Warga Selatan Lestarikan Tradisi Bau Nyale

Bau Nyale
CANTIK : Sebagian dari ratusan peserta karnaval budaya yang digelar di Kota Praya, Lombok Tengah, Sabtu (23/2). Karnaval ini adalah rangkaian Festival Bau Nyale yang dipusatkan di Pantai Seger Kute. (SIGIT SETYO/RADAR LOMBOK)

MATARAM – Tradisi bau nyale tidak hanya masih hidup di sekitar Kuta Kabupaten Lombok Tengah maupun Kaliantan Jorowaru Kabupaten Lombok Timur. Tradisi bau nyale hidup di hampir sepanjang kawasan pesisir selatan dari wilayah Lombok Timur hingga Lombok Barat. Pagi buta hari ini ribuan warga memadati kawasan Pantai Seger Kute. Khusus di Pantai Seger, bau nyale adalah kalender pariwisata nasional.

Sebelum di Pantai Seger, di Lombok Timur digelar tradisi yang sama yang dibalut dalam Pesona Budaya Kaliantan yang dipusatkan di Lahan Tampah Boleq Desa Serewe Kecamatan Jerowaru, Sabtu (24/3). Pagi minggu, warga turun ke pantai untuk menangkap cacing laut yang diyakini jelmaan dari Putri Mandalika, seorang putri dalam legenda Lombok yang memilih menceburkan diri ke laut karena tidak ingin dipersunting oleh satu dari banyak pengeran yang menginginkannya.

BACA JUGA: Jelang Bau Nyale, Pengunjung Hotel Masih Sepi

Fetival Kaliantan dibuka oleh Bupati Lotim HM. Sukiman. Pembukaan dimeriahkan dengan berbagai   pertunjukan mulai dari pemilihan putri nyale, expo kuliner, dan parade gendang beleq.

Dalam sambutannya, Bupati Sukiman Azmy berjanji tradisi bau nyale di Kaliantan akan dimasukkan ke dalam kalender tahunan pariwisata Lombok Timur.” Kegiatan ini bagian untuk mempertahankan budaya dan adat tradisonal  kita supaya bisa terus berkembang dan dilestarikan,” ungkapnya.

Sukiman berharap kedepan kegiatan bisa terlaksana dengan lebih meriah lagi sehingga memberikan dampak yang positif bagi masyarakat dan daerah.” Untuk tahun yang akan datang Insya Allah sepenuhnya akan difasilitasi pemerintah melalui Dinas Pariwisata,” lanjutnya.

Ketua panitia Pesona Budaya Kaliantan, Eka,  menyampaikan kegiatan ini sebuah bentuk apresiasi terhadap budaya leluhur. “ Semoga seluruh generasi kedepan dapat terus melakukan kegiatan seperti ini,” ungkapnya.

Di Lombok Tengah, puncak Festival Bau Nyale digelar tadi malam dengan berbagai kegiatan hiburan. Sehari sebelumnya digelar karnaval budaya di Kota Praya diikuti raturan kelompok seni dan budaya setempat. Karnaval menyedot ribuan penonton, termasuk para wisatawan baik domestik maupun mancanegara. Kegiatan ini dianggap semakin menggairahkan pariwisata NTB yang terpuruk karena gempa dan masalah penerbangan.

Kepala Dinas Pariwisata NTB, H. Lalu Muh Faozal menyampaikan, kegiatan karnaval ini sebagai upaya pemerintah meningkatkan kunjungan wisatawan ke NTB. Di satu sisi hal itu juga sebagai upaya untuk meningkatkan perekonomian masyarakat. “ Ini sebagai rangkaian memeriahkan event bau nyale dengan harapan bisa meningkatkan kunjungan wisatawan kita. Terlebih event ini sudah masuk dalam kalender event nasional,” ungkap Faozal.

Ia menegaskan Pemprov dan Pemkab terus berusaha semaksimal mungkin meningkatkan kunjungan wisatawan. Ia berharap banyak dari event ini. “ Kita menampilkan berbagai budaya yang ada. Ini menjadi salah satu daya tarik bagi para wisatawan. Sehingga 4 juta wisatawan kita optimis bisa terwujud,” tambahnya.

BACA JUGA: Polisi Sisir Miras Jelang Bau Nyale

Wakil Bupati Lombok Tengah, H. Lalu Pathul Bahri, menegaskan, karnaval budaya ini juga diikuti utusan-utusan dari luar daerah. Ke depan berbagai kegiatan untuk meningkatkan kunjungan wisatawan harus lebih baik lagi. Karena kalau sudah masuk kalender nasional maka bukan hanya tugas Pemkab Lombok Tengah, namun akan menjadi tanggung jawab semua elemen. “Sehingga dengan adanya kegiatan ini kita harapkan bisa meningkatkan kunjungan. Kita juga berharap pemerintah pusat bisa menurunkan harga tiket, karena target kunjungan wisatawan tetap kita pacu dengan berbagai kegiatan yang nantinya akan berpengaruh kepada kesejahteraan masyarakat kita,”tambahnya.

Puncak festival Bau Nyale di Lombok Tengah bersamaan dengan acara yang sama yang digelar di kawasan Pantai Buwun Mas Kecamatan Sekotong Lombok Barat. (lie/met)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid