Warga Selatan Mulai Krisis Air Bersih

Warga Selatan Mulai Krisis Air Bersih
KEKERINGAN: Salah satu warga saat mengambil air bersih menggunakan ember dari bantuan Polres Lombok Tengah di wilayah Praya Tengah. (DOKUMEN/RADAR LOMBOK)

PRAYA – Warga Desa Mertak Kecamatan Pujut mengeluhkan penyaluran air bersih dari Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) Lombok Tengah yang tidak merata terhadap wilayah kekeringan. Hal ini diungkapkan Kepala Desa Mertak Kecamatan Pujut H Lalu Bangun, Selasa kemarin (5/6).

Kata Bangun, warganya sangat membutuhkan air bersih untuk melangsungkan kehidupannya. Namun hingga kini mereka belum pernah menerima penyaluran air bersih gratis dari pemerintah daerah. Padahal sudah diajukan serta dinas tersebut juga tahu dari tahun pertahun kalau wilayah Mertak selalu dilanda kekeringan. “Bagaimanan lagi kerena kekurangan mendapatkan air bersih, warga harus beli ke desa lain. Untuk biaya angkut air itu mencapai Rp 200 ribu. Coba itu dibayangkan,” sesalnya.

Bangun mengaku, jangankan untuk kebutuhan mandi  dan mencuci, untuk kebutuhan lainya juga sangat sulit mendapatkan air bersih.  Sehingga warga dengan terpaksa harus membeli air isi ulang ataupun ke desa-desa yang masih memiliki sumber air bersih untuk memenuhi kebutuhan rumah tanggannya. Selain itu, bagi warga yang tidak mampu, mereka terpaksa harus patungan agar bisa mendapatkan air bersih untuk keperluan rumah tangga. “Kita memag dilanda kekeringan. Kalau ada hujan mungkin kami tidak akan minta air,” ucapnya.

Hal Senada disampaikan Kades Semoyang Kecamatan Praya Timur, Wirekasme, wilayahnya juga dilanda kekeringan. Program MBR PDAM Lombok Tengah yang diluncurkan tahun 2015 itu juga tidak mengantisipasi kekeringan. Karena debit airnya yang mengalir sangat minim sekali serta kadang ada yang tidak sama sekali.

1
2
Bagaimana reaksi anda ?
  • Suka
  • Terhibur
  • Sedih
  • Marah
  • Bosan
  • Takut