ ujar Kades Poto Tano, Nur Hasan, kemarin.

BACA JUGA: KLU Minta Perpanjangan Masa Tanggap Darurat

Selain masih bertahan di tenda tenda darurat, pelayanan kesehatan juga dilakukan menggunakan tenda. Seperti yang dilakukan di RSUD Asy Syifa KSB, pelayanan terhadap pasien di rumah sakit milik Pemerintah KSB ini dilakukan di tenda berukuran raksasa. Demikian halnya dengan pelayanan kesehatan di Puskesmas se- KSB juga dilakukan di luar. Sejumlah sekolah juga masih diliburkan. (far)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Suka
  • Terhibur
  • Sedih
  • Marah
  • Bosan
  • Takut